
Kheno langsung mengistirahat kan diri di sofa setelah sampai di rumahnya lalu Tara dan lainya menyusul Kheno untuk ikutan duduk di atas sofa.
Pernikahan Gea berjalan dengan lancar kini kedua mempelai tersebut telah sah menjadi suami istri.
Dan hari ini ibunya Tara izin pamit pulang ke rumahnya saat ini juga.
"Ra, ibu mau izin pulang dulu yah"
"Kenapa tidak menginap di sini saja lagi bu''ucap Tara pada ibunya.
"Iya Ibu besan lebih baik tinggal di sini saja"ucap Vania menambahkan.
"Iya omma tinggal di sini saja bahkan kita berdua masih pengen omma bobok bareng sama kita,''Ucap Keano.
"Iya ibu mertua rumah ini akan sangat sepi jika ibu mertua pulang kerumah''Ucap Kheno.
"Tapi kan ibu juga punya keluarga,punya suami ibu gak tega jika ngebiari suami ibu saat ini tinggal sendirian dan lagi pula putri telah ikut pulang kerumah suaminya."
Tara terdiam sesaat dan lambat laun ia pun mengerti dengan posisi ibunya yang sudah memiliki keluarga baru.
"Baiklah Bu Tara mengerti sekarang, tapi jangan lupa untuk datang lagi dan tinggal di sini lagi yah Bu, jujur aku masih ingin ibu di sini" Ucap Tara sembari memeluk tubuh ibunya.
"Iya Ra ibu akan selalu mengunjungi mu terlebih pada dua anak lucu mu itu Keano dan juga Kayra"
__ADS_1
"Nanti tidak lama lagi ibu besan pasti akan memiliki cucu baru kok dari Tara dan Putri, oh iya bahkan kehamilan Tara juga Putri bulannya hampir sama yah"
Kehamilan Putri dan juga Tara hampir sama atau semenjak mereka hamil Arga dan Kheno membuat kesepakatan untuk menghamili Tara dan juga Putri pada tanggal yang sama.
"Selamat sore semuanya,"
"Selamat sore Kheno,Tara,dan semuanya"
Putri dan Arga tiba-tiba datang ke dalam rumah Vania. Karena niat putri dari awal ia sengaja datang ke rumah ini untuk menjemputnya pulang.
"Orang yang baru saja di bicarakan rupanya menongolkan batang hidungnya dengan sendirinya"Ucap Kheno.
"Arga Putri kenapa berdiri di sana ayo duduk dulu di sini,"Ajak Vania pada keduanya.
"Arga, kenapa harus di tuntun kan aku bisa jalan sendiri!"
"Aku menuntun mu untuk berjaga-jaga siapa tau saja kau nanti jatuh atau apa aku tidak ingin mengancam anak ku yang ada di dalam perut mu,"
"Ih, Arga gak bakal. Orang aku jalannya hati-hati kok"
"Wah, Arga begitu perhatian sama istrinya sampai-sampai jalan saja harus di tuntun,"ucap Tara yang saat ini langsung di dengar oleh Kheno.
"Jadi apa selama ini aku tidak perhatian?"
__ADS_1
"Ah, Khen bukan begitu maksud ku hehehe."
"Hey, Tara apa yang di lakukan Arga ini bukan lah perhatian melainkan di posesiv sampai-sampai aku pergi kekamar mandi saja harus meminta izin dulu padanya.''ucap Putri yang saat Kini telah menduduki sofa.
"Arga kau itu berlebihan ayolah wanita itu butuh privasi masak pergi ke kamar mandi saja harus melalui izin dari mu dulu"Kheno mengomeli Arga sehingga membuat Arga membalas perkataan Kheno.
"Yah itu karena aku berbeda dari pria lain terus kalau seandainya istri ku kenapa-napa di dalam kamar bagaimana kau seharusnya tau Khen jika kedua orang tua ku itu sangat menyayangi Putri bahkan mereka hampir melupakan anak kandungnya sendiri, kalau putri kenapa-napa sedikit saja pasti aku yang selalu di omelin"
"Arga jadi kamu nyalahin orang tua kamu nih ceritanya"
"hehehe gak sih tante,"
"Put, apa semenjak kamu hamil kamu pernah mengidam kan sesuatu atau apa gitu,"
Arga menyambar jawaban tante Vania sebelum Putri yang menjawabnya sendiri.
"Tante benar sekali bahkan putri itu sangat sering ngidam yang aneh-aneh aku sampai repot sendiri jadinya tapi itu tak masalah tante karena aku tidak ingin anak ku sampai ileran nantinya."
"Iya tante akhir-akhir ini aku sering meminta keinginan yang aneh-aneh hehehe"
"Itu sih tidak masalah Put, yang terpenting itu tante akan selalu doakan semoga janin mu sehat"
"Iya tante makasi,"
__ADS_1