
Setelah bertemu dengan Jasmine di restoran dan makan siang, Elena memutuskan untuk pulang
"Aku pulang" Elena masuk kedalam rumah panti asuhan
"Kau sudah pulang El, ada yang ingin bunda sampaikan" Ibu panti muncul dari arah dapur
"Iya bun, ada apa?" Elena mulai duduk di ruang tamu disusul oleh ibu panti
"Tadi bunda dapat kabar, jika pernikahanmu akan diadakan 3 hari lagi"
"APAAA, bagaimana bisa?" Tanya Elena dengan nada terkejut
"Bunda juga tidak tau, tadi siang bunda dapat telepon dari nyonya Caroline jika pernikahan dilakukan 3 hari atas permintaan putranya" jelas ibu panti
Elena yang mendengar itu sangat terkejut, apa ucapan sahabatnya tadi itu benar? Ahhh tidak mungkin 'Aku akan menemuinya besok' batin Elena
********************
...~Keesokan paginya~...
Elena sudah siap dengan setelan kantornya, dan berangkat ke kantor. Dia akan pergi menemui Elvaro nanti waktu jam makan siang
Singkat cerita, Elena sudah berada di depan perusahaan milik Elvaro. Langsung saja ia pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan ruang milik Elvaro
"Permisi nona, ruang milik tuan Elvaro dilantai berapa?" Tanya Elena sopan
"Apakah anda sudah membuat janji dengan tuan Elvaro?" Tanya resepsionis ramah
"Tolong sampaikan saja Elena El Bacas ingin bertemu"
"Baik, silahkan anda menunggu di sofa yang sudah disediakan" resepsionis pun menunjuk tempat duduk yang disediakan untuk tamu
"Terimakasih" Elena langsung menuju ke sofa yang dimaksud. Senggang beberapa saat resepsionis tadi menghampirinya
"Nona, tuan sudah menunggu anda diruangannya. Mari saya antar"
Elena pun mengganguk dan mengikuti resepsionis dari belakang
__ADS_1
**********************
Tok tok tok
"Masuk" titah seseorang di dalam ruangan
"Tuan nona Elena ingin menemui anda" ujar Williams
Elvaro yang mendengar itu menyunggingkan senyum "Suruh dia masuk" titah Elvaro
Williams pun keluar dari ruangan itu dan menghampiri Elena "Silahkan anda masuk nona, tuan sudah menunggu anda"
Elena langsung saja pergi ke ruang dimana Elvaro berada "Langsung saja tidak usah berbasa-basi. Aku ingin kau membatalkan pernikahan ini, kau tidak menyukaiku aku pun sebaliknya. Jadi lebih baik batalkan saja"
"Jika aku tidak mau" ucap Elvaro santai melipat kedua tangannya didepan dagu
Elena mengepalkan tangannya "Aku tidak akan menikah dengan mu" putus Elena, langsung saja ia pergi dari ruangan tersebut. Tapi ketika baru beberapa langkah, ia berhenti setelah mendengar ucapan Elvaro
"Jika kau tak mau, akan kupastikan rumah panti yang kau tinggali akan rata dengan tanah" Elvaro menyeringai
Brakk, pintu ditutup dengan keras
Elvaro semakin tersenyum smirk 'Kau tidak akan bisa lari dariku'
*********************
"Wah beneran kan apa yang kubilang" Jasmine sangat heboh ketika mendapat kabar jika calon suami Elena tidak mau membatalkan perjodohan. Siang tadi dia ditelepon oleh Elena untuk bertemu di cafe
Elena memutar bola mata malas "Kau itu seharusnya mendukung ku untuk memutus perjodohan, bukan malah mendukungnya"
"Aku kan tidak bisa El, jika sudah jodoh tidak akan kemana. Jadi jalani aja deh"
"Oh ayolah, aku memanggil mu agar amarah ku mereda. Tapi kau malah membuatku bertambah kesal saja" Saat ini Elena sedang dalam keadaan kesal
Jasmine hanya cengengesan "Ya mau bagaimana lagi, lihat ucapan ku kemarin sekarang sudah menjadi kenyataan bukan"
"Terserah" sahut Elena malas sembari mengaduk minumannya malas
__ADS_1
"Kau ini jangan seperti wanita yang selalu menjawab terserah ketika ditanya" Jasmine mendengus kesal
Elena mengangkat satu alisnya dan berhenti mengaduk minumannya "Ya memang aku wanita, kau kira selama ini aku pria begitu". Jasmine hanya menanggapinya dengan senyum kikuk nya
Jasmine mulai menatap mata Elena dengan berbinar-binar dan kedua tangannya dilipat memohon"Aku boleh kan ikut dalam acara pernikahan mu? Akan kudampingi mu sebagai pendamping pengantin wanita. Siapa tau nanti aku akan bertemu jodoh ku disana"
Elena hanya menanggapi dengan anggukan
********************
...~Panti asuhan, malam sebelum hari pernikahan~...
Tak ada pilihan lain bagi Elena selain menikahi Elvaro. Ancaman laki-laki itu tidak main-main dan Elena tidak mau hal itu terjadi. Bagaimanapun ia tidak ingin orang terdekatnya terkena imbas dari egonya. Disisi lain juga ada wasiat dari ayahnya, ia tidak ingin menjadi anak durhaka dengan tidak menuruti wasiat tersebut
Kini Elena sedang menulis janji suci pernikahannya. Inilah tradisi dalam keluarga De Vegas untuk menulis janji suci pernikahan yang akan dibacakan di acara makan malam keluarga setelah prosesi pernikahan dilaksanakan. Tidak hanya itu saja, dalam keluarga De Vegas juga ada tradisi jika seseorang harus setia pada pasangannya sampai maut memisahkan
Sebenarnya kertas Elena masih kosong, ia tidak tau apa yang akan dijanjikan pada Elvaro
"Janji apa yang harus aku ucapkan pada laki-laki menyebalkan itu" tanya Elena dalam hati
Elena mulai menulis sesuatu namun kemudian ia mencoret-coret kertas itu dengan frustasi kemudian ia remas dan melemparnya ke dalam tong sampah yang berada di dekat tempat ia duduk sekarang
Itu dilakukan berkali-kali hingga tong sampah penuh dengan kertas bahkan ada yang berserakan. Dia benar-benar merasa bingung
"Apa ku bayangkan saja wajahnya" gumam Elena
Bukannya mendapat inspirasi janji suci yang keluar melainkan sumpah serapah yang keluar dari bibirnya untuk Elvaro yang menyebalkan itu
Disisi lain Elvaro bersin dan merasakan dingin pada punggungnya 'Apa ada yang menyumpah serapahi diriku' tanya Elvaro dalam hati
"Aku Elena, memilih mu sebagai suami dalam keadaan bahagia atau sedih, juga dalam keadaan sehat dan sakit" ucap Elena sembari menuliskan setiap kata-katanya di atas kertas
"Oke done! Kurasa cukup" Ucap Elena dengan tersenyum puas
Besok di acara pernikahannya ia akan didampingi oleh Jasmine sahabatnya. Jasmine akan membawa kertas berisi janji suci pernikahannya. Semenjak kematian kedua orangtuanya, sanak saudara tidak ada yang mau menampung Elena dan merawatnya. Bahkan perusahaan milik ayahnya diambil oleh pamannya sendiri. Dan semenjak itulah Elena tinggal di panti asuhan
Malam ini Elena susah sekali memejamkan matanya, dirinya tengah mengamati kalung yang bertuliskan nama Elvaro yang menjadi pengikat perjodohan ini
__ADS_1