
Malam yang sunyi. setelah menidurkan Keano dan juga Kayra Tara mengambil hpnya dan segera ia menelpon seseorang berharap orang tersebut bisa mengangkat telpon darinya.
"Telpon siapa?"
"Oh astaga. kamu tuh kayak jelangkung yah datang tak di jemput pulang tak di antar."
Tara mengomel pada Kheno yang muncul tiba-tiba di belakangnya, bahkan lelaki itu hanya tersenyum lalu kemudian duduk di kursi ruang tamu di samping istrinya.
"Hehehe iya sorry, emang kamu telpon siapa?"
"Gea," Tara seketika murung."Aneh Gea beberapa hari ini dia tuh gak bisa di hubungin."
"Oh ya coba aku minta nomornya siapa tau saja dia mau mengangkat telpon dari ku."
"Aku tau Gea kayak gimana, dia gak bakal angkat telpon sembarang orang"
Kheno diam."oke, tapi bukan kah Gea sangat dekat dengan Irvan coba saja hubungin Irvan."
"Tanpa kamu suruh aku udah berusaha telpon Irvan, tapi jawaban Irvan sama seperti ku." terlihat dari air muka Tara, Kheno tau jika Tara mengkhawatir kan Gea.
"sudahlah jangan di ambil pusing, lebih baik kita tidur satu lagi Keano dan Kayra tidur gimana kalau kita ikuti saran dari James buat adik buat Keano dan Kayra" Kheno berusaha mendekatkan bibirnya untuk mencium Tara, tapi Tara menolaknya serta mendorong Kheno menjauh.
"Ih dasar cowok mesum." Tara beranjak menjauhi Kheno.
"Ayolah sayang mumpung di rumah ini sepi dan tidak ada orang! Tara..."
Cuaca pagi ini begitu pas untuk melakukan olaraga dengan lari pagi mengelilingi komplek perumahan, Sebelum melakukan olaraga lari Cowok jangkung itu perlahan melakukan pemanasan di tempat.
"Arga apa gak sarapan dulu sebelum olaraga nak?"
"Udah ma tadi Aku udah makan roti sama minum susu setenga.kalau gitu aku pamit lari pagi dulu mah"
"oke hati hati yah,"
Kini tugas Kheno di rumah sakit di kota ini hampir selesai kemungkinan 2 hari lagi ia akan segera pulang ke jakarta. tapi saat di rumah sakit Kheno memikirkan sesuatu dan sangat berat hati mengatakannya pada Tara, Kheno takut jika Tara menolaknya.
Di sisi lain Tara membisu dan tidak tau harus bagaimana lagi, karena baru saja ia mendapatkan kabar jika Gea tidak akan bekerja lagi di toko kue miliknya. Gea termaksud anak bungsu dari 3 bersaudara bahkan kedua kakak Gea meminta Gea untuk bergantian menjaga ibunya yang sedang sakit sakitan maka dari itu Gea memutuskan untuk berhenti bekerja. Lalu bagaimana Irvan? apa hubungan mereka masih berlangsung atau tidak?
Arga mengistirahat kan dirinya dengan duduk di taman sembari meminum air mineral,keringat yang di keluarkan rupanya cukup menandakan bahwa lagi paginya tidak sia-sia.
__ADS_1
Namun mata Arga berfokus pada seorang wanita yang sedang menelpon seseorang, seorang wanita yang sangat pamiliar bagi Arga. Arga beranjak menghampiri wanita yang sedang marah marah tidak jelas di balik telpon.
"Bodoh!tolol itu sangat pantas untuk mu. mana kata nya jika kamu akan berhasil!"
"Hey sabar dong, jangan marah marah tidak jelas. aku tidak ingin bermain secara kasar, nikmati dulu alurnya baru nanti di akhir pertempuran kita melakukan nya sesuai keinginan."
"Dasar konyol! kamu begitu banyak drama sekali,jika aku jadi kamu maka aku tidak akan banyak bermain tarik ulur cerita!"
"Sudahlah kamu lihat saja nanti,dan jangan sering meremehkan ku oke bye."
"Ah sialan!"
"Wah benar sesuai dugaan kita bertemu lagi"
Putri menoleh ke belakang, lelaki itu juga nampak tidak asing baginya.
"Tidak ingat aku, atau kamera yang sudah kamu rusak?"
"ck,kamu. kenapa kamu berada sini, dasar tidak sopan kamu menguping pembicaraan ku yah!"
"Aku punya telinga, dan suara mu itu terdengar cukup kuat wajar dong jika aku denger."
"Sombong! apa kamu jauh lebih kaya dari ku?" Kira kira apa kamu mampu mengganti kamera ku yang sama percis di buat dengan orang yang terkenal di amerika? bahkan ketika tubuh mu dan juga kamera ku di jual sudah pasti kamera ku jauh lebih mahal dan juga beharga dari pada tubuh mu!"
Plak...
Putri menampar Arga."Kurang ajar, siapa kamu sebenarnya berani sekali kamu menghina ku!"
Mereka sukses menjadi tontonan orang orang yang malakukan olaraga di pagi ini.
Arga memegang wajahnya yang terasa panas akibat sebuah tamparan yang berasal dari wanita di depanya ini. ini pertama kalinya Arga merasakan sebuah tamparan.
"Ini kedua kalinya kamu melakukan sebuah kesalahan fatal, yang pertama merusak kamera ku dan ke dua menampar ku. dengar kalau ini bukan di tempat umum sudah aku pastikan aku akan balik menampar mu!" Arga berbicara pelan di telinga putri. Putri pun merasakan aura ketajaman dari Arga. ia pun menjadi takut dan beranjak dari tempat kejadian.
Kheno tau saat mengatakan hal ini rasanya begitu berat tapi apa salahnya jika di coba.
Kheno menghampiri Tara yang sedang sibuk di dapur.
"Semakin hari aku lihat pekerjaan mu semakin banyak, mulai dari membersikah rumah,memasak,membuat kue,menjaga toko kue apakah kamu gak ngerasa capek?"
__ADS_1
Tara melirik Kheno sekilas, kemudian melanjut kan pekerjaan masaknya.
"Yaah itulah tugas ku sebagai orang tua mencari nafka untuk kedua anak ku makan."
"Ra sekarang kamu kan gak usah khawatir kan sekarang ada aku kamu gak perlu kayak gini gak perlu banting tulang, sekarang giliran aku buat nafkai kalian!"
"Khen, tolong yah jangan bahas keributan lagi, ini masih pagi aku takut anak anak denger. udah deh mending kamu duduk manis aja di meja makan."
"Ikutlah dengan ku ke jakarta kita mulai hidup dari awal lagi di rumah besar ku di situ kamu tidak perlu khawatir akan ada suster,ibu yang akan jagain kedua anak kita."
Tara sejenak mematikan api di kompor,ia menatap Kheno tajam.
"Ikut kamu pulang ke jakarta, maaf Khen aku lebih baik berada di sini saja bahkan di sini kehidupan ku jauh lebih tentram dari sebelumya."
"ia tapi itu di saat ada Gea dan juga Irvan yang membantu mu, sekarang keadaan berbalik Gea lebih memilih menetap di kampung asalnya dan Irvan sekarang juga berada di jakarta kecil kemungkinan mereka akan kembali lagi kesini, lagi pula aku juga harus kembali ke jakarta tolong pahamin lah ini. ini demi anak kita."
"Enggak khen, aku kuat, aku mampu dan jika kamu ingin pulang ke jakarta yah pulang saja. tidak usah perdulikan aku."
"Aku masih suami mu ra, tidak mungkin aku meninggalkan kalian semua sendirian. kamu itu wanita! wanita itu lemah! bagaimana jika orang jahat yang mengintai kalian"
Tara sudah habis kesabaran.
"Khen...!! sudah cukup hentikan!"
Suara keras Tara mengundang kedua anaknya juga ikut ke dapur.
"Mami..kenapa?"Tanya Keano.
"Mami sama papi berantem yah?"Pertanyaan yang sama juga di sampaikan oleh Kayra.
Tara meredahan emosinya ia tidak ingin anak anaknya ada dalam hal keributan mereka.
Tara duduk menyamai posisi Kedua anaknya."enggak kok, bentar lagi nasi goreng nya uda mateng kalian tunggu di meja makan aja yah sayang."
"Tapi mami sama papi gak berantem kan?"
Kheno membelai pucuk rambut Keano."Kita gak berantem sayang, mami sama papi baik baik saja. udah yuk mari kita ke meja makan."kheno terpaksa mengajak kedua anaknya agar menuju ruang makan.
Tara mencoba menstabilkan emosinya, Kenapa Kheno berulah lagi emang di pikir Ia tidak bisa menjaga diri dengan baik bahkan tanpa Kheno pun Tara mampu.
__ADS_1