Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Meminta Restu MaPa


__ADS_3

"Mbak sama tuan Kheno sudah kembali lagi kerumah jadi aku izin yah sama ibu untuk pulang."


"Pulang kemana Ge, pulang ke kampung lagi?"


"Aku akan mencarikan Gea dan Ibunya rumah untuk mereka tinggal Ra,"Ujar Irvan.


"Kenapa harus mencari rumah justru tante lebih senang jika Gea dan juga Ibu Marni tinggal di sini bersama kita,"Vania nampak senang jika Gea dan ibunya tinggal disini, meski baru beberapa hari kenal, Vania sangat yakin jika Gea dan ibunya orang yang sangat baik. Rumah ini terlihat besar jadi akan lebih baik ibu Marni sama Gea tinggal di sini saja. Dan soal perkerjaan nantinya Gea bisa bekerja bersama Tara di toko kuenya.


"Yah, ibu benar Ge, Bu Marni tinggalah bersam kami yah."


"Tapi mbak,."


"Jika kau sudah sah menjadi istri Irvan maka kau boleh untuk tidak tinggal di rumah ini lagi, jadi minta saja Irvan untuk segera menikahi mu, agar kau bisa hidup satu rumah bersama suami Irvan."


"Kau tenang saja Khen. Intinya secepatnya aku akan segera menjadi kan Gea sebagai istri ku."


"Tapi kira-kira Geanya mau gak di ajak nikah sama kamu Van?"


"Ra, kamu lama-lama kayak suami kamu yah, .menyebalkan. Tentu Gea mau dong nikah sama aku, iya kan Gea sayang."

__ADS_1


Gea malu dan menunduk tersenyum.


...****************...


Arga sukses memikirkan sesuatu agar dirinya bisa menikahi Putri tanpa di marahin kedua orang tuanya kalau ia menghamili Putri lebih dahulu.


Kini Arga sudah membawa Putri kerumahnya dan hendak ia kenalkan kepada orang tuanya.


"Nanti bilang aja ke orang tua aku bahwa kita telah diam-diam sudah pacaran selama beberapa bulan."


"Apa kau tidak bilang jika aku sedang hamil,"


Putri merasa beruntung walau pria yang belum lama ia kenal ini belum saling mengenal rupanya Arga masih punya rasa tanggung jawab untuk menikahinya walau tanpa di dasarin cinta.


Jika rencana Arga seperti ini maka ia pun akan melakukan hal yang sama kepada kedua orang tuanya. Mereka juga pasti syok, terutama papa, ia tidak ingin membuat papa serangan jantung karena prilaku buruknya.


"Ma, papa Arga pulang..."Kedua orang tua Arga tenga asyik menonton televisi tanpa memperdulikan kedatangan Arga.


"Ma, pa Arga ingin kenalin kalian sama calon mantu"

__ADS_1


Mendengar kata calon mantu sontak secara bersamaan Mama dan papa Arga menoleh pada Arga. Benar tepat di samping Arga telah berdiri seoarang wanita cantik.


"Hey, Arga siapa wanita cantik itu?"Tanya mama Arga heran, pasalnya Arga tak pernah membawa seorang wanita ke dalam rumah ini.


"Ini pacar Arga ma, pa"


"Ha, pacar? sejak kapan kau pacaran, bukan kah kau tidak pernah memiliki seorang pacar"


Tanpa di suruh Arga Putri memberanikan memperkenalkan diri dengan mencium kedua tangan Papa dan Mama Arga.


"Kenalin saya Putri, Tante Om,"


Kesan pertama saat melihat Putri berperilaku seperti ini sontak membuat kedua orang tua Arga menarik senyumannya.


"Wah, sudah cantik sopan lagi. Arga jadi ini bener pacar kamu,"


Rupanya Putri ini dapat juga untuk di andalkan buktinya ia berani bersikap sopan dan mendapatkan kesan terthe best dari mama dan Papanya.


"Iya, ma wanita ini pacar aku, maaf aku dan dia hanya pacaran diam-diam saja, sebab hubungan yang sering di umbar itu tidak baik jadi ma pa bolehkah aku menikahi Putri?"

__ADS_1


"Apa menikah? Apa tidak terlalu cepat!"


__ADS_2