
Elena berjalan keluar dari ruangan rapat, dengan sedikit terburu-buru karena ia harus cepat menjemput triple twins. Setelah sampai di parkiran ia langsung memasuki mobil, sebelum menjalankan mobilnya Elena terlebih dahulu melepas sanggul pada rambutnya beserta melepaskan kacamata yang ia pakai. Elena tidak ingin triple twins melihat penampilannya yang cupu, pasti akan muncul kecurigaan pada mereka terutama Narendra, anak pertamanya itu memiliki rasa penasaran dan curiga yang akut entah menurun siapa sifatnya itu
Tanpa Elena sadari ada sepasang mata yang melihatnya. "Ternyata benar kau" gumam orang itu sembari tersenyum smirk
Siapa seseorang tersebut? Tentu Vegas karena setelah Elena keluar dari ruangan ia langsung membuntuti Elena dengan hati-hati
Melihat mobil Elena yang melaju keluar dari parkiran, Vegas pun bergegas memasuki mobilnya
Beberapa saat Elena merasa ada yang membuntutinya, saat melihat mobil yang membututinya lewat kaca spion sontak mata Elena melebar
'Kenapa dia membuntuti ku' batin Elena
Elena pun langsung merogoh ponsel untuk menghubungi anak buahnya dan memasang earphone di telinganya
"Cepat kau bantu aku untuk lepas dari seseorang yang membututiku" ucap Elena ketika sudah tersambung "akan ku kirim lokasi ku sekarang" lanjutnya dengan suara dingin
"Baik" sahut orang diseberang telepon
Elena pun langsung mengirimi lokasi nya kepada anak buahnya, hanya butuh beberapa menit terlihat gerombolan mobil, gerombolan tersebut adalah anak buah Elena
Setelah mendapat kode Elena langsung melajukan mobilnya kencang dan dengan sigap mobil anak buahnya menghalau mobil Vegas, mereka seperti membuat kerumunan dan berbaur dengan mobil-mobil lainnya. Tidak akan ada yang menyadari kalau kerumunan tersebut hanyalah rekayasa
Hingga mobil Elena sudah pergi jauh dari pandangan para anak buah pun langsung langsung menormalkan laju mobil mereka
Vegas yang mendapati kehilangan jejak Elena merasa sangat kesal dan marah. Spontan ia langsung menghubungi sang asisten
"Will cepat kau cari informasi tentang Elena Thomson sampai akar-akarnya, aku ingin kau mengirim laporan sore nanti" putus telepon Vegas tanpa memberi kesempatan Williams menjawab
Williams yang mendengar itu dan juga pemutusan telepon secara sepihak membuat dirinya kesal 'sial kenapa tuan selalu memutus sambungan secara sepihak belum lagi tugas yang ia berikan harus sudah ada laporan sore nanti, oh Tuhan mengapa kau memberiku bos yang seperti itu' batin Williams
Sementara Elena yang sudah tidak dibuntuti lagi tersenyum smirk 'huh kau tak akan bisa menangkap ku tuan vegas'
************************
"Mamah" teriak Nayra ketika mendapati sang mamah sudah datang menjemput
Elena pun langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang putri
__ADS_1
"Bagaimana sekolahnya sayang?" Tanya Elena
"Baik mah, hari ini guru memuji ku karena gambar yang ku buat" jawab Nayra dengan mata berbinar
"Ohh ya, hebat sekali anak mamah ini" Elena dengan gemas mencium kedua pipi gembul sang putri
"Mamah" kini Narendra dan Nathan sudah berdiri di samping Nayra, Elena dengan gemas mengacak-acak rambut Narendra dan Nathan
"Kalau begitu karena waktu masih panjang sebelum malam bagaimana kalau kita ke mall?" Ucap Elena dengan senyum lembutnya
Triple twins pun spontan bersemangat, mereka berempat pun langsung memasuki mobil untuk ke mall
...~Sore hari di kantor CEO perusahaan Vegas~...
Tok tok tok
"Masuk"
Will masuk kedalam ruangan dengan membawa beberapa berkas di tangannya dan menghampiri meja CEO
Vegas pun mengambil berkas tersebut dan membukanya
"Elena Thomson, wanita berumur 27 tahun cucu dari Jordan Thomson, wanita janda dengan 3 anak kembar. Suaminya meninggal karena kecelakaan ketika ia mengandung anak mereka. Bekerja di salah satu perusahaan di negara A dan kemari untuk menjadi perwakilan perusahaan tersebut. Tidak ada catatan lain selain itu tuan, karena seperti ada yang sengaja menutup tutupi informasi tentang Elena Thomson" jelas Williams
Vegas yang mendengar pun hanya tersenyum misterius
Sang asisten yang bingung dengan ekspresi sang tuan tidak sanggup untuk tidak melontarkan pertanyaan kepada sang tuan "ada masalah tuan? Kenapa anda meminta data tentang Elena Thomson?"
"Kau tau Will, dia adalah Elena El Bacas. Istriku yang kabur 7 tahun yang lalu hanya saja ia mengubah marga dan penampilannya tapi tidak akan bisa menutupi jati dirinya yang asli dihadapan ku"
Will yang mendengar pernyataan sang tuan pun terkesiap kaget, ia tidak menyangka bahwa wanita cupu tadi adalah sang nyonya yang kabur dari tuannya 7 tahun yang lalu
"Benarkah itu tuan?" Tanya Will memastikan
"Kau tak percaya padaku" jawab Vegas mengintimidasi
"Ti-tidak maksud saya bukan begitu tuan"
__ADS_1
"Sudahlah aku mau pulang" Vegas berdiri dan meraih jasnya keluar dari ruangannya
"Tapi tuan banyak berkas-berkas yang belum anda tanda tangani"
"Kau kirim saja ke masion akan ku tanda tangani disana" ucap Vegas dan berlaku pergi
"Baik tuan "
...~Malam hari di masion Elena~...
Triple twins sedang mengerjakan tugas dari sekolah mereka dan Elena yang mendampingi mereka. Melihat triple twins yang hampir menyelesaikan tugas, Elena langsung beranjak dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk membuatkan susu untuk mereka. Itulah rutinitas untuk triple twins sesudah bangun maupun akan tidur yaitu meminum susu
Elena kembali dari dapur dengan nampan yang diatasnya ada 3 gelas susu untuk triple twins
"Ayo sayang minum susunya dan tidur, namun sebelum itu kalian harus gosok gigi dan cuci kaki oke" ucap Elena dengan memberikan gelas susu kepada mereka
Triple twins pun langsung meminum habis susu tersebut dan beranjak akan menuju ke kamar mereka masing-masing
"Mamah mau gendong" ucap Nayra dengan nada manjanya
Elena pun langsung menggendong Elena dan membawanya ke kamar, sementara Narendra dan Nathan mengikuti dari belakang
Setelah melakukan rutinitas sebelum tidur Narendra dan Nathan menuju kamar masing-masing sebelum itu seperti biasa Elena akan memberikan mereka kecupan di pipi gembul mereka
"Selamat malam sayang mimpi indah" ucap Elena
"Malam mah" ucap Narendra dan Nathan bersamaan
Sementara Nayra masih belum ingin tidur dan meminta Elena untuk menidurkannya
Setelah beberapa saat terdengar dengkuran halus dari sang putri pertanda Nayra sudah tertidur pulas
Elena dengan hati-hati menyelimuti Nayra dan mengecup kening putrinya "selamat malam sayang mimpi indah"
Setelah itu Elena beranjak keluar dari kamar Nayra dan menuju kamarnya untuk tidur
"Huffff hari yang melelahkan" ucap Elena ketika ia sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur dan perlahan-lahan ia memejamkan matanya dan terbang kedunia mimpi
__ADS_1