
"Selamat pagi mom, dad, lexa" sapa Elvaro yang turun dari tangga dan disampingnya ada Elena
"Pagi" jawab serempak
"Pagi semuanya" sapa Elena dengan senyuman di bibirnya
"Pagi"
Elena dan Elvaro pun duduk di kursi yang berdampingan. Lalu mereka semua pun mulai memakan sarapan mereka bersama-sama
"Mom dad, lexa berangkat kuliah dulu" Alexa pun bangkit dari kursinya dan beranjak pergi tapi sebelum itu ia memberi kecupan singkat di pipi sang mommy dan daddy
"Da kak, da kakak ipar" lambai Alexa
"El kamu mau kemana memakai seragam kantor?" tanya Caroline baru menyadari jika Elena memakai setelan baju kantoran
"Pergi berangkat kerja tante" ucap Elena lembut tidak lupa senyumannya
"Jangan panggil om ataupun tante, sekarang kami adalah orang tuamu. Panggil mommy dan daddy, okey" ucap Caroline
"Ah iya tan eh maksudnya mom" Elena merasa bahagia karena masih ada orang yang mau menerimanya. Dengan adanya ayah dan ibu mertuanya, Elena merasa jika kedua orang tua kandungnya berada didekatnya
"Kenapa tidak mengambil cuti?" tanya Caroline
"El cuma mengambil cuti untuk kemarin saja mom, jadi hari ini harus masuk kerja" jawab Elena
"Aku sudah selesai, Varo berangkat dulu mom dad" ucap Elvaro berdiri beranjak pergi
"Ah Varo, kamu antar sekalian Elena ke kantornya" pinta Caroline
"Tidak perlu mom, Elena berangkat naik taksi saja" tolak Elena secara halus, ia merasa tidak enak jika Elvaro mengantarnya pergi berangkat kerja
Elvaro pun kembali dan mulai memegang tangan Elena "Ayo" ajaknya lalu mulai menarik Elena pergi
Elena pun kaget ketika Elvaro memegang tangannya dan menariknya
***
Kini mereka sudah dalam perjalanan, tidak ada yang memulai pembicaraan hingga membuat suasana menjadi canggung
Elena memilih melihat pemandangan luar kaca mobil sementara Elvaro sibuk dengan iPad nya
"Kita sudah sampai tuan" ucap William
Elena pun langsung turun dari mobil dan akan beranjak pergi namun belum juga ia melangkahkan kakinya suara Elvaro menghentikan langkahnya
__ADS_1
"Nanti kujemput" ucap Elvaro dengan nadanya yang datar
"Itu tidak perlu, aku bisa pulang sendiri" ucap Elena dengan ketus
"Tidak ada bantahan, aku akan tetap menjemputmu dengan persetujuan mu ataupun tidak" ucap Elvaro masih dengan nada datarnya "Jalan Will" lanjutnya
"Dasar manusia kulkas, menyebalkan" gerutu Elena, lalu ia melangkahkan kakinya menuju kantor
Sebelum sampai kantor, Elena meminta William untuk menurunkannya agak jauh dari area kantor. Ia takut jika orang-orang kantor melihatnya turun dari mobil mewah hal itu akan membuat heboh
Elena memasuki kantor masih dengan wajah menahan kesal, bibir mungilnya terus berucap menyumpah serapahi Elvaro yang notabene adalah suaminya.
"Are you okey El?" tanya salah satu teman kantornya. Temannya melihat wajah Elena yang sedari tadi menahan kesal dengan gumaman tidak jelas keluar dari mulutnya.
Elena pun menoleh "Ah it's okey" jawabnya
"Kenapa kau terlihat sangat kesal, bahkan sejak dari memasuki kantor sampai kau duduk disini wajah mu terlihat sedang kesal?" tanya temannya lagi
"Tak apa" jawab Elena "Hanya kesal dengan kulkas berjalan" lanjutnya dengan bergumam tetapi masih didengar oleh temannya
"Kulkas? Berjalan" temannya nampak bingung dengan omongan dari Elena
"Lupakan saja, sebaiknya kita cepat menyelesaikan pekerjaan kita lalu pergi makan siang"
"Baiklah"
Disisi lain, terlihat seorang pria yang tersenyum tipis melihat wajah Elena yang kesal ditambah dengan bibir mungilnya yang terus bergerak bergumam tidak jelas. Pria itu adalah Elvaro, ketika sudah sampai di ruangannya ia penasaran dengan bagaimana kinerja dari istrinya itu. Dengan keahlian IT yang ia miliki, Elvaro mulai menyalakan komputer miliknya dan meretas cctv di ruangan milik Elena. Elvaro melihat jika istrinya itu terlihat sedang kesal, namun meskipun begitu kinerja yang dimiliki Elena sangat bagus. Ia tersenyum tipis 'Ternyata dia gadis yang cekatan'
Elvaro terus memandangi istrinya melalui monitor komputer, lama kelamaan mata tajam Elvaro terus fokus pada bibir mungil sang istri yang sedang bergumam tidak jelas. Rasanya ia ingin segera meraup bibir manis istrinya yang seperti sudah menjadi candu. Bayangan ketika ia mengambil ciuman pertama sang istri juga morning kiss terus berputar-putar di kepalanya
"Will kau panggil istriku kemari bagaimana pun caranya, tapi ingat jangan memakai cara kasar" perintah Elvaro ketika sambungan telepon sudah tersambung.
Belum sempat William menjawab telepon sudah diputuskan sebelah pihak dan hal itu membuat William berdecak kesal
"Tadi perintahnya apa? Memanggil nyonya tapi tidak boleh memakai cara kasar?" gumam Will bingung detik kemudian ia kembali berdecak 'Ck, kenapa tidak panggil sendiri, nyonya kan istrinya' batin William menjerit. Jadi sekarang ia harus berfikir bagaimana membawa nyonya nya kemari
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya William mendapatkan ide. Langsung saja ia menelepon seseorang
***
"El kamu dipanggil atasan pergi keruangan nya" panggil seseorang pada Elena yang sedang berkutat dengan pekerjaannya
Elena mengerutkan dahinya lalu ia menatap seseorang tadi "Ada apa atasan memanggil ku?" anyanya
"Aku tidak tau, aku hanya disuruh untuk memanggil mu" jawab seseorang tadi
__ADS_1
"Hmm baiklah, aku akan segera kesana. Terimakasih sudah menyampaikan"
"Sama-sama"
'Ada apa atasan memanggil ku? Apakah aku sudah membuat kesalahan?' tanya Elena dalam hati
***
Tok
Tok
Tok
"Masuk" perintah seseorang dari dalam ruangan
"Ada apa pak, anda memanggil saya?" tanya Elena yang saat ini sudah berada didepan meja milik atasannya
"Aku memiliki tugas untuk mu, pergilah ke kantor pusat dan berikan dokumen ini pada CEO" ucap sang atasan memberikan beberapa dokumen pada Elena
Kening Elena berkerut "Kenapa harus saya pak?" tanyanya
"Saya juga tidak tau, tadi sekretaris dari CEO meminta agar yang mengantar dokumen ini adalah direktur pemasaran"
Elena bekerja dengan status jabatan sebagai direktur pemasaran, meskipun terbilang muda tetapi karena kinerjanya yang bagus membuatnya mendapatkan promosi jabatan dan akhirnya diangkat menjadi direktur pemasaran
Elena merasakan ada maksud lain dari pemanggilannya untuk menghadap CEO. Meskipun CEO itu adalah suaminya sendiri
***
Setelah mendapatkan dokumen tersebut, Elena langsung pergi ke kantor pusat
"Permisi saya direktur pemasaran dari salah satu cabang perusahaan ingin bertemu dengan CEO" ucap Elena ramah pada resepsionis
"Baik, mari saya antar kan" sang resepsionis pun mulai menuntun Elena pergi ke ruangan CEO
Elena cukup terkejut dengan ucapan resepsionis yang langsung memperbolehkan nya menemui CEO tanpa janji. Dugaan ada maksud lain di balik pemanggilannya bertemu dengan CEO semakin kuat
Sebelum Elena datang, para resepsionis diberikan perintah oleh William jika ada seorang gadis yang merupakan direktur pemasaran salah satu cabang perusahaan datang. Langsung saja bawa ke ruangan sang CEO
Bersambung ~
Hello reader( ╹▽╹ ) Jangan lupa mampir ke novel ku yang kedua yah Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
Happy Reading (≧▽≦)
__ADS_1
See You 😘