
Hari sudah semakin sore, kini si kembar sudah bangun dari alam mimpi dan mereka sekarang mencari keberadaan sang mamah yang ternyata sang mamah sedang di ruang tengah sambil memainkan handphone nya
"Mamah" seru mereka serempak dan mulai berlari dan memeluk sang mamah
Melihat ketiga anaknya sudah bangun, Elena langsung merentangkan tangannya menyambut pelukan dari triple twins "Bagaimana sayang tidur kalian nyenyak?" tanya Elena
"Sangat nyenyak mah" jawab mereka bertiga
Cukup lama si kembar di pelukan sang mamah, mereka seperti ingin dimanjakan oleh Elena
"Sayang kalian sudah mandi?"
Triple twins menggelengkan kepala mereka sebagai tanda belum
"Kalau begitu kalian mandi dulu setelah itu mamah akan mengajak kalian ke restoran untuk makan malam"
"Benarkah mah?" ucap Nayra penuh antusias
"Benar sayang, makanya ayo cepat mandi dan kita akan pergi"
"Baik mah" ucap serempak
Si kembar pun kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap siap
Hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam, kini si kembar sudah rapi, Narendra dan Nathan terlihat tampan dan Nayra terlihat sangat cantik.
"Kami sudah siap mah" seru mereka bertiga serempak
Elena memutar badannya dan melihat kalau anak-anaknya sudah sangat rapi. Ia pun tersenyum dan menghampiri mereka "Aduh anak mamah memang tampan dan juga cantik" puji Elena tidak lupa ia mencium kedua pipi gembul mereka
Mereka berempat sudah berada di dalam mobil, Narendra berada di samping kursi kemudi sedangkan adik-adiknya berada di kursi belakang, Elena mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju keluar dari kediaman mereka
***
"El sini" ucap perempuan memanggil Elena untuk duduk di tempatnya
Elena pun langsung menghampiri Jasmine sedangkan anak-anaknya mengekori Elena di belakang
"Pelayan!" panggil Jasmine sembari melambaikan tangannya. Seorang pelayan pun datang dengan menyerahkan buku menu kepada mereka
"Kau pesan apa El?" tanya Jasmine dengan membolak-balikkan buku menu
__ADS_1
"Ini saja deh" tunjuk Elena ke salah satu menu
"Hmm" tampak Jasmine yang sedang kebingungan memilih menu, namun akhirnya ia memilih salah satu menu yang menurutnya cocok
Sedangkan si kembar juga sudah selesai memesan
Pelayan langsung sigap menulis semua pesanan "Baik mohon ditunggu pesanannya" ucap ramah pelayan tersebut dan mulai melangkahkan kakinya pergi
Jasmine memang juga ikut mereka makan malam tetapi ia langsung ke restoran setelah pulang dari butiknya
Malam ini adalah malam terakhir Elena dan triple twins berada di negara Inggris karena besok pagi mereka akan pergi ke negara Rusia
"Bagaimana El kau sudah mengurus kepindahan sekolah triple twins?" Jasmine membuka suara
"Sudah Jas tadi aku tinggal sebentar twins untuk mengurus itu"
"Ooo" jawab Jasmine dengan bibir yang membentuk 'o'
Hingga akhirnya pesanan mereka sampai, dan makan malam berjalan dengan lancar dan damai
"El aku ke toilet sebentar ya" ucap Jasmine setelah selesai memakan makanannya
"Ok"
Happy Birthday to you
Happy Birthday to you
Happy Birthday Happy Birthday
Happy Birthday to Mamah
Kini lampu menyala dengan menyorot triple twins yang sedang menyanyi dengan mikrofon di tangan nya mereka masing-masing
Suara triple twins membuat Elena menangis haru sekaligus lega. Ia tidak menyangka kalau anak-anaknya bisa memberi kejutan yang sangat menakjubkan ini. Elena bertambah haru ketika ia mendengar suara yang lain
"Happy Birthday El" Jasmine berdiri diatas panggung dengan microfonnya tidak lupa dengan senyum lebarnya
"Happy Birthday cucuku" disusul oleh Jordan
"Happy Birthday adikku tersayang" Jayden pun menyusul memberi selamat kepada Elena
__ADS_1
Elena tidak bisa lagi membendung rasa haru yang ia rasakan hingga tanpa sadar cairan bening keluar dari mata indahnya, buru-buru twins segera ke sisi Elena dan mengusap pipi sang mamah
"Hari ini mamah ulang tahun jangan sampai ada air mata yang menetes" ucap Narendra. Dua adiknya pun mengangguk setuju
"Ini namanya tangis bahagia sayang" ucap Elena sembari mengelus puncak kepala Narendra. "Terimakasih sayang kalian sudah memberi kejutan yang sungguh membuat mamah bahagia, mamah tidak akan melupakan kejutan yang kalian berikan" timpal Elena. Ia pun mencium satu persatu pipi gembul anak-anaknya
Jasmine pun menghampiri mereka dengan membawa kue ulang tahun. "Ayo El buat permohonan"
Elena pun menganggukan kepalanya, ia mulai melipat kedua tangannya dan menundukkan kepalanya 'aku berdoa agar aku selalu berada di sisi twins dan keluarga yang menyayangiku tidak lupa sahabat yang selalu ada untukku' doanya dengan sepenuh hati dan ia pun meniup lilinnya
Tepuk tangan dari para pengunjung pun sangat meriah hingga Jordan mulai memegang mic "Mohon perhatian semuanya, hari ini adalah hari ulang tahun cucu perempuanku oleh karena itu saya akan mentraktir para pengunjung sekalian"
Tepuk tangan yang sangat meriah pun terdengar menggelegar setelah Jordan selesai dengan ucapannya
Kini Elena menghampiri sang kakek dan kakak angkatnya "Terimakasih" ucap Elena dengan memeluk mereka air matanya terus keluar seakan tidak akan ada habisnya
"Sama-sama sayang apapun untukmu yang bisa membuat mu bahagia akan kulakukan" Jordan pun menepuk-nepuk punggung Elena
"Sudah jangan menangis hari ini adalah hari ulang tahunmu kau harus tersenyum" Jayden melerai pelukan mereka dan mengusap pipi sang adiknya
Elena pun menganggukan kepalanya. Acara kejutan ulang tahun berjalan dengan lancar dan dengan suasana yang haru
Di sisi lain terlihat seorang lelaki tampan dengan tubuh tegap dan pakaian formal berjalan memasuki area restoran. Saat sudah berada di ambang pintu ia mengenyitkan dahinya ketika tiba-tiba lampu mati
"Apakah pihak restoran belum membayar listrik" gumam pria tersebut
Hingga ia diam ketika mendengar suara anak kecil, matanya yang tajam mengikuti suara tersebut dan ia melihat tiga anak kembar yang sedang menyanyi lagu happy birthday
Hati dan jantungnya berdegup kencang ketika melihat mereka tetapi ia tidak tau apa yang membuat dirinya memiliki perasaan familiar ketika melihat mereka. Dan saat ia ingin melihat wajah mamah dari tiga anak tersebut, ia tidak bisa melihat terlalu jelas karena keadaan lampu yang menyorot ke si kembar dan juga posisi yang memunggunginya. Saat akan menghampiri si kembar dan beserta mommy dari mereka tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara yang sangat dikenalnya yaitu suara asistennya.
"Tuan kita sudah ditunggu kolega di ruang VVIP"
"Hmm ok" ucap pria tersebut dengan nada dinginnya
Pria tersebut berjalan duluan dengan sang asisten yang mengekorinya dari belakang. Ada sedikit rasa kecewa yang dirasakan oleh pria tersebut karena tidak bisa melihat mommy dari tiga kembar tadi. Entah apa yang terjadi pada dirinya padahal ia tidak pernah peduli dengan urusan orang lain apalagi urusan wanita
Bersambung~
Mohon dukungannya
Jika mampir di novel ini jangan lupa tinggalkan like komen dan jangan lupa untuk dimasukkan ke novel favorit ๐
__ADS_1
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See you ๐