
"Aku punya kejutan untuk mu," ucap Kheno saat ia masih bersama Tara di dalam mobil.
"kejutan apa?"Tanya Tara penasaran.
"Kejutan dari suami mu ini pasti kau akan suka dan bahagia."
"Aduuh kejutan apa sih emangnya?"
"Kalau aku jawab sekarang bukan kejutan dong."
Kheno pun menepihkan mobilnya di pinggir jalan. ia mengambil kain penutup mata di saku mobilnya.
"Untuk apa itu?"
"Sekarang tutup mata mu makai kain ini,"
"Tidak-tidak jangan aneh deh."
"Gak aneh ayo buruan tutup mata dulu katanya penasaran dengan hadia nya."
Tanpa rasa ragu Tara menuruti perintah suaminya itu, setalah mata Tara tertutup dengan kain Kheno pun kembali melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
Arga membuang asal kunci mobilnya di selah tiba di ruang tamu."Kanapa masih ada manusia yang durhaka ke pada orang tua, ok fine aku tau ibu itu orang tua sambung dan bukan orang tua kandung. Tapi tidak seharusnya perilaku wanita itu semena mena terhadap seorang wanita yang usianya jauh di atasnya keterlaluan!"
"Loh loh kenapa anak mama kok dateng-dateng jadi marah-marah gak jelas, ayo katakan ada apa?"
__ADS_1
"Ah enggak kok, ma tadi aku habis nonton film di bioskop judulnya tentang seorang anak yang durhaka," Ujar Arga berbohong kepada mamanya.
"kamu ini aneh-aneh saja, masak habis nonton film di bioskop saja emosinya kayak nonton film di dunia nyata,"
Arga hanya garuk kepala untung mamanya percaya.Arga pun mengalikan pembicaraan.
"Ma Arga laper nih, apa makan siangnya udah siap?"
"Oh kamu tunggu aja yah sayang, 10 menit lagi pasti makanannya telah siap di atas meja"
"Baiklah ma, Arga tunggu di kamar yah ma, nanti kalau udah siap panggil saja."
Setelah sampai di tempat yang Kheno tuju lelaki itu pun turun. Dan membuka pintu mobil untuk Tara turun.
"Iya nanti bentar lagi yah,"
"Duuh jadi penasaran banget nih,"
Ketika Kheno dan Tara sudah di depan Target perlahan Kheno membuka kain yang menutupo mata Tara.
"Sekarang ayo buka mata mu,"
Tara membuka matanya dan bertapa terkejutnya ia ketika melihat bangunan 3 tingkat bergaya clasik di depanya dengan bertuliskan Tara Cake.
"Khen,..apa ini...
__ADS_1
"iya ini lah kejutannya untuk mu, bagaimana apa kamu suka?"
Tara tersenyum kemudian menangis haru ."tempatnya sangat bagus pasti ini mahal kan Khen?"
"Hahaha tidak juga, oh iya mari kita masuk kedalam." Kheno menuntun istrinya untuk masuk ke dalam.
"Lihatlah bukan kah suasana di dalam seperti sebuah caffe mahal berbintang 5 bukan itu saja aku juga telah menyewa 4 chef mahal dan tentunya handal agar bisa membantu mu membuat berbagai macam cake enak. Dan beberapa pegawai agar bisa membantu mu malayani para pembeli."
Kheno bertepuk tangan, dan mereka semua telah hadir di depan Tara. Tara hanya mengulum senyum ia memeluk Kheno karena begitu sebahagia ini.
"Makasih! aku sangat menyukainya"
"Iya sama-sama, udah dong peluknya gak malu yah peluknya di depan orang banyak. Nanti aja lanjuti peluknya pas kita udah berada di kamar."
Segera Tara melepaskan pelukannya pada Kheno."Apaan sih kamu," Tara pun menarik kedua sudut bibirnya pada ke 14 orang di depanya.
"Hay semuanya perkenalkan ini istri saya Tara sekali gus pemilik resmi di caffe ini."
Mereka pun membungkuk hormat dan mulai memperkenalkan diri masing-masing.
"10 orang pelayan dan 4 chef atau jika merasa kekurangan pelayan atau chef kita bisa menambahnya lagi."
Sontak Tara berbisik pelan di telinga Kheno."Ini sudah lebih dari cukup tidak perlu menambah pegawai lagi, bagaimana kalau kita tidak mempunyai cukup uang untuk menggaji mereka."
"Tenang saja, selama suami mu ini banyak uang kenapa tidak." bisik Kheno kembali.
__ADS_1