
Gedoran pintu yang sangat keras dan dibarengi suara cempreng membangunkan Elvaro
Ia tau siapa yang menggedor pintu,siapa lagi jika bukan putrinya Nayra. Mengingat nama putrinya Nayra, ia teringat dengan pembicaraan nya kemarin malam dengan Rei. Memang benar nama Nayra dari Rei, alasannya karena nama Nayra adalah nama pemberian dari mamah nya. Dan sekarang Rei tidak memakai nama itu untuk menyembunyikan identitasnya, karena itulah Rei memberikan nama itu
"Mamah papah buka pintunya!"
Suara cempreng Nayra langsung membuyarkan lamunan Elvaro. Ia melihat sang istri yang mulai terganggu dengan suara Nayra
Tidak ingin sang istri terbangun dan terganggu istirahat nya. Ia langsung pergi membukakan pintu
Begitu terbuka, Elvaro melihat sang putri yang sudah cemberut. Ia tertawa pelan, sungguh Nayra saat ini sangat menggemaskan
"Kenapa papah sangat lama membukanya" protes Nayra dengan menggembungkan pipi bulatnya
Elvaro langsung menggendong sang putri dan mencium pipi gembul nya "Maafkan papah sayang, apa yang harus papah lakukan agar putri papah ini tidak marah hmm"
Mata Nayra langsung berbinar "Aku ingin jalan-jalan bersama papah mamah dan kakak. Hmm seperti piknik"
"Baiklah, akan papah kabulkan"
Nayra bersorak gembira "Aku akan memberitahukan pada kakak, oh ya pah tadi ada laki-laki yang datang. Katanya sepupu papah yang selama ini tinggal di luar negeri"
Kening Elvaro mengeyit, ia menerka-nerka siapakah sepupunya yang datang. Tapi di dalam otaknya hanya ada satu sepupunya yang menempuh pendidikan sekaligus berkarir di negeri yang cukup jauh
"Papah akan mandi dulu, nanti akan menyusul kalian"
Nayra mengangguk dan langsung turun dari gendongan Elvaro
"Jangan lari sayang" peringat Elvaro melihat sang putri yang berlari, ia takut Nayra akan jatuh nantinya
"Baik papah" sahut Nayra dan berjalan menuju tangga
Elvaro berbalik memasuki kamarnya, senyum terbit di bibirnya melihat sang istri yang sudah bangun
Cup
"Morning kiss"
Elena yang ingin melayangkan protes tidak jadi karena Elvaro kembali mencium nya
Ciuman terlepas ketika Elena mulai kehabisan nafasnya. Rona merah terlihat di pipinya, ia langsung mendorong sang suami dan berdiri ingin pergi
"Mau kemana sayang?" tanya Elvaro memeluk sang istri dari belakang
__ADS_1
"Lepaskan varo, aku inginkan mandi"
Raut wajah Elvaro menjadi masam dan langsung membalikkan "Bisakah jangan memanggilku dengan nama"
"Kenapa?" tanya Elena dengan wajah polosnya
Elvaro mendengus kesal "Berikan aku panggilan yang manis, seperti aku memanggil mu dengan sebutan honey"
Elena tertawa kecil melihat wajah Elvaro yang seperti anak kecil yang merajuk "Baiklah, akan kupikirkan panggilan apa yang cocok"
"Sudah bukan, biarkan aku pergi" lanjutnya hendak pergi
Tapi tiba-tiba tubuhnya melayang karena digendong oleh sang suami
"Ayo kita mandi bersama" ajak Elvaro dengan wajah cerahnya langsung memasuki kamar mandi
Terlihat Elena yang hendak melayangkan protes malam langsung dibungkam dengan ciuman Elvaro
Tentu saja kegiatan mandi yang sebenarnya bukanlah mandi biasa
***
"Kenapa mamah terlihat kesal?" tanya Nathan yang melihat raut wajah sang mamah terlihat kesal
"Benarkah? lalu kenapa leher mamah ada kemerahan"
Wajah Elena memerah, ia langsung memberikan tatapan tajam pada sang suami yang sudah memberikan tanda kemerahan di lehernya. Tidak hanya dileher tapi juga di tubuhnya
Kini ia kebingungan untuk menjawab pertanyaan sang putra "Eh itu, tadi ada nyamuk yang menggigit mamah"
Nathan mengangguk paham, karena memang dirinya hanyalah anak kecil yang tidak mengetahui hal yang lebih dewasa
Sementara Reynard dan Caroline menahan tawa mereka melihat sang menantu yang wajahnya memerah
"Akhirnya kau tau jalan pulang juga" celetuk Elvaro menatap seorang pria berkulit coklat yang duduk di sofa single
"Ck, aku pasti juga akan pulang kak" jawab pria itu lalu memeluk Elvaro ala laki-laki
"Iya ya, setelah bertahun-tahun kau baru datang kesini" ketus Elvaro
Pria itu hanya tersenyum tipis saja lalu pandangan nya beralih pada Elena "Dia istrimu?" tanyanya
Elvaro mengangguk "Honey, kemarilah"
__ADS_1
Pipi Elena memerah karena dipanggil honey oleh Elvaro di depan banyak orang, bahkan didepan pria yang tidak ia kenal
"Kenalkan, dia sepupu ku" ucap Elvaro
Elena tersenyum lalu mengulurkan tangannya "Elena"
Pria itu menyambut uluran tangan Elena "Aidan"
***
"Shttt awww" ringis seorang gadis yang terus meringkuk di atas kasur sembari memegang perutnya
Tok tok tok
"Kak" suara pemuda memanggil
Dengan malas dan terus menahan rasa sakit, gadis itu berjalan dan membuka pintu
"Ada apa?" tanya gadis itu dengan ketus dan ringisan di akhirnya
"Kau kenapa kak?"
Gadis itu menatap malas sang adik, apakah ia tidak tau dirinya sedari tadi memegang perutnya yang terasa keram dan seakan ditusuk ribuan jarum "Datang bulan" jawabnya singkat
"Astaga, sebaiknya kakak istirahat saja. Aku akan membuat teh hangat untuk mu"
"Terserah kau Al, aku ingin istirahat saja" usir Putri lalu kembali memasuki kamarnya
Sementara di lantai bawah lebih tepatnya dapur, Al sedang berkutat dengan semua bahan untuk membuat sup. Tapi perhatiannya tertuju pada seseorang yang turun dari tangga dengan tergesa-gesa
"Kak kau mau kemana?" tanyanya
"Ke rumah kak Elena" jawab putri
Al yang penasaran apa yang terjadi dengan Elena langsung mematikan kompor. Ia tau pasti ada suatu hal yang terjadi pada kak Elena karena kak Putri sendiri terlihat panik, bahkan tidak memakai penyamaran nya dan hanya memakai masker saja
Bersambung~
Hmm kira-kira panggilan kesayangan untuk Elvaro apa ya🤔 Bingung author. Coba dong kalian komen panggilan apa yang pas untuk Elvaro
Happy Reading (≧▽≦)
See You 😘
__ADS_1