Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
27


__ADS_3

Sinar matahari masuk melalui celah gorden membuat Elena terusik lalu ia merubah posisi tidurnya. Perlahan-lahan ia membuka matanya, yang Elena lihat pertama kali adalah wajah Elvaro yang sedang tertidur dengan tangan kekarnya memeluk tubuh Elena


Hal itu membuat Elena hampir terlonjak kaget, namun ia urungkan. Bayang-bayang ciuman kemarin malam yang tanpa aba-aba Elvaro berikan masih menari-nari di otaknya


'Jika seperti ini dia sangat tampan' batin Elena, tanpa sadar Elena mulai memegang pipi Elvaro


"Apakah kau terpesona dengan ketampanan ku" ucap Elvaro dengan suara serak khas bangun tidur sembari membuka matanya


Elena yang ketahuan lantas merasa panik "Ti-tidak kau tidak tampan" langsung saja ia menarik tangannya


Elvaro yang melihat itu menyunggingkan sudut bibirnya "Benarkah?" Lalu Elvaro mulai mendekati sang istri hingga jarak wajah mereka tinggal beberapa centi saja


Wajah Elena bersemu merah bak kepiting rebus reflek ia menjauhkan wajahnya dari wajah Elvaro, tapi sebelum itu Elvaro lebih dahulu meraih tengkuk leher Elena dan menempelkan bibirnya dengan bibir Elena.


Elena yang mendapatkan serangan mendadak pun mulai memberontak agar dilepaskan, karena tak kunjung dilepaskan Elena langsung menggigit bibir Elvaro hingga mengeluarkan darah dan langsung berlari ke kamar mandi


Sementara Elvaro menyeka bibir yang mengeluarkan darah menggunakan tangannya 'Menarik' batin Elvaro menyeringai


************


Elena menatap wajahnya di cermin "Tenang El, hufff" Elena mencoba menenangkan jantung yang berdetak begitu cepat


Dirasa sudah membaik Elena mulai berjalan ke bathtub untuk berendam sejenak


Sekitar 20 menit Elena didalam kamar mandi, akhirnya Elena keluar menggunakan jubah mandi milik Elvaro karena tidak membawa baju ganti. Ya bagaimana membawa jika baru bangun mendapatkan serangan mendadak seperti itu


"A-aku sudah selesai, sekarang kau bisa mandi" ucap Elena terbata-bata pada Elvaro yang duduk di tepi ranjang memainkan handphonenya


Elvaro menoleh pada sumber suara dan mulai mendekati Elena "apakah kamu suka memakai bathrobe ku?" Tanya Elvaro tepat di telinga Elena dengan nada sensual


Nafas Elvaro yang hangat mengenai telinga Elena yang membuatnya meremang "Ti-tidak aku lupa membawa baju tadi" ucap Elena terbata-bata


"Hmm, semua bajumu sudah ditata di walk in closet" Elvaro pun memberi kecupan singkat di bibir Elena dan berlalu pergi memasuki kamar mandi


Elena masih berdiri kaku ditempatnya 'Apa yang dia katakan tadi? kenapa dia perhatian pada ku?' Tanya Elena dalam hati 'Ah tidak, tidak mungkin orang menyebalkan seperti itu memiliki rasa perhatian' Elena pun menggelengkan kepalanya


Lalu ia beranjak memasuki walk in closet untuk berganti pakaian

__ADS_1


**********


Elena sudah siap dengan pakaian kantornya, saat ini ia sedang memoles wajahnya dengan make up tipis.


Elena mengenyitkan dahinya ketika melihat Elvaro yang sepertinya kesusahan memasang dasi lantas ia berdiri dan beranjak pergi mendekati Elvaro


Tanpa basa basi langsung saja Elena meraih dasi tersebut dan dengan telaten memasangkan dasi Elvaro "Bisakah kau sedikit menunduk, aku kesusahan memasangnya" pinta Elena karena tinggi Elena hanya sampai pundak Elvaro


Elvaro tersenyum tipis, lantas ia menunduk seperti permintaan Elena. Sebenarnya Elvaro bisa memasang sendiri dasinya, tapi ia hanya ingin menguji kepekaan istrinya itu. Apakah dia akan membantunya layaknya seorang istri atau mengacuhkan saja. Dan sekarang ia sudah mengetahui jawabannya. Juga ada alasan lain supaya ia lebih dekat dengan Elena, entah sejak kapan Elvaro merasa lebih senang ketika Elena berada didekatnya


(Modus banget nih si Elvaro ~author)


"Sudah" ucap Elena lalu beranjak pergi


************


"Selamat pagi mom, dad, lexa" sapa Elvaro yang turun dari tangga dan disampingnya ada Elena


"Pagi" jawab serempak


"Pagi semuanya" sapa Elena dengan senyuman di bibirnya


"Pagi"


**********


"Mom dad, lexa berangkat kuliah dulu" Alexa pun bangkit dari kursinya dan beranjak pergi tapi sebelum itu ia memberi kecupan singkat di pipi sang mommy dan daddy


"Da kak, dada kakak ipar" lambai Alexa


"El kamu mau kemana memakai seragam kantor?" Tanya Caroline baru menyadari jika Elena memakai setelan baju kantoran


"Pergi berangkat kerja tante" ucap Elena lembut tidak lupa senyumannya


"Jangan panggil om ataupun tante, sekarang kami adalah orang tuamu. Panggil mommy dan daddy, okey" ucap Caroline


"Ah iya tan eh maksudnya mom" Elena merasa bahagia karena masih ada orang yang mau menerimanya. Dengan adanya ayah dan ibu mertuanya, Elena merasa jika kedua orang tua kandungnya berada didekatnya

__ADS_1


"Kenapa tidak mengambil cuti?" Tanya Caroline


"El cuma mengambil cuti untuk kemarin saja mom, jadi hari ini harus masuk kerja" jawab Elena


"Aku sudah selesai, Varo berangkat dulu mom dad" ucap Elvaro berdiri beranjak pergi


"Ah Varo, kau antar sekalian Elena ke kantornya" pinta Caroline


"Tidak perlu mom, Elena berangkat naik taksi saja" tolak Elena secara halus, ia merasa tidak enak jika Elvaro mengantarnya pergi berangkat kerja


Elvaro pun kembali dan mulai memegang tangan Elena "Ayo" ajaknya lalu mulai menarik Elena pergi


Elena pun kaget ketika Elvaro memegang tangannya dan menariknya


**********


Kini mereka sudah dalam perjalanan, tidak ada yang memulai pembicaraan hingga membuat suasana menjadi canggung


Elena memilih melihat pemandangan luar kaca mobil sementara Elvaro sibuk dengan iPad nya


"Kita sudah sampai tuan" ucap Williams


Elena pun langsung turun dari mobil dan akan beranjak pergi namun belum juga ia melangkahkan kakinya suara Elvaro menghentikan langkahnya


"Nanti kujemput" ucap Elvaro dengan nadanya yang datar


"Itu tidak perlu, aku bisa pulang sendiri" ucap Elena dengan ketus


"Tidak ada bantahan, aku akan tetap menjemputmu dengan persetujuan mu ataupun tidak" ucap Elvaro masih dengan nada datarnya "Jalan Will" lanjutnya


"Dasar manusia kulkas, menyebalkan" gerutu Elena, lalu ia melangkahkan kakinya menuju kantor


Sebelum sampai kantor, Elena meminta Williams untuk menurunkannya agak jauh dari area kantor. Ia takut jika orang-orang kantor melihatnya turun dari mobil mewah hal itu akan membuat heboh


Maaf jika banyak typo


Oh author baru bisa up karena masih masa ujian, jadi masih fokus ujian. Karena itu author telat up ceritanya. Tapi author usahain untuk up meskipun jarang karena kendala ujian

__ADS_1


Semoga kalian tidak bosan dengan cerita dariku🤗


See you 😘


__ADS_2