
Perlahan berjalannya waktu ingatan Renita mulai pulih ia dapat melihat masa lalu nya, ia tidak lupa bahwa di dalam lemari kamarnya terdapat bebera lembar foto yang telah usai tersimpan di dalam sebuah kotak kecil.
Ada 3 lembar foto satu fotonya bersama suaminya dulu,dua foto ia,suaminya,dan juga anak nya,dan ketiga anaknya gadisnya seorang diri sembil memegang boneka barbie.
Renita menangis ia terlihat menyesalin perbuatannya di masalalu padahal di saat dulu suaminya Farhan begitu setia tapi karena keangkuhan serta keserakahan Renita rumah tangganya menjadi hancur.
Dulunya mas Farhan adalah seorang karyawan kecil di perusahaan milik suaminya sekarang, mungkin karena Renita merasa kekurangan serta mas farhan yang sering sakit sakitan sehingga membuat Renita muak dan pergi dari rumah dengan selingkuhannya (mas Bima). Kini pandangan itu beralih pada foto anaknya yang sedang tersenyum.
kejadian itu sudah lama mungkin sudah berpuluh tahun, bahkan Renita tidak tau sama sekali keberadaan mantan suaminya dan juga anaknya Tara. Pernah waktu itu Renita mengunjungi rusun yang dulu pernah mereka tinggalin tapi sayangnya rusun itu tidak ada dan malah di bangun sebuah butik.
Akan tetapi Renita hanya berharap di pertemukan dengan keluarga kecilnya ia ingin meminta maaf.
Brakk...
Pintu terbuka secara kasar dari luar, tanpa aba aba seoarang wanita bertubuh tipis itu pun berjalan menghampiri Renita yang sedang memegang beberapa lembar foto. Buru buru Renita memasukan foto foto itu ke dalam kotak.
"Foto siapa tuh, kok sedih gitu mukanya?"
"Bukan apa apa kok Putri, ini hanya..."
Putri merebut foto tersebut. "oh jadi kamu lagi liatin foto mantan suami mu ini, punya keluarga kecil juga yah kamu dulu,kalau punya keluarga kecil harusnya jangan rebut laki orang"
"Maaf putri itu masa lalu,"
"Masa lalu? masa lalu kayak gini akan selalu aku inget sepanjang waktu gimana tragisnya seorang anak yang dapat menyaksikan mamanya mati bunuh diri akibat melihat suaminya selingkuh dengan wanita lain!"
Renita hanya menunduk sedih meratapi penyesalan yang tiada arti baginya.
"cih kena mental kan kamu!makanya jadi wanita jangan suka rebut suami orang!"
Kini mata Putri tertuju pada foto anak kecil, Putri mengamati foto itu secara inchi. Foto ini begitu familiar,putri pernah melihatnya tapi di mana?
"Putri kembaliin fotonya"Renita berusaha mengambil foto foto tersebut dari tangan Putri.
"Ets apaan sih, liat nih kalau papa aku nyampe tau kamu masih nyimpen nih foto bisa jadi kamu akan langsung di ceraikan."
Renita menggeleng ia tidak mau mas Bima akan menjadi salah paham.
"Dua foto aku kasih ke kamu tapi satu foto ini akan aku simpan," Putri mengambil foto anak kecil itu.
"Putri jangan foto itu yah."
"Pelit banget sih siapa juga yang mau nyimpen nih foto kampungan lama lama, nanti pasti juga aku balikin."
Semenjak pristiwa kemarin Tara menjadi diam dan Tara memilih menghindari Kheno. tapi kali ini Kheno tidak tahan, ia tidak tahan di diamkan seperti ini oleh Tara.
Apa lagi di sana ibu menelpon terus menerus menanyai kabar dirinya dan kapan pulang. Kheno benar benar bingung, ia sengaja tidak memberi tahu ibunya tentang keberadaan Tara, karena Kheno ingin memberikan sebuah kejutan yang tak biasa tapi Bagaimana kalau Tara dan juga anaknya tidak mau ikut ia pulang ke jakarta.
__ADS_1
Kheno bangkit ketika mendengar pintu kanar Tara terbuka. ia menghampiri Tara yang dapat ia pastikan jika Tara ingin mengambil minum di dapur.
"Apa kamu masih marah pada ku,maaf itu semua aku lakukan demi sebuah kebaikan."
"Sudahlah aku capek, aku males debat ini udah malem mending kamu tidur" wajah Tara memelas ia terlihat begitu lelah.
"Katakan apa yang bisa aku lakukan agar kamu mau memaafkan ku?"
"Udah yah Khen aku capek," Tara tidak jadi ke dapur ia terpaksa putar balik ke kamar.
hap.Kheno berhasil memeluk Tara dari belakang."Khen,apa yang kamu lakukan!? lapasin."
"kita sudah lama tidak seperti ini",chupp.Kheno mengecup leher belakang Tara.
Sisi kejantanan Kheno memuncak, pertanda ia sangat membutuhkan wanitanya.
Sudah lama Tara tidak merasakan sentuhan yang selama ini ia impikan,rasanya sangat geli ketika beberapa kali Kheno mengecup leher belakangnya.
Kheno membalikan tubuh Tara menghadapnya, kemudian ia berhasil mengecup benda kenyal kemerahan itu, sementara Kheno semakin mempererat pelukannya pada Tara.
Tara berusaha melepaskan tubuh Kheno agar tidak melakukannya lagi tapi kenapa seketika rahimnya menghangat itu artinya Tara menginginkan sentuhan ini tapi malu untuk mengatakanya.
Seketika Kheno menghentikan adegan itu."Tidurlah aku tau kamu tidak ingin melakukanya."Kheno ingin beranjak pergi akan tetapi Tara menarik tangan Kheno agar tidak pergi.
"Kenapa?"
"Kamu tega ninggalin aku gitu aja setelah perlakuan barusan bagaima pun aku wanita!"
Kheno begok apa pura pura gak ngerti sih.
Tanpa di duga Tara memeluk tubuh tinggi Kheno dengan erat. "Aku merindukan mu Khen,sentuh aku peluk aku Khen aku rinduu!"
Damm...
Wajah Kheno memerah rasanya, ini kali pertama dalam hidupnya mendengar tutur kata Tara yang begitu mendalam."kamu tega ninggalin aku dalam keadaan begini,"
Kheno meremas bokong Tara."Hey apa kamu ingin lebih sayang?"
Tara tersenyum lalu mengecup bibir Kheno duluan. chup satu kecupan singkat.
"Jangan melakuannya di sini, ayo kita ke kamar." Segera Kheno mengendong tubuh Tara masuk menuju kamar.
kheno merebahkan tubuh Tara di atas ranjang."aku kunci pintu dulu yah."
Padahal Tara tidak meminum alkohol tapi ketika di perlakukan seperti tadi entah kenapa Tara semakin semakin menikmatinya mungkin ini efek jika Tara merindukan Kheno. Ia jadi malu sendiri jadinya bisa bisa nya ia berlaga seperti mengemis sentuhan saat tadi.
Kheno kembali setelah mengunci pintu kamar ia mencondongkan tubuh mendekati wajah Tara."Apa kamu sudah siap?"
__ADS_1
Di lihat secara dekat seperti ini Tara sadar Kheno tambah tampan saja, bahkan aura ke suamian saja itu terpancar dari postur wajahnya.
"Hey kenapa diam?"Kheno bertanya sekali lagi setelah melihat wanita nya hanya terdiam tidak memberi respon.
"Kamu terlalu banyak bicara pak dokter"Chupp.Tara memangut bibir Kheno duluan, sementara Kheno pun mulai membalas ciuman itu.
ciuman di bibir beransur lama,Kheno berhenti sejenak memberikan jeda agar Tara bisa mengambil nafas.
Tara tersenyum. Kheno berdiri ia pun membuka bajunya atasnya, ia kembali dan berada di atas Tara.
"Aku merindukan tubuh mu," Kheno berucap sembari membuka kancing baju Tara dari atas.
"Merindukan tubuh ku? Jadi kamu tidak merindukan aku?"
"Jadi apakah kamu ingin aku rindukan?"
Tara diam,dia seperti mengambek dia menghentikan tangan Kheno yang berusaha membuka kancing bajunya miliknya.
"Hentikan aku tidak ingin"Tara membuang muka ke samping,matanya memerah seperti menahan tangis.
"Loh kok marah, enggak sayang aku cuma becanda. tubuh mu yah diri mu yah itu sudah pasti jika aku juga merindukan mu. percaya deh jangan marah yah"
"Habisnya kamu gitu hiks hiks"Tara menangis, dengan gemas ia memberi Kheno pelajaran dengan mencubit pipi Kheno.
"Sakit! tapi gak apa apa deh di cubit sama istri tercinta sendiri. udah jangan nangis lagi yah"
"Emang kamu cinta aku?"
"Yess l love you so much!"
Chupp. Kheno mengecup Pucuk kepala Tara,kecupan ini menandakan ketulusan cinta. "Kamu cinta aku kan?"
"Keano dan Kayra adalah bukti cinta ku pada mu Khen."
Kheno menjadi Haru ia mendekap Tubuh Tara."Maaf selama ini aku selalu banyak salah, maaf selama ini aku tidak pernah membahagia kan mu,aku selalu membuat mu sulit,dan maaf sebelumnya aku sudah salah paham dengan mu,maaf karena aku tidak pernah ada saat kamu mengandung serta menjaga kedua anak kita tidak ada aku"
"Aduuh iya. udah kan ngomongnya, mau lanjut gak?"
"Jadi dong," Kheno melanjutkan membuka kancing baju Tara, dan di sana ia menemukan dua bukit kembar yang terbungkus dalam bra bewarna nude."Dulu anak kita sering di beri asi dan sekarang gantian papinya yang merasakan asi maminya.
"Hahaha nakal. aw Khen jangan di gigit sakit! ingat kamu bukan bayi"
"Tapi kamu menikmati nya kan sayang!" Kheno meremas dua benda kenyal bergantian lalu kemudian mengemutnya layak permen.
"Khen, beri saja tanda pada dada ku saja dan jangan di leher, aku besok harus menjaga toko apa nanti kata orang-orang."
"Aku tidak sabaran untuk membuat adik untuk Keano dan Kayra, apa kamu sudah siap sayang?"senssor wkwk.
__ADS_1
Sepanjang malam dua sejoli yang sudah terlalu lama tidak memadu kasih itu melakukan malam dengan begitu lancar tanpa adanya hambatan kini sudah terlihat jelas jika mereka saling mengatakan cinta di malam itu.
Kelanjutan dari bab ini ada di bagian 30 yah readers....