Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Flashback 7 tahun lalu


__ADS_3

~Hari Pernikahan~


"Elena ayo cepat keluar" teriak Jasmine frustasi, pasalnya sejak 30 menit yang lalu belum keluar dari kamar mandi


Elena sangat gugup untuk melewati hari ini


"Jemputan mu sudah datang, kau akan terkejut ketika melihat jemputan mu itu" Jasmine begitu heboh ketika melihat mobil jemputan Elena


Semua urusan pernikahan diurus oleh calon mertuanya, jadi Elena hanya perlu duduk dan menunggu saja


Akhirnya Elena keluar dari toilet dan menampakkan diri. "Bisakah kita batalkan saja?" tanya Elena frustasi


"Kamu mau panti asuhan tempat kamu besar ini hancur dan rata dengan tanah?" tanya Jasmine balik


Elena pun menggelengkan kepalanya


"Kalau begitu ayo cepat" ucap Jasmine tak sabar, ia sangat semangat dengan pernikahan sahabatnya ini


Elena pun mengambil kalung berliontin bulan itu dan memasangnya di leher jenjangnya dan melepaskan kalung perjodohan. Dengan begini rasa gugupnya sedikit berkurang


Setelah bersiap mereka pun meninggalkan panti asuhan


Elena menggunakan mobil Bentley Mulsanne putih yang berhias bunga mawar. Sebuah mobil mewah yang merupakan salah satu sekian banyak mobil yang dimiliki keluarga De Vegas. Sementara Jasmine berada satu mobil dengan Elena


Dibelakang ada iring-iringan menuju masion kediaman De Vegas tempat berlangsungnya pernikahan


Mobil yang membawa Elena telah memasuki gerbang masion keluarga De Vegas yang dijaga ketat oleh beberapa orang yang berjas hitam. Jarak gerbang dan masion cukup jauh, disepanjang jalan disuguhi dengan taman yang inda dan penuh dengan bunga-bunga


Kedatangan Elena disambut oleh anggota keluarga inti De Vegas, bahkan Reynard sudah berdiri tegak menyambut kedatangan Elena


Elena turun dari mobil, ia mengenakan dress sepanjang lutut rambutnya digerai dan terlihat anggun meskipun pakaian yang ia kenakan sederhana


"Selamat datang Elena di masion keluarga De Vegas. Kau pasti sudah kenal denganku juga istriku yang menemui mu tempo hari dan ini Alexa adik dari Elvaro" jelas Reynard ramah, Alexa tersenyum kikuk


"Te-terima kasih telah sudi menerima kami. Perkenalkan ini sahabat ku Jasmine"


Jasmine pun menjabat tangan Reynard Caroline dan juga Alexa dengan antusias

__ADS_1


Masion De Vegas begitu luas dan megah. Terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi masing-masing dengan desain klasik abad 19. Berdiri diatas tanah yang memiliki luas 4.000 m. Terdapat berbagai fasilitas olahraga dan bahkan terdapat lapangan golf pribadi. Belum lagi luas dari garasi bawah tanah yang dapat menampung belasan mobil super mewah yang menjadi koleksi mereka, dan jujur saja hal ini membuat Elena tidak nyaman. Dirinya dan Elvaro terlalu berbeda


Para pelayan dan beberapa orang dari wedding organizer terlihat sibuk di masion tersebut


Elena segera dibawa ke ruangan khusus pengantin wanita dimana sudah ada beberapa orang yang akan membantunya bersiap, sedangkan Jasmine dibawa keruangan lain untuk berganti pakaian dan di dandani


Di perjalanan Jasmine bertemu dengan Elvaro yang juga akan bersiap


"Apa kau teman dari Elena?" tanya Elvaro menatap Jasmine


Jasmine memandang kagum dengan rupa dari Elvaro yang tampan tidak bahkan sangat tampan. "Eh iya" jawab Jasmine ketika sudah sadar dari lamunannya


"Dimana Elena?" tanya Elvaro lagi


"Elena sedang bersiap-siap" jawab Jasmine


Sebuah senyuman terbit dari bibir Elvaro, mengingat perempuan yang keras kepala menolaknya kini datang ke masion nya untuk menikah dengannya 'Aku tau kau akan datang Elena, ternyata semudah itu menggertakmu' batin Elvaro dalam hati, ia merasa menang saat ini.


Karena terlalu mengamati wajah tampan Elvaro, tidak sengaja Jasmine menjatuhkan kertas yang berisi janji suci pernikahan milik Elena


Elvaro yang melihat itu sengaja tak memberitahu Jasmine dan berusaha membuat Jasmine pergi


Tapi tidak dengan Elvaro, ia mengambil kertas tersebut dari atas lantai dan kemudian membacanya dengan tersenyum miring


"Hmmm nona Elena El Bacas benarkah hanya ini janji yang kau berikan padaku??" gumam Elvaro pada dirinya sendiri. Ia tersenyum miring dengan banyak akal di pikirannya


"Aku rasa janjimu terlalu pendek, sayang" gumam Elvaro pelan dengan senyum licik menghiasi wajahnya


Setelah memastikan kertas tersebut aman di saku celananya, Elvaro kembali melangkahkan kaki menuju ruangan khusus pengantin pria untuk mempersiapkan dirinya


***


"Bagaimana tuan Elvaro? Anda puas dengan hasilnya?" tanya seorang lelaki centil yang membantu Elvaro bersiap


Elvaro menatap pantulan dirinya di cermin. Tentu saja ia merasa puas, dirinya terlihat sangat tampan dengan setelan jas klasik hasil karya dari desainer terkenal. Perpaduan warna hitam, putih dan abu-abu yang menyempurnakan penampilannya di hari istimewa ini


"Saya puas, kalian boleh keluar terimakasih"

__ADS_1


Setelah bersiap Elvaro tidak langsung keluar kamar. Ia terlebih dahulu mengambil kertas janji pernikahan milik Elena. Dengan senyuman lebar Elvaro menambahkan beberapa kata-kata lain pada kertas tersebut


Setelah selesai, Elvaro keluar dari kamar dan berjalan penuh percaya diri menuju tempat prosesi pernikahannya di mana semua orang berdiri menyambut kedatangannya dengan tatapan kagum


Di depan sana sudah berdiri sahabat Elvaro yang menjadi pendamping pengantin pria "Kamu terlihat sangat luar biasa" bisik Juan sungguh-sungguh


"Aku tau" jawab Elvaro jumawa


Elvaro berdiri dengan tegak menunggu calon istrinya yang menurutnya biasa saja. Elvaro bersikeras menikahi Elena bukan karena jatuh cinta, melainkan karena egonya sebagai laki-laki yang nyaris sempurna dan tiba-tiba ada seorang wanita biasa yang menolak dijodohkan dengannya


Di ruangan lain, Elena duduk termenung di depan cermin dengan tatapan kosong. Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Ia tidak menyangka jika pada akhirnya akan mengenakan gaun putih pernikahan


Hal ini sangat diimpi-impikan oleh semua perempuan yang ada di muka bumi ini yaitu datanya hari pernikahan. Tapi tidak dengan Elena yang terpaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya maupun sebaliknya


Elena pun menghela nafas berat


"Wow kamu cantik sekali. Elvaro beruntung mendapatkan mu sebagai istrinya" ucap Reynard memuji Elena. Kedatangan Reynard memang tidak diketahui Elena dikarenakan kesibukan Elena yang melamun


"Terimakasih Om tapi sepertinya anda terlalu memuji berlebihan" sahut Elena malu-malu


Saat ini Elena memakai gaun putih tanpa hiasan berlebih. Make up nya pun sangat natural, rambutnya digerai dengan mahkota yang menghiasi kepalanya


Walaupun make up terkesan natural, tetapi Elena terlihat sangat cantik


"Ayo saatnya sudah tiba" ucap Reynard mengulurkan tangannya untuk Elena raih. Karena Elena yatim piatu, maka Reynard lah yang akan membawanya ke altar pernikahan


Dengan sedikit ragu Elena meraih uluran tangan tersebut, ada rasa hangat yang menjalar di dadanya saat Reynard membelai lembut jemarinya dan berkata "Mulai sekarang kamu akan menjadi anakku. Bukan sekedar menantu. Kuharap Elvaro dapat mencintai mu dan memperlakukan mu dengan baik" ucapnya sungguh-sungguh


Elena yang mendengar itu tersenyum dan matanya mulai mengembun di waktu bersamaan. Ia begitu merasa terharu dengan ucapan dari Reynard. Elena merasakan keberadaan mendiang ayahnya lewat ayah Elvaro


"Terimakasih Om, semoga ini yang terbaik untuk kami berdua" jawab Elena


Ayah Elvaro mengapit tangan Elena dengan hangat seolah dia anak kandungnya. Ia menuntun Elena menuju tempat Elvaro yang berada di altar pernikahan


Bersambung~


Jangan lupa tinggalkan komen dan like kalian ๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Happy Reading (โ‰งโ–ฝโ‰ฆ)


See You ๐Ÿ˜˜


__ADS_2