
Happy reading!!!!!(≧▽≦)
Elena memasuki kantor masih dengan wajah menahan kesal, bibir mungilnya terus berucap menyumpah serapahi Elvaro yang notabene adalah suaminya.
"Are you okey El?" Tanya salah satu teman kantornya. Temannya melihat wajah Elena yang sedari tadi menahan kesal dengan gumaman tidak jelas keluar dari mulutnya.
Elena pun menoleh "Ah it's okey" jawabnya
"Kenapa kau terlihat sangat kesal, bahkan sejak dari memasuki kantor sampai kau duduk disini wajah mu terlihat sedang kesal?" Tanya temannya lagi
"Tak apa" jawab Elena "hanya kesal dengan kulkas berjalan" lanjutnya dengan bergumam tetapi masih didengar oleh temannya
"Kulkas? Berjalan" temannya nampak bingung dengan omongan dari Elena
"Lupakan saja, sebaiknya kita cepat menyelesaikan pekerjaan kita lalu pergi makan siang"
"Baiklah"
Akhirnya mereka pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda karena obrolan
Disisi lain, terlihat seorang pria yang tersenyum tipis melihat wajah Elena yang kesal ditambah dengan bibir mungilnya yang terus bergerak bergumam tidak jelas. Pria itu adalah Elvaro, ketika sudah sampai di ruangannya ia penasaran dengan bagaimana kinerja dari istrinya itu. Dengan keahlian IT yang ia miliki, Elvaro mulai menyalakan komputer miliknya dan meretas cctv di ruangan milik Elena. Elvaro melihat jika istrinya itu terlihat sedang kesal, namun meskipun begitu kinerja yang dimiliki Elena sangat bagus. Ia tersenyum tipis 'Ternyata dia gadis yang cekatan'
Elvaro terus memandangi istrinya melalui monitor komputer, lama kelamaan mata tajam Elvaro terus fokus pada bibir mungil sang istri yang sedang bergumam tidak jelas. Rasanya ia ingin segera meraup bibir manis istrinya yang seperti sudah menjadi candu. Bayangan ketika ia mengambil ciuman pertama sang istri juga morning kiss terus berputar-putar di kepalanya
"Will kau panggil istriku kemari bagaimana pun caranya, tapi ingat jangan memakai cara kasar" perintah Elvaro ketika sambungan telepon sudah tersambung.
__ADS_1
Belum sempat Williams menjawab telepon sudah diputuskan sebelah pihak dan hal itu membuat Williams berdecak kesal
"Tadi perintahnya apa? Memanggil nyonya tapi tidak boleh memakai cara kasar?" Gumam Will bingung detik kemudian ia kembali berdecak 'Ck, kenapa tidak panggil sendiri, nyonya kan istrinya' batin Williams menjerit. Jadi sekarang ia harus berfikir bagaimana membawa nyonya nya kemari
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Williams mendapatkan ide. Langsung saja ia menelepon seseorang
*************
"El kamu dipanggil atasan pergi keruangan nya" panggil seseorang pada Elena yang sedang berkutat dengan pekerjaannya
Elena mengerutkan dahinya lalu ia menatap seseorang tadi "Ada apa atasan memanggil ku?" Tanyanya
"Aku tidak tau, aku hanya disuruh untuk memanggil mu" jawab seseorang tadi
"Sama-sama"
'Ada apa atasan memanggil ku? Apakah aku sudah membuat kesalahan?' tanya Elena dalam hati
********
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Masuk" perintah seseorang dari dalam ruangan
"Ada apa pak, anda memanggil saya?" Tanya Elena yang saat ini sudah berada didepan meja milik atasannya
"Aku memiliki tugas untuk mu, pergilah ke kantor pusat dan berikan dokumen ini pada CEO" ucap sang atasan memberikan beberapa dokumen pada Elena
Kening Elena berkerut "Kenapa harus saya pak?" Tanyanya
"Saya juga tidak tau, tadi sekretaris dari CEO meminta agar yang mengantar dokumen ini adalah direktur pemasaran"
Elena bekerja dengan status jabatan sebagai direktur pemasaran, meskipun terbilang muda tetapi karena kinerjanya yang bagus membuatnya mendapatkan promosi jabatan dan akhirnya diangkat menjadi direktur pemasaran
Elena merasakan ada maksud lain dari pemanggilannya untuk menghadap CEO. Meskipun CEO itu adalah suaminya sendiri
***********
Setelah mendapatkan dokumen tersebut, Elena langsung pergi ke kantor pusat
"Permisi saya direktur pemasaran dadi salah satu cabang perusahaan ingin bertemu dengan CEO" ucap Elena ramah pada resepsionis
"Baik, mari saya antar kan" sang resepsionis pun mulai menuntun Elena pergi ke ruangan CEO
Elena cukup terkejut dengan ucapan resepsionis yang langsung memperbolehkanya menemui CEO tanpa janji. Dugaan ada maksud lain di balik pemanggilannya bertemu dengan CEO semakin kuat
Sebelum Elena datang, para resepsionis diberikan perintah oleh Williams jika ada seorang gadis yang merupakan direktur pemasaran salah satu cabang perusahaan datang. Langsung saja bawa ke ruangan sang CEO
__ADS_1