Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Pernikahan Gea


__ADS_3

1 bulan pun berlalu dengan begitu cepat kini tibalah hal yang paling di tunggu-tunggu yaitu pernikahan Gea dan Irvan. Kini Gea berada di ruangan make up dan dalam proses riasan pengantin saat itu juga Tara masuk ke dalam ruangan itu.


"Bagaimana apakah pengantin wanitanya sudah di riasin?" Tara bertanya kepada dua wanita yang meng make over gea.


"Sudah mbak Tara, lihat lah hasilnya,"Ucap salah satu perias itu.


Tara maju perlahan untuk lebih melihat secara detail hasil hiasan dari mereka berdua.


"Wah kau cantik sekali Ge, sampai-sampai aku tidak bisa mengenalin mu hehehe,"


"Ih, mbak Tara apaan sih. Aku kan jadi malu nanti."


"eh kenapa malu, ingat hari ini adalah hari terbahagia mu aku doakan semuanya lancar."


Kini Gea menempelkan tangannya pada perut Tara yang sudah terlihat buncit.


"Perut mu sudah hampir gede yah mbak, aku jadi tidak sabaran untuk melihat adik bayinya,"


"Husst,nanti kamu juga bakal kayak aku kok."


"Masih lama kali mbak,"


"masih lama, lalu bagaimana jika Irvan memintanya malam nanti,"


"Mbak, apaan sih. Malu tau di denger orang"


"Loh ,di denger siapa? Hanya kita berdua yang ada di sini. Sedangkan dua perias tadi sudah lebih dulu pergi."


Pintu ruangan ini di ketuk lagi oleh seseorang, dan langsung saja Tara menyuruh orang itu untuk masuk.


"Tara rupanya kau ada di sini,"

__ADS_1


Tara tersenyum hangat ketika melihat wanita paruh baya itu, dia adalah Renita ibu kandungnya Tara.


"Apa yang kau di dalam sini ayo lah bawa lah pengantin wanita untuk memulai akad pernikahan yang sebentar lagi akan di mulai."


"Oh, yauda ibu tenang aja nanti aku akan mengantar Gea kesana."


"Baiklah kalau begitu ibu balik kesana lagi yah soalnya Keano dan Kayra gak bisa di tinggal."


Renita pun saat ini telah hilang dari pandangan Tara dan Gea. Hal yang paling membuat Gea deg deg kan adalah moment seperti ini.


"Mbak kok aku jadi deg-degkan yah"


"Udahlah hal itu biasa kok, awal mbak nikah dulu juga seperti kamu kok sering grogi. Tapi bawa santai aja lah. Yaudah yuk tunggu apa lagi"


Gea mencoba mangambil nafas dalam-dalam sebelum Tara mengajaknya menuju ruang pernikahan.


...****************...


Keinginan ibu hamil memanglah bermacam-macam sama halnya seperti yang saat ini Putri alamin. Putri sungguh tidak tahan ketika melihat seluruh makanan lezat yang tersaji di atas meja rasanya ia ingin makan semuanya, namun satu hal yang paling membuatnya tergiur yaitu puding coklat dengan lelehan vanila di atasnya.


Saat ini juga James dan Clarisa tidak sengaja bertemu Putri di pernikahan Gea, awalnya mereka pikir itu bukan Putri namun setelah di telusuri lebih dalam ternyata dugaan mereka benar.


"Loh sayang bukan kah wanita ini Putri sih wanita ular itu kan?"Ucap James pada Clarisa istri dari James.


"Iya ini putri, tapi kenapa wanita ini berada di pernikahan Gea. Atau jangan-jangan dia punya rencana kali untuk berbuat jahat lagi."


Walau cibiran itu terasa pelan namun Putri masih bisa untuk mendengarnya. Putri segera maletakan pudingnya kembali ke atas meja.


"Hay, lama tidak bertemu kalian, aku tau kok waktu dulu aku punya kenangan terburuk di masa lalu dan itu dulu tapi sekarang tidak lagi, dan kalian harus percaya jika saat ini aku sudah berubah menjadi lebih baik lagi"


"Ha! Berubah. kita tidak yakin wanita seperti kamu bisa berubah menjadi lebih baik."ujar Clarisa mencibir.

__ADS_1


"Yaampun istri ku sayang aku cariin dari tadi rupanya kau berada di sini,"Ucap Arga yang baru saja datang lalu merangkulkan tanganya di leher Putri.


"Ha, istri ku sayang!"Ucap James dan Clarisa bersamaan.


"Iya wanita cantik yang kalian bicarakan ini adalah istri ku, kita baru saja menikah 2 minggu yang lalu. Dan mungkin kalian mengira masa lalunya begitu buruk, tapi tidak sekarang karena aku yakin istri ku ini sudah berubah menjadi lebih baik sekarang."


"Maafkan aku yah mungkin dulu aku punya banyak kesalahan di masa lalu pada kalian berdua, tapi untuk sekarang kalian harus percaya jika aku benar-benar sudah berubah."


"Baiklah kita berdua hargai permohonan maaf mu, tapi maaf karena kita berdua masih belum percaya pada mu sepenuhnya."James dan Clarisa segera pergi meninggalkan Putri yang masih merenung.


"Sudahlah lambat laun mereka pasti akan mempercayai mu, mendapatkan kepercayaan tante Vania,Tara,dan juga Kheno saja butuh waktu satu bulan lebih kan"


Putri semakin menundukan kepalanya ke bawah.


"Jangan sedihlah,"


"Aku tidak sedih kok,"


"Terus kalau tidak sedih kenapa kau menunduk"


"Anak mu Ga,..!"


"Ha, kenapa dengan anak ku!"Ucap Arga yang kelihatan panik.


"Barusan anak mu bilang kalau ia ingin sekali di cium oleh papanya,"ucap Putri sembari mengelus-ngelus perutnya.


"Kalau pengen di cium jangan di sini lah kan malu, bagaimana kalau di kamar saja"


"Ih, bukan cium mamanya, tapi kamu harus cium perut aku sekarang juga!"


"Yaudah nanti di dalam kamar saja,"

__ADS_1


''Tidak mau Arga! Aku maunya sekarang ini keinginan anak mu loh, lalu apa kau mau anak mu jadi ileran karena kemauannya tidak di turutin!"


"Oke, baiklah! Aku akan cium anak ku sekarang juga."


__ADS_2