
''Besok tante Clarisa sama om
James akan berkunjung kerumah kita bersama putri kecil mereka Aluna, kalian pasti kenal mereka kan''? tanya Tara pada kedua anaknya di sela-sela makan malam.
Sontak Keano dan Kayra langsung menghentikan makan malam mereka kemudian mereka merasa senang.
''Wuah benarkah mi, mami gak bohong kan"_ Keano.
''enggak, buat apa mami bohong?''
''yeay berarti besok Kayra ada temen main berbie dong"_Kayra.
''Kira-kira mereka akan datang kerumah kita jam berapa Mi''? Tanya Keano.
''Mami sih kurang tau yang jelas kita tunggu aja besok siang''.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Di sisi lain Kheno sudah mempersiapkan semuanya ia begitu antusias selain mempersiapkan diri untuk mengunjungin rumah Tara Siang ini ternyata ia juga telah mempersiapkan beberapa parsel makanan, minuman, baju, serta beberapa mainan yang mahal untuk kedua anaknya.
Kali ini Kheno tenga berada di kasir mall untuk membayar semua total belanjaannya.
''Totalnya 11.459.000.00 pak''
Tanpa berbasa-Basi Kheno langsung membayar semuanya dengan blackcart nya
Lelaki itu tidak tau kehadirannya secara tiba-tiba di terima Tara atau tidak yang jelas ia hanya sedikit berusaha untuk meminta maaf atas kesalahannya di masalalu.
Kehadiran Clarisa, James serta putrinya Aluna telah di tunggu lama oleh Tara dan juga kedua anaknya ia juga telah masakan istimewa untuk mereka.
Tara telah merpersiapkan beberapa masakan di atas meja dengan di bantu Gea.
''Mbak emang jam berapa mereka akan datang?''
''Kayaknya sebentar lagi deh Ge''
''semuanya telah selesai kalau gitu apa lagi mbak yang harus aku bantu?''
''sudah cukup, sebaiknya kamu istirahat aja dulu''
''oh kalau gitu aku pergi kekamar dulu yah mbak''
''hm iya''
1 jam kemudian, Tara, Gea, Keano dan juga Kayra telah lama menunggu kedatangan Keluarga kecil Clarisa. Sedari tadi Keano selalu menguap karena menunggu terlalu lama.
''Mi.., mami yakin kan Tante Clarisa akan datang siang ini?''_ Kayra.
''Yakin sayang kita tunggu aja yah''
''tapi mi Keano mudah ngantuk jika terlalu lama menunggu, kan menunggu itu gak enak mi''_Keano.
''Iya sabar yah pasti sebentar lagi mereka datang''
Gea mengusap rambut Keano gemas. ''Hehehe tau dari mana Ken jika menunggu itu tidak enak?''
''Iya tan soalnya kemarin habis nonton ftv''
Beberapa kali Tara menghubungin James dan Clarisa namun handphone keduanya tidak aktif.
''Sudah hampir jam 2 tapi mereka belum juga sampai''
''Coba hubungin lagi aja mbak?''
''sudah, tapi nomor mereka tidak aktif''
__ADS_1
karena terlalu lama menunggu sungguh membuat Tara merasa haus. Jadinya ia ingin beranjak menuju dapur.
Baru setenga beranjak dari tempat duduk, bel pintu tiba-tiba berbunyi nyaring bahkan membuat Tara begitu senang karena di yakini yang memencet bel adalah Clarisa dan James.
''Tuh kan sepertinya mereka telah sampai, apa mami bilang kalian harus sabar. Yaudah kalian tunggu biar mami yang buka sekali gus mami juga
Mau omelin mereka karena telah membuat kita lama menunggu''
Untuk menuju pintu depan Tara harus melewati satu ruangan yaitu ruang tamu. Bahkan dirinya sangat begitu semangat membuka kan pintu.
Kini Tara telah sampai di depan pintu dan bersiap untuk membukanya.
*Ceklek*
setelah beberapa detik pintu terbuka, Tara yang ingin membuka suara pun menjadi marasa bingung, sementara orang yang di tungguh sebenarnya bukanlah keluarga Clarisa melainkan seorang lelaki yang sedang menunduk di hadapanya. Wajah lelaki itu tidak terlihat Sebab wajahnya tertutup oleh parsel makanan.
Tara mencoba bertanya.
"Maaf..., anda siapa yah. Perasaan saya tidak memesan semua parsel sebanyak ini''. pikirnya lagi tidak mungkinkan Clarisa yang memberikan semua parsel mahal itu, kalau pun Clarisa yang memberikannya tidak mungkin juga Clarisa memberikan ini semua kepada Tara melalui orang asing.
Kalau di pikir-pikir Tara nampak tidak asing dengan lelaki yang ada dihadapannya ini, terlihat dari postur tubuh kekarnya sepertinya Tara perna mengenalinnya walau wajah tertutupi.
Sudah cukup bermain sembunyinya ini saatnya ia memperlihatkan siapa dirinya sebenarnya meski di dalam terasa gugup dan gemetar. Lelaki itu kemudian menunduk untuk menaru parsel itu di bawah lantai.
Setelah hitungan beberapa detik akhirnya wajah lelaki itu dan Tara saling bertemu.
''K-KKamu...''
Mungkin seperti ombak yang mengaduk-aduk lautan, mungkin seperti sebuah petir yang yang seketika menyambar hati dan perasaan. Sudah 6 tahun berlalu, bahkan dirinya sangat berusaha keras untuk melupakan kenangan pahit yang dulu. Namun Kini lelaki ini seketika datang setelah sekian lama.
Rasanya kaki begitu tak kuat untuk menginjak bumi. Tara hampir saja oleng jika lelaki itu tidak menahan lengannya agar tidak jatuh.
Tara terlihat tidak menyukai ketika lelaki itu menyentuhnya. ia menepis tangan kekar itu.
''Lepaskan Aku! siapa kamu? Aku merasa tidak mengenal kamu. Mau apa kamu datang kemari? jika kamu tidak ada urusan yang penting lebih baik kamu pergi dari rumahku sekarang juga!''
''Apa kamu bilang. Maaf, memperbaiki semuanya dari awal, Dan maaf sepertinya aku tidak tertarik untuk mengulangin hubungan ini dari awal! dan tolong sebaiknya kamu pergi sekarang juga dari sini sebelum aku meneriaki kamu sebagai maling''
''Tara aku mohon izinkan aku untuk memperbaikin ini semua, yah aku tau aku salah, aku telah salah, aku salah telah menuduhmu yang bukan-bukan aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi demi hubungan kita dan juga kedua anak kita.''
''Kedua anak kita Kamu bilang!. bagaimana bisa kamu berkata seperti itu. Mereka berdua adalah anakku dari laki-laki lain dan bukan dari kamu!'' Tara terpaksa berkata bohong untuk memanipulasi lelaki itu tapi bagaimana pun lelaki itu bukanlah lelaki bodoh yang mudah di bodohi.
''Kenapa kamu berbohong, aku yakin mereka anak-anakku, ada ikatan batin di antara kami, dan kamu juga tidak dapat membohongin ku karena wajah mereka sangat mirip denganku''
Tara sudah tidak tahan lagi dengan situasi ini pada akhirnya ia terpaksa menggunakan tenaganya untuk mendorong tubuh itu menjauh. Sebelum kedua anaknya mengetahui hal ini.
''Dasar cepat pergi dari sini, karena mereka bukanlah anak-anakmu, aku pastikan bila kamu tidak akan bertemu mereka!''
Keano dan Kayra yang merasa maminya sangat lama berada di luar pun merasa heran apa lagi terdengar seperti suara keributan di luar.
Mereka yang cukup penasaran akhirnya mereka melihat keadaan di luar dan di ikuti Gea yang mengekorin dari belakang.
''Tolong jangan egois. Mereka berdua pasti sangat membutuhkan aku Tara! kamu juga tidak bisa melarangku untuk bertemu mereka karena Keano dan Kayra adalah anak-anakku juga''
Kalimat kebenaran di akhir pertebatan cukup membuat Keano dan Kayra diam seketika. Apa lagi ia melihat maminya mendorong seorang laki-laki untuk pergi, dan mereka juga sempat mendengar bahwa lelaki itu menyebut mereka berdua sebagai anaknya.
"Apa benar om papi kami?" Tanya Kayra polos.
Jujur Tara sangat tidak ingin melihat kedua anaknya mengetahui pristiwa ini pun merasa terkejut. Jadinya ia malah ingin cepat-cepat membawa kedua anaknya untuk masuk.
''Tidak sayang, dia bukan___''
__ADS_1
belum sempat Tara berbicara, lelaki itu terlebih dahulu menghampiri kedua anak itu. Lelaki itu berjongkok untuk menyamai posisi mereka.
''Iya benar om adalah papi kalian"
"loh bukanya om yang waktu itu yah?_Keano.
''Ingatan mu cukup bagus." Ucapnya sambil mengusap lembut rambut Keano.
''Jadi apa om tidak berbohong, bahwa om papi kami''_Keano.
"Keano, Kayra! cukup!"
''Tidak. om tidak mungkin berbohong maaf om tidak pernah memberi tahu hal ini kepada kalian''
''Jika om papi kami, lalu kenapa om tidak pernah bersama kami selama 6 tahun belakangan ini. Kami hanya hidup bersama mami tanpa adanya papi, dan mami juga sering bilang kalau papi lagi sibuk kerja dan gak bisa pulang kerumah''_Kayra.
Pertanyaan Kayra cukup membuat hati kecil lelaki itu terasa sakit, rasanya ingin menangis ketika begitu menyesali pristiwa masalalu.
Bahkan sedari tadi Tara hanya bisa menangis membelakangin mereka, ia tidak sanggup melihat situasi dadakan seperti ini. jika mereka di pisahkan kemungkinan besar itu juga akan melukai hati kecil kedua anaknya.
Bahkan Gea sangat tidak mengetahui hal ini. Gadis itu hanya berpikir mungkin lelaki itu adalah ayah kandung Kayra dan Keano.
"Selama 6 tahun ini papi kerja keras untuk kebutuhan kalian di masa yang akan datang. PercayaLah papi sangat merindukan kalian maaf jika papi baru mengatakan hal ini sekarang, lalu apakah kalian juga Merasakan jika om adalah papi
Kalian?"
keduanya mengangguk.
''wajah om sangat mirip dengan wajahKu.dan aku juga nyaman kok saat berada di dekat om, dan aku percaya bahwa om papi kami''_Keano.
''Dugaanku waktu itu cukup benar. Bukan hanya wajah yang terlihat mirip tapi cara om berbicara begitu menimbulkan ikatan batin buktinya sakit gigiku hilang sekejap saat di sentuh sama tangan om''
lelaki itu tersenyum bahagia mendengar jawaban dari anak-anaknya. Ia langsung memeluk keduanya erat. Dan membalasnya erat.
''Papi bersyukur jika kalian sudah percaya dan mau menerima papi.''
''ia papi, kami juga sangatlah bahagia jika papi sudah kembali bersama kita''_Keano.
''Dan mulai besok aku akan menunjukan kepada teman-teman sekelasku bahwa aku juga punya papi''_Kayra.
Saat masih memeluk papinya, Keano juga sempat melihat bahwa maminya sedang membelakangi mereka.
"Mami sini, peluk papi juga. Aku yakin kok bahwa Mami juga sangat merindukan papi''
Tara hanya bisa menggigit bibir bawah nya yang terasa mati rasa. Di saat Keano memintanya untuk memeluk lelaki yang telah menyakiti perasaanya.
Lelaki itu paham dengan keadaan hati Tara saat ini. Dia pun menyudahi memeluk kedua anaknya.
''Sebelum kamu menyuruh mami memeluk papi,. Kamu tenang saja tadi mami sudah peluk papi bahkan bukan hanya sekali nantinya juga mami akan peluk papi berkali-kali''
''Benarkah apakah papi dan mami saling menyangin?_Kayra.
''Tentu papi dan maminya saling menyangin bahkan sangat''
*Bisa kalian rasakan lelaki itu adalah Kheno*
Sebelum Kayra dan Keano menanyakan jenis pertanyaan lebih detail, Kheno mengalikan mereka berdua.
"Oh iya papi juga punya banyak hadiah baru untuk kalian berdua''
''wah papi apakah mainan ini semua untuk kami''_Kayra.
''Tentu saja, ini semua untuk kalian semoga kalian suka yah''
__ADS_1
''iya pi makasih kita suka kok"