Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Putri sengaja memutuskan untuk pergi menjauh dari suasana haru antara ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu. Ia saat ini hanya menghabiskan waktu sendirian dengan duduk di kursi taman belakang rumah kediaman tante Vania.


"Ternyata aku carikan kemana-mana rupanya kau di sini,"Ucap Arga yang saat ini telah mendudukan dirinya di samping Putri.


"Kenapa kamu kesini?"


"Loh emangnya apa salahnya jika aku disini?"


"Setelah mendengar ucapan dari mereka kau pasti menjadi ilfeel ketika tau masa lalu ku yang penuh akan kejahatan serta keserakan."


"Yah awalnya iya sih aku bahkan tidak menyangkah jika kau dan Kheno dulunya adalah sepasang kekasih dan terlebih kau juga telah membuat Tara turusir dari rumah itu,"


"Jika sudah tau itu, apa kamu masih berniat untuk menikahi wanita yang mempunyai masalalu seperti itu?"Air mata terjatuh pada kedua mata Putri, kali ini air mata penuh penyesalan yang ada dalam dirinya.


"Aku menghargai niat tulus mu untuk berubah agar menjadi lebih baik lagi, jadi kau tenang saja jika mereka tidak mempercayai niat tulus mu maka aku akan melakukan hal yang sebaliknya."


"Kehamilan ini benar-benar membuat ku tersadar akan semua kejahatan yang pernah aku lakukan. Aku benar-benar menyesalin itu semua! dan aku takut mereka semua tak mempercayai ketulusan ku untuk menjadi lebih baik,"


"Husst, wanita seperti kamu tidak pantas menangis. Aku hanya takut anak ku yang ada di dalam perut mu menjadi sedih ketika melihat ibunya manangis,"Ucap Arga dengan kalimat lembut sembari menghapus air mata pada wajah putri dengan jemarinya.


Sejenak Arga memegang kedua sisi wajah Putri.

__ADS_1


"Tolong biakan diri mu untuk tersenyum, okay''


Entah kenapa hati Putri merasa damai ketika Arga memperlakukannya dengan lembut seperti ini, bahkan jantungnya berdebar kencang ketika Arga menatap matanya lebih dalam. Arga memandangi Putri dan juga merasakan hal yang sama, atau apa jangan-jangan mulai ada benih-benih cinta pada dirinya.


...****************...


"Ma, sesuai permintaan mama jika aku sudah membawakan Gea bersama ibunya."


"Oh, ya lalu di mana mereka van, kenapa tidak kau suruh masuk saja."


"Mereka ada di ruang tamu ma,"


Di ruangan tamu Bu Marni memandangi pada sekelilingnya dan ia merasa di buat takjub dengan kemewahan yang ada di rumah Irvan saat ini.


"Ge, ibu jadi penasaran kira-kira orang seperti apa mamanya sih Irvan itu?"


"Bersabarlah Bu, paling nanti tante Agni akan datang kemari menghampiri kita"


"Agni..?"


"Loh kenapa Bu?"

__ADS_1


"Hehe tidak apa-apa Ge, ibu mengira Agni itu sahabat Ibu waktu masa sekolah dulu. Tapi kan tidak mungkin orang nama Agni banyak kan"


"Gea,"


"Tante Agni,"


"Apa ini ibu mu.."


"Iya ini Ibu aku tante, ibu ini tante Agni mama dari mas Irvan."Marni segera menoleh kebelakang dan yang benar saja ia pun terpaku ketika melihat mamanya Irvan.


"Loh, apa kamu Marni sahabat aku waktu smp?"


"Dan kamu Agni kan sahabat aku waktu smp dulu,"


Irvan dan Gea saling memandang tidak menduga jika kedua orang tua mereka saling mengenal satu sama lain waktu smp dulu.


"Ya ampun Marni! Aku sudah bertahun-tahun cari keberadaan kamu tapi gak ketemu-temu!"


"Aku juga Agni, aku juga waktu itu cari kamu tapi malah gak ketemu."


"aaa sudahlah intinya sekarang aku senang kita di pertemukan kembali Mar,"

__ADS_1


__ADS_2