Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Kheno Kecelakaan


__ADS_3

Jam 10 pagi turun hujan yang terlihat sangat lebat mengguyur perumahan Tara saat ini. Tara yang sedang merapikan tempat tidur terkejut ketika mendengar gemuru petir yang terdengar nyaring.ia mengusap dada dan berharap semua akan terlihat baik baik saja.


Seorang maid datang menghampiri Tara di kamarnya dengan membawa beberapa pakaian Tara dan Kheno yang telah di setrika.


"Nyonya ini pakaiannya udah bibik setrika,"


"Oh yaudah bik letakan saja di atas meja,"


"Baiklah nyonya, kalau begitu saya pergi ke dapur dulu nyonya."


"Iya, baiklah terimakasih bik."


Kheno tidak ada banyak kerjaan di rumah sakit sehingga ia pulang lebih awal untuk kembali kerumah.Hujan terlihat lebat seiring ia melajukan mobilnya di jalanan yang banyak perpohonan.


Namun hal tak tertuga menimpa Kheno saat ini sebuah pohon besar terjatuh tepat di depannya yang mengharuskan Kheno membanting setirnya ke arah lain dan tepat mobilnya menabrak pohon besar sehingga terjadi lah kecelakaan tunggal. Kheno tidak sadarkan diri dengan kepalanya yang terluka.


Sedan bewarna silver melintas tepat di samping mobil Kheno yang saat ini tidak sadarkan diri. Sang pemilik mobil pun segera keluar dan membuka pintu mobil itu lebih lebar lagi.

__ADS_1


Arga syok sekali gus tidak menyangkah jika yang kecelakaan ini adalah Kheno teman masa kecilnya.


"Kheno..!!"Langsung saja Arga menarik tubuh Kheno untuk keluar dari dalam mobil yang ia tumpangin untuk membawanya ke rumah sakit.


...----------------...


Dering hp Tara berdering di saat mengatahui Kheno menelponnya sehinggga membuatnya menghentikan aktivitasnya dalam memasak.


"Tara, ini aku Arga. Aku hanya ingin memberi tahu mu jika saat ini Kheno suami mu mengalamin kecelakaan sekarang aku sudah membawanya kerumah sakit"


"Aku sekarang berada di rumah sakit permata indah dan suami mu sekarang lagi di rawat di kamar 203 lantai 2,"


"Baiklah aku akan segera kesana sekarang.."


Arga memandangin hp milik Kheno yang sambungan telponnya dengan Tara telah terputus. Namun bukan hanya itu saja, saat ini Arga juga menghubungin kedua orang tuannya yang berada di rumah untuk datang kemari.


Tara menangis saat menelpon ibu mertuanya dia mengatakan jika Kheno kecelakaan. Mendengar hal itu tentunya juga membuat Vania syok dan khawatir. Vania pun segera pulang dari toko butiknya begitu saja.

__ADS_1


......................


Di sekolah Putri menutup hidungnya rapat-rapat ketika mencium bau parfum yang di pakai salah satu murid di kelas ia mengajar. Aneh semenjak kemarin dan hari ini ia selalu mual-mual seperti orang hamil, tapi Putri tidak bisa menduga kalau ia benar-benar hamil sebak yang putri pikir ia hanyalah masuk angin biasa.


"Bu, Mely kenapa?"Tiba-tiba Kayra datang menghampiri Bu Mely yang menurut Kayra wajah Bu Mely terlihat pucat.


Wangi aroma shampo yang di pakai Kayra saat ini benar-benar membuat Bu Mely tidak tahan lagi. Wangi melon dari Shampo yang Kayra pakai benar-benar membuat membuat perut Mely atau putri menjadi seperti bergelombang.


Ia pun berdiri dari duduknya, sembari menahan tangannya menutupi mulutnya.


"Maaf, ibu harus ke toilet dulu yah..."


Langsung saja Putri berlari meninggalkan Kayra yang mencoba bertanya keadaanya.


Kayra garuk kepala bingung akan hal yang di alamin guru barunnya itu.


"Huss Kayra ngapain kamu berdiri di depan, ayo duduk di sini!"Keano menegur Kayra untuk kembali duduk di bangku. Dan Kayra pun mengiyakan meski masih terheran dengan apa yang di alamin Bu Mely.

__ADS_1


__ADS_2