
~Di dalam ruangan privat~
"Ka kau" teriak Elena melihat siapa yang memasuki ruangan
"El" gumam Elvaro terkejut melihat sang istri berada di sini. Tanpa aba-aba, ia langsung memeluk Elena erat "Kau kemana saja El, aku mencari mu kemana-mana tapi tidak ketemu. Kau tau, aku hampir gila karena tidak kunjung menemukan mu"
Semenjak persidangan itu, Elvaro ingin menemui Elena. Tapi ketika sampai di masion yang digunakan Elena, ia terkejut karena Elena sudah pergi. Ia mengetahui letak masion ini dari pesan misterius, bahkan ketika melacaknya ia tidak menemukan siapa pemilik nomor itu
Dan setelah itu, Elvaro mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Elena. Bahkan ia juga datang ke sekolah triple twins, tapi nihil. Seolah semua disengaja, perginya Elena dan juga triple twins yang ternyata sudah izin tidak masuk sekolah
Tapi ia tidak menyerah, ia terus mencari keberadaan Elena. Dan firasatnya mengatakan jika Elena mungkin bersama dengan pria yang bernama Rei, yang juga merupakan CEO dari AE Corporation yang mengajaknya kerja sama
Entah keberuntungan dari mana, Elvaro mendapatkan laporan dari William jika CEO dari AE Corporation ingin menjalin kerja sama dan memintanya untuk pergi ke Jepang
Akhirnya ia pergi ke Jepang, dan tidak menyangka jika akan bertemu dengan Elena
"Lepaskan aku" Elena mencoba melepaskan pelukan Elvaro tapi itu sia-sia karena tenaga Elvaro lebih kuat
"Biarkan seperti ini dulu El" pinta Elvaro semakin mengeratkan pelukannya, bahkan sesekali mencium kepala Elena
Elena hanya bisa pasrah karena memberontak juga tidak ada gunanya. Tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing, padahal tadi baik-baik saja
"Ada apa El?" tanya Elvaro khawatir melihat wajah pucat Elena
"Aku tidak tau, tapi kepala ku terasa sangat pusing" ucap Elena terus memegang kepalanya dan ia pun jatuh pingsan
Untung saja Elvaro dengan sigap langsung memeluk Elena sehingga tidak terjatuh ke lantai. Mata tajamnya terus memindai sekitar, ada yang salah pikirnya
"Gas tidur" gumamnya setelah mencium gas yang tidak asing baginya "Sial" umpatnya langsung menutup hidungnya
Tapi itu sia-sia karena ia terlanjur menghirupnya, kepalanya langsung pusing. Bahkan tubuhnya sudah tidak bisa menahan, dengan perlahan ia duduk di lantai dengan Elena masih dalam pelukannya
Samar-samar ia melihat seorang pria memasuki ruangan "Siapa kau?" tanyanya di tengah terus mempertahankan kesadarannya
Pria didepannya tersenyum miring langsung memukul tengkuk Elvaro dan detik itu juga Elvaro pingsan
"Cepat bawa mereka ke tempat tujuan" titahnya dengan dingin
Elena langsung dibawa oleh sekelompok wanita sementara Elvaro dibawa sekelompok pria. Lalu mereka berdua pun langsung dibawa pergi
"Hanya ini yang bisa kulakukan, semoga kalian tidak terus salah paham dan segera menyelesaikan semuanya" gumam Rei
Yaps, Rei lah yang merencanakan hal ini. Biarlah nantinya ia terkena amukan sang kakak, tapi yang penting dirinya bisa membantu
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja dirinya turun tangan langsung dan menjelaskan, tapi ia tidak ingin melakukan hal itu. Ia ingin tau seberapa besar usaha Elvaro untuk mendapatkan sang kakak
Selama lebih dari seminggu ini, Rei terus memantau kegiatan Elvaro tanpa dia ketahui. Rei merasa puas melihat usaha Elvaro yang sangat ingin mendapatkan Elena. Karena itulah dirinya akan sedikit membantunya, dia juga yang pernah mengirimkan alamat masion ke Elvaro menggunakan nomor yang dapat dipastikan Elvaro tidak akan bisa mencari keberadaannya
***
"Shtttt, kepalaku pusing sekali" desis Elena yang mencoba bangun dari tidurnya
"Aaaaaaaa" teriaknya melihat Elvaro berada di samping
Bruk
"Shttt aw, kenapa kau menendang ku" gerutu Elvaro mencoba berdiri, sungguh tendangan Elena tidak main-main. Bahkan sekarang punggungnya terasa nyeri
"Ka kau, kenapa kau disini. Atau kau menculik ku hahh. Jawab!!!" teriak Elena langsung berdiri di samping kasur
"Ck, kenapa kau berburuk sangka. Aku juga tidak tau, yang ku ingat kau pingsan setelah itu aku juga pingsan karena menghirup obat tidur. Setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi" ungkapnya, ingatan nya terasa samar karena rasa pusing yang mendera di kepalanya
Elena tidak percaya dengan ucapan Elvaro dan memilih untuk pergi dari kamar ini. Tapi ketika ia membuka handle pintu, ternyata terkunci
"Kau pasti sengaja kan mengunci pintu ini" tuduh Elena terus mencoba membuka pintu
Elvaro tidak menjawab dan langsung menghampiri Elena. Ia mengunci pergerakan Elena dengan kedua tangan kekarnya di samping kiri dan kanan
Elvaro tetap diam dan terus menatap Elena, wajah mereka terus mendekat hingga
Cup
Mata Elena langsung membulat karena kecupan singkat di bibirnya "A-apa yang kau lakukan, pergi"
Elvaro tidak bergeming sama sekali dan terus menatap Elena dengan sorot mata penuh rindu "Kenapa kau meninggalkanku El?"
"Kenapa? Bukankah kau bahagia dengan selingkuhan mu itu. Bahkan kalian sudah memiliki anak" sungut Elena, air mata keluar tanpa permisi kala mengingat hal yang membuatnya sakit hati
"Itu semua salah paham El, aku tidak pernah berselingkuh darimu"
"Kau jangan berbohong, aku sendiri melihat kau bermain dengan wanita itu. Bahkan kalian juga akan memiliki anak, semua bukti aku sudah melihatnya"
Elvaro mengusap wajahnya kasar, apa yang harus ia katakan agar Elena mempercayainya. Ia langsung teringat jika ia memiliki bukti jika tidak pernah berselingkuh
Ia langsung merogoh saku jas nya, berharap jika ponselnya ada. Dan keberuntungan berpihak padanya, Elvaro langsung memperlihatkan vidio yang pernah dilihat Elena dulu
"Lihatlah El, vidio itu hanyalah rekayasa saja"
__ADS_1
Elena menatap vidio itu dengan tidak percaya, hatinya mengatakan jika vidio itu memang benar tapi logikanya berkata jika Elvaro berbohong
"Kau pasti berbohong, akui saja jika kau sudah berselingkuh"
Elvaro mengusap wajahnya kasar, harus dengan apa agar Elena percaya pada dirinya
[Tes tes]
Perhatian keduanya langsung teralihkan pada televisi yang tiba-tiba menyala
"Rei" gumam Elena melihat wajah sang adik di layar tersebut
[Oh hai kak, halo kakak ipar] sapa Rei dengan senyum tipisnya
Elena berfikir sejenak, bagaimana sang adik bisa tau dirinya ada disini padahal tadi dirinya dan Elvaro diculik. Jangan-jangan ini adalah rencana sang adik, tapi untuk apa?
[Aku tau apa yang kakak pikirkan, tapi aku hanya ingin membantu kalian. Kau kewalahan bukan kakak ipar untuk menjelaskan semuanya]
Kini Elvaro yang dibuat bingung oleh adik dari sang istri. Tapi perhatiannya teralihkan pada seorang pria yang seperti tidak sadarkan diri di belakang Rei
Rei yang mengetahui arah sorot mata Elvaro tersenyum tipis [Aku pinjam asisten mu dulu, dan selamat bersenang-senang dengan fasilitas yang kuberikan]
Setelah itu layar menjadi hitam kembali, tapi tidak lama kemudian layar tersebut hidup dan menampilkan video yang sama dengan Elvaro. Ditambah dengan keterangan di vidio, kapan vidio tersebut diambil, dan juga secara bersamaan dimanakah Elvaro berada
Tidak sampai disitu, layar kembali memperlihatkan video tentang Calista yang datang ke rumah sakit. Membayar wanita hamil untuk tes kehamilan dan juga membuat surat palsu tentang kehamilannya. Lalu layar memperlihatkan dua surat kehamilan yang asli dan palsu. Setelah itu layar kembali mati
"Ja jadi semuanya salah paham" gumam Elena dengan suara bergetar, bahkan air matanya kembali keluar
Elvaro langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat
"Maafkan aku, maafkan aku" hanya itu yang bisa Elena ucapkan. Ia semakin mengeratkan pelukan pada sang suami
Bersambung~
Hello reader, bersama author kembali hadir(โงโฝโฆ) semoga kalian tidak kecewa dengan chapter kali ini yang konflik salah paham diantara Elena dan Elvaro sudah selesai ๐ Karena memang author tidak berencana membuat cerita konflik ini terlalu panjang
Tapi tidak sampai disitu saja, karena permasalahan yang sebenarnya akan dimulai (โโขแดโขโ) Akan ada rahasia salah satu karakter yang kan terungkap
Hmm kira-kira siapa nih nama karakter nya? silahkan dijawab di komentar bestie ๐
Jangan lupa tinggalkan like dan berikan vote agar author semakin semangat update nya ๐ค
Happy Reading (โงโฝโฆ)
__ADS_1
See you ๐