
Semua orang yang berada di sana begitu terkejut akan kedatangan dokter ganteng Irvan terlebih Dokter Irvan mengakui jika Gea adalah calon istrinya mereka semua syok terutama juragan Bani.
"Irvan.."Lirih Gea pelan.
terlebih dahulu Irvan melihat kondisi ibunya Gea"Ibu-ibu tolong bantuin saya untuk membawa bu Marni masuk ke dalam mobil saya."
"Baik dokter," Mereka mengangguk kemudian membawa tubuh buk Marni masuk ke dalam mobil dokter Irvan bersama pak lurah yang turut membantu.
Irvan mengamati Gea lebih dalam padahal Irvan tau di sini masih ada juragan Bani.
"Aku tau kamu akan banyak bicara kenapa aku berada di sini, tapi sebelum itu simpan dulu pertanyaan yang akan kau tanyakan sementara kita periksa dulu kondisi ibu mu di kontrakan ku.Ayo kita tidak punya waktu lagi."
tanpa persetujuan dari Gea Irvan terpaksa menarik tangan Gea untuk mengikuti nya sementara juragan Bani hanya terdiam dan terpaku ketika melihat calon istrinya di bawak begitu saja oleh Dokter Irvan.
Kini ibu Marni telah siuman kondisinya menjadi lebih baik saat di periksa dokter Irvan. Sementara di luar teras dokter Irvan telah ramai ibu-ibu rempong yang membicarakan berita baru tentang hubungan Gea dan Dokter Irvan.
Ada yang berpikiran tidak percaya, ada yang berpikiran percaya,ada juga yang berpikiran kenapa Gea bisa bertemu dokter seperti Irvan.
__ADS_1
"Gea," Lirih ibunya pelan.
"Akhirnya ibu sadar juga, ibu tau gak aku sampai panik lihat ibu gak sadarkan diri"Kata Gea yang kini berjatuhan air mata kesedihan.
"Kondisi ibu mu bisa di bilang cukup parah kalau kau mau kondisi ibu mu cepat stabil aku bisa membantu ibu mu untuk di rawat di rumah sakit besar, bagaimana?"
Gea menunduk diam, tidak tau harus bicara apa.
"Aku tau apa yang kau pikirkan Ge, untuk biaya di kota kau dan ibumu tidak perlu khawatir, kan ada aku yang akan membiayai pengobatan ibu mu dan kau pasti merindukan Tara dan kedua anaknya benar kan?"
"Kau kenal dokter Irvan Ge?" Tanya ibu Marni, ibu Marni tersenyum hangat sambil memandangi wajah tampan Irvan.
"Bisa di bilang saya ini calon suaminya Gea Bu,"Ucap Irvan tanpa kata main-main.
Ibu Marni sampai melongo tak percaya, sementara Gea memberi kode pada dokter Irvan agar tidak banyak bicara.
"Apa dokter Irvan serius dengan kata-katanya?"Tanya Bu Marni sekali lagi.
__ADS_1
"Iya ibu benar,"
"Akhirnya Gea punya calon suami juga apa lagi calon suaminya ganteng udah gitu dokter lagi, ibu seneng banget denger nya Ge."
"Ibu gak boleh banyak bicara kan kondisi ibu belum stabil,"Gea berusaha mengalikan pembicaraan agar ibunya tidak banyak bertanya."apa ibu saya di bisa di bolehkan pulang dok?"
Dokter Irvan mengangguk dan setelah itu ia memberikan resep obat ke pada Gea untuk di berikan kepada ibunya.
Irvan dan Gea membantu bu Marni berjalan menuju ke dapan teras, di sana ibu-ibu yang tadi sibuk merumpi kini menjadi hening ketika melihat Dokter Irvan.
"Ibu-ibu gak boleh yah bicarain calon istri saya yang tidak-tidak,jika ibu-ibu berpikir jika Gea di kota kerjanya gak bener. Justru ibu-ibu salah, Gea waktu itu bekerja dengan di kota dan dia membuka toko kue bersama adik perumpuan saya. Namun yang namanya cinta siapa yang bisa menebak, karena kebaikan Gea pada akhirnya saya jatuh cinta terhadapnya."
"Tapi dok bukanya Gea itu tidak berpendidikan," sanggah salah itu ibu-ibu itu.
"Apa pentingnya tentang pendidikan, saya tidak perduli tentang pendidikan wanita saya yang terpenting dia wanita yang baik,baik untuk saya dan juga baik untuk kedua anak-anak saya kelak."
Gea menatap Irvan dengan lekat,ia benar-benar tersentuh akan kata-kata Irvan yang telah membelanya tepat di depan semua orang.
__ADS_1