Touch Me My Docter

Touch Me My Docter
Kayra Sakit Gigi


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Kheno akan pergi ke rumah sakit besar di luar kota karena ia mendapatkan undangan seminar perkumpulan Dokter-dokter berprestasi. Ia telah menyiapkan segala keperluannya berada di sana.


lelaki itu sedang berkaca sambil mengenakan dasinya sendiri, biasa nya waktu dulu Tara lah yang telah biasa menguruskan keperluannya namun sekarang semuanya berbalik kini Tara telah jauh darinya, terkadang Kheno selalu bertanya di dalam hati, di mana keberadaan Tara? apa sedang di lakukan Tara? apakah Tara telah mendapatkan pengganti dirinya?.


"Khen Boleh kah ibu masuk sebetar?" Ujar suara Vania dari luar pintu Kheno.


"Masuk saja bu pintunya tidak di kunci''


"apakah hari ini kamu akan pergi ke luar kota?"


"iya bu sebentar lagi aku akan berangkat"


"khen bolehkah ibu meminta sesuatu padamu"


"katakan ibu, apa yang ibu minta". Ujar Kheno yang sudah rapi dengan jasnya lalu duduk di tepi ranjang di samping ibunya.


"Bisakah kamu membawa Tara pulang ke rumah kita kembali Khen, jujur ibu sangat merindukannya"


Kheno terdiam sesaat bahkan bukan cuma ibu nya yang merindukan kehadiran Tara. Bahkan dirinya pun sangat-sangatlah merindukan kehadiran istrinya, suaranya, wajahnya, dekapanya dan semuanya.


"Iya bu, ini aku akan terus berusaha untuk mencari Tara dan membawa nya pulang. Ibu tenang saja serta tolong doakan saja putra mu ini, agar semuanya berhasil"


"iya itu pasti Khen, ibu akan selalu mendoakan mu"


"terimakasih bu". Ucap Kheno lembut sambil mencium punggung tangan ibunya.


*

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


*


*


Tok…


Tok…


Tok…


Tara menghentikan perkerjaan masak nya setelah ia mendengar suara ketukan pintu dari luar, ia pun memutuskan untuk mencari tau siapa yang datang.


Setelah ia tiba di depan pintu, Tara langsung membukanya. Ternyata yang datang itu adalah Wali kelas  Kedua anak kembarnya. Eh tunggu rupanya wali murid Keano dan kayra tidak sendiri. Di belakang Tara dapat melihat gadis kecil nya itu tenga menangis tersedu-seduh.


"Permisi bu Tara, kedatangan saya kemari saya cuma ingin mengantarkan Kayra yang sedang sakit gigi"

__ADS_1


kayra langsung memeluk tubuh Mami nya."Mamii… hiks hiks hiks gigi Kayra


Sakit mi"


"Ya ampun sayang, tuh kan mami tadi pagi juga bilang apa. Kayra jangan makan Lolipop lagi, kan jadi ginikan" 


"Iya bu, saat belajar tadi tiba-tiba saja Kayra mengeluh sakit pada giginya, yauda karena berhubung jam pelajaran sudah mau habis jadi saya ingin mengantarkan Kayra dan keano sekalian"


" oh yaampun terimakasih banyak yah bu Maya, karena saya telah merepot kan ibu''


"ah tidak masalah bu Tara, lagi pula ini sudah kewajiban saya sebagai wali kelas mereka, ehm oh iya bu sebaiknya Kayra di bawa ke dokter gigi saja biar giginya bisa di cabut"


"No way Mam! kayra takut! hiks hiks hiks"


"Hey Kayra siapa bilang cabut gigi itu


 Sakit?" Tanya bu Maya.


"Kak Keano, Kak Keano yang bilang sama aku bahwa saat cabut gigi itu sakit karena menggunakan 10 Suntikan" ucap Kayra polos.


Sedangkan Keano hanya tersenyum kuda. Iya begitu tidak menyangka bahwa adiknya itu sangat gampang di kerjai.


"Oh iya maklumin saja bu, Keano memang suka begitu"


"hm iya bu Tara saya paham namanya juga anak-anak. Ya sudah saya pulang


Dulu yah bu karena saya mempunyai  beberapa pekerjaan.

__ADS_1


"Sekali lagi terimakasih yah bu"


__ADS_2