Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Tara dan Sih Kembar


__ADS_3

Kriiing...kriiiing...Kriiiing...Kriiiiing..


Bunyi jam weker di kamar seorang wanita berbunyi nyaring lebih dari tiga kali menunjukan pukul 06.00, namun sih wanita tidak Perduli dan terus melanjutkan tidur cantiknya. entah kenapa wanita itu begitu kelelahan.


"Mamiiii... banguuun....ayo bangun mam!...''


Yang benar saja teriakan super duper menggelegar yang berasal dari kedua anak kembarnya itu sukses membuat maminya terbangun.


"Ada apaa, kenapa kalian membangunkan mami pagi-pagi buta begini"


Intro: nama sih anak kembar


Perempuan:Kayra


lelaki:Keano


''Pagi buta? mami ini sudah siang, Mamii ayo kita pergi ke pasar, mari kita berbelanja untuk mempersiapkan acara ulang tahun kami" ucap Kayra anak perempuanya.


''Oh astaga bagaimana mami lupa bahwa malam ini kalian akan berulang tahun''


''iya Mami, kita harus ke pasar pagi ini juga_Keano''


" tapi apa harus sepagi ini?'' Tanya Maminya.


"Iya Mam ayolah cepat Mami!_Keano.


"Eh tunggu tapi kenapa kalian buru-buru sekali, ini masih terlalu pagi sayang. Tunggu lah jam 8 pagi nanti karena kita akan pergi ke pasar bersama Tante Gea, dan kalian pergi lah mandi terlebih dahulu lalu Mami akan membuatkan kalian sarapan.''

__ADS_1


"Ok, Mam''_ucap mereka berdua serempak.


TAhun demi tahun berlalu, tanpa terasa sudah hampir 6 tahun lamanya Tara berhasil menghidupi kedua anak


Nya dengan hasil kerja kerasnya sendiri walaupun dengan di bantu Gea dan satu lagi Irvan.


*Flashback Tara*


5 tahun yang lalu....


Tara saat ini sedang terbaring lemah di sebuah ruangan bernuansa serbah putih serta di seluruh ruangan berbau obat-obatan. Ia pun mulai sedikit sadar walau pun kepala masih terasa pusing, mencoba membuka matanya pelan walau terasa berat. Samar-samar ia melihat seorang pria yang tenga sibuk mengganti infus nya


Pria itu ternyata irfan.


''Irfan..."ucap Tara lirih.


"Kenapa aku berada di sini?"


"tadi kamu pingsan di pinggir jalan, beruntung saat itu aku lewat dan menemukan mu"


''maaf aku telah merepotkan mu.'' Ujar Tara yang mencoba untuk bangun, tapi Irfan menahannya.


"Aku sudah bilang istirahat saja, kamu belum terlalu pulih"


"ayolah aku baik-baik saja, aku akan mencoba duduk saja"


Irfan pun hanya pasra lalu kemudian

__ADS_1


Membantu Tara untuk bangun.


"Ada apa, apa kamu memiliki masalah dengan Kheno Dan kenapa kamu membawa koper, apa kanu di usir?"


Tara kembali menangis, ia sungguh bingung harus kemana lagi. Ia pikir ini saat yang tepat ia menceritakan apa yang telah terjadi dengan nasip buruk nya.


TAra telah menceritakan perihal masalahnya kepada irvan, lelaki itu pun cukup prihatin dengan apa yang terjadi dengan Tara apa lagi wanita yang kini masih di cintainya tenga berbadan dua.


"Apa kamu bisa membantu ku, tolong bawa aku pergi dari kehidupan yang pahit ini"


"Apa kamu yakin Tara? bagaimana jika Kheno mencari mu"


"Dia yang mengusirku van jadi untuk


apa aku berharap lebih akan di cari oleh pria yang telah mempercayai orang lain." Saat mengatakan kalimat ini Tara tak kuasa menahan air mata yang bertambah deras.


"Lalu bagaimana dengan bayi yang sedang kamu kandung itu Tara, apa mungkin kamu bisa menjaga___''


"Kamu tenang saja, aku bisa bisa menjaga anakku sampai dia lahir meski tanpa dia"


"Jika itu keputusan mu baiklah maka aku akan membawa mu pergi keluar kota dan di sana kamu tidak akan sendirian aku akan menyuruh anak buah ku untuk mencarikan orang yang dapat membantu mu"


mendengar hal itu membuat Tara cukup legah, ini adalah sebuah keputusan yang menurutnya tepat.


"Terimakasih van karena kamu telah bersedia membantu ku"


"hmm iya Ra sama-sama"

__ADS_1


__ADS_2