Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Aku berjanji akan memberikan mu kebahagiaan


__ADS_3

Elena terus gelisah sedari tadi karena tidak ada kabar sama sekali dari sang suami ataupun adiknya. Ya, ia tau jika tujuan sang adik untuk memanggil Elvaro adalah untuk mengujinya. Ia hanya bisa pasrah karena hal itu juga untuk kebaikan nya


"Dimana kamu Varo" gumamnya terus berjalan kesana kemari di dalam kamar


Untung saja triple twins sudah tidur meskipun mereka sempat menanyakan soal sang papah, tapi ia bisa mengatasinya dengan bilang jika Elvaro ada urusan kantor yang tidak bisa ditunda


Ceklek


Elena langsung mengalihkan perhatiannya pada pintu yang terbuka, senyum lega terbit dibibirnya. Ia langsung memeluk sang suami


"Kamu terluka?" tanya Elena khawatir melihat goresan pada pergelangan tangan, karena memang Elvaro hanya memakai kaos berlengan pendek


Elvaro tersenyum melihat kekhawatiran sang istri "Hanya luka kecil, ini tidak masalah"


"Apa!!! Hanya luka kecil, bagaimana bisa kamu mengatakan hal ini hanya luka kecil" pekik Elena langsung menarik Elvaro ke sofa


Lalu ia mencari kotak P3K dan langsung membawanya "Aku akan memberikan pelajaran pada anak itu" gerutunya sembari terus mengobati luka Elvaro


Ternyata tidak hanya ada di tangan, melainkan di tubuhnya juga "Aku benar-benar tidak akan melepaskannya"


Hatcuhh


"Kau kenapa kak?" tanya Al yang merasa heran dengan Rei yang sedari tadi terus bersin


"Aku tak apa, kau istirahatlah"


Al mengangguk dan memasuki kamarnya


"Siapa yang sedang membicarakan ku" gumam Rei merasa punggungnya terasa dingin


Sementara Elvaro tersenyum melihat Elena yang menurutnya sangat menggemaskan saat menggerutu. Fokusnya pada bibir semerah cerry milik sang istri

__ADS_1


Elena langsung terdiam ketika merasakan bibirnya dicium oleh Elvaro, tidak hanya ciuman saja melainkan lebih hingga membuat nafasnya hampir habis


"Sepertinya kamu harus setiap hari latihan"


"Latihan?" beo Elena "Latihan apa?"


Elvaro tersenyum lalu mengusap bibir Elena yang sedikit bengkak karena ulahnya "Agar tidak cepat kehabisan nafas saat berciuman"


Seketika wajah Elena langsung memerah semerah tomat mendengar hal itu. Buru buru ia membereskan kotak obat dan pergi menaruh kotak tersebut. Bukan maksud menghindari karena tidak suka melainkan ia malu mendengar hal seperti itu


Elvaro terkekeh melihat sang istri yang salah tingkah, dan hal itu sangat menggemaskan


Tapi ada sesuatu yang penting yang harus ia tanyakan pada sang istri. Ini tentang kedua adik Elena


"El" panggil nya


"Ya"


"Bisakah kita bicara"


Elvaro menghela nafas "Ini soal dirimu, emm lebih tepat tentang keluarga mu"


"Rei sudah menceritakannya?"


Elvaro mengangguk "Dia hanya mengatakan identitas aslinya, untuk yang lain katanya aku hanya bisa dengar darimu"


Terlihat Elena menghela nafas pelan, ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah balkon


Elvaro yang melihat itu juga mengikuti sang istri


"Apa dia juga mengatakan alasannya kenapa harus menyamar?" tanya Elena tanpa menoleh dan terus menatap bulan yang bersinar

__ADS_1


"Dia tidak mengatakan nya karena itu adalah privasinya"


Elena membalikkan badannya menatap sang suami "Dia juga mengatakan hal itu padaku, dan sampai saat ini aku tidak tau apa alasannya yang sebenarnya. Rei atau yang sekarang bernama Putri hanya mengatakan jika hal ini untuk keselamatan ku"


"Apa maksudnya?"


"Aku juga tidak tau, terlalu banyak misteri di hidupnya. Bahkan aku sebagai kakaknya tidak tau apa yang dia sembunyikan"


"Sebenarnya apa yang terjadi hingga kalian terpisahkan?" tanya Elvaro menatap sang istri dengan tatapan lembut


Elena mulai mengeluarkan air matanya, sungguh hatinya merasa sedih karena mengingat cerita sang adik


Dengan sigap Elvaro memeluk sang istri "Jika kamu tidak belum bisa mengatakan nya, tidak apa. Aku tidak memaksa"


Elena mengurai pelukan diantara mereka "Tidak, aku tidak bisa menyembunyikan nya" ia membersihkan air mata yang keluar dan kembali menatap sang suami


"Putri hanya bercerita jika alasan kami berpisah karena keselamatan masing-masing. Ada seseorang yang ingin membunuh ayah dan mamah, karena itulah mereka memalsukan kematian mereka dan membuat ku tinggal di panti asuhan agar terhindar dari orang itu. Mereka pergi jauh dari negara ini agar orang itu mencari mereka tanpa mengetahui keberadaan ku yang merupakan keturunan ayah dan mamah"


"Tapi itu tidak bertahan lama, orang itu menemukan mereka. Dan dan di depan mata-" Elena tidak sanggup menceritakan hal yang terjadi selanjutnya, sungguh ia sangat sedih. Bahkan air matanya keluar dengan sangat deras


Elvaro kembali memeluk sang istri dan mengusap kepala Elena dengan lembut


"Di depan mata putri, ayah dan mamah di bunuh dengan kejamnya. Bahkan putri juga dibuang ke sungai hingga membuatnya hilang ingatan" lanjut Elena di sela tangisnya


Elvaro semakin mengeratkan pelukannya "Semuanya sudah berlalu, tenang lah sayang"


"Bahkan ayah dan mamah masih meminta maaf di saat saat terakhir. Sungguh aku tidak menyangka mereka masih menyayangi ku, padahal selama ini aku selalu berfikir jika mereka kejam karena meninggalkan ku sendirian. Aku egois karena menyalahkan mereka, aku benci mereka meninggalkan ku tapi aku juga rindu. Apa yang harus kulakukan"


Elena menumpahkan rasa sedihnya, ia masih mengingat saat sang adik mengatakan maaf mewakili ayah dan mamah


Malam itu Elena terus menangis dalam pelukan Elvaro. Cukup lama ia menangis dan akhirnya tidur karena kelelahan

__ADS_1


"Aku berjanji akan terus memberikan mu kebahagiaan sayang" gumam Elvaro mencium kening Elena


Bersambung~


__ADS_2