
Tok tok tok
"Masuk" titah seseorang didalam ruangan
Pintu dibuka memperlihatkan seorang resepsionis "Permisi tuan, direktur pemasaran perwakilan dari kantor cabang sudah datang" ucap si resepsionis
Elvaro menyunggingkan senyumnya "Suruh dia masuk" perintahnya
Sang resepsionis pun mengangguk dan mempersilahkan Elena masuk, lalu ia menutup pintu kembali ke tempat ia bekerja
"Permisi tuan, saya direktur pemasaran perwakilan salah satu cabang di beri perintah untuk mengirimkan dokumen ini kepada anda" ucap Elena profesional. Meskipun Elvaro adalah suaminya, namun itu hanyalah suami sebagai status. Dan ia harus tetap profesional dalam bekerja
Elvaro menatap wajah Elena kemudian ia menerima dokumen tersebut "Kenapa kamu memanggil suami sendiri dengan sebutan 'tuan'?" tanya Elvaro
Elena membelalakkan matanya, langsung saja ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan "Shtttt jangan bicara sembarangan, jika ada yang tau bagaimana? Ingat kita menyembunyikan status pernikahan kita" ucap Elena setengah berbisik dan menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya dan terus menoleh kanan kiri takut ada yang mendengar.
Elvaro menyunggingkan senyum, tanpa Elena sadari ia mendekat kan wajahnya dengan Elena hingga tinggal beberapa centi saja "Disini hanya kita berdua" bisik Elvaro tepat di daun telinga Elena
Elena langsung menoleh dan matanya langsung terbelalak ketika wajah Elvaro berada tepat di wajahnya. Hanya menyisakan beberapa centi, nafas hangat Elvaro menerpa daun telinganya yang membuat ia langsung membeku ditempat hingga membuatnya lupa cara bernafas
"Ada apa? Apakah kamu kagum dengan ketampanan ku, atau kamu ingin aku melakukan yang kemarin malam" tanya Elvaro menggoda karena sejak tadi Elena diam
Blussssss
Wajah Elena bersemu merah seperti kepiting rebus, langsung saja ia membuang mukanya "Ti-tidak" ucapnya gugup
'Imut sekali' batin Elvaro menyeringai. "Temani aku" ucap Elvaro lalu duduk di kursinya lagi
"A-apa tidak aku tidak mau, masih banyak pekerjaan di perusahaan" bantah Elena lalu hendak pergi
"Jika kamu tidak mau, aku akan melakukan hal semalam bahkan lebih" ancam Elvaro
Elena terdiam di tempat lalu membalikkan badan menatap Elvaro tajam. Akhirnya ia terpaksa melakukan permintaan Elvaro, ternyata perasaannya sebelum pergi memang benar. Ada hal tersembunyi kenapa ia dipanggil menghadap CEO. Dan ternyata inilah yang terjadi, ia disuruh menemani suami menyebalkannya itu. Dengan keadaan kesal Elena pergi duduk di sofa yang sudah disediakan
Elvaro terkekeh melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan, lalu ia kembali mengerjakan pekerjaannya.
***
Bukannya semakin fokus dengan pekerjaan karena ditemani sang istri, justru Elvaro selalu mencuri-curi pandang dengan sang istri
__ADS_1
Ia pun beranjak dari kursi kebesarannya dan menghampiri Elena "Ayo makan siang" ajaknya pada Elena dengan muka datarnya
Elena yang sedang fokus dengan hp nya pun mengalihkan pandangan menatap Elvaro yang kini sudah duduk disampingnya. Kening mengenyitkan tanda tidak mengerti dengan ucapan Elvaro
"Ck, sekarang sudah waktu jam makan siang" ucap Elvaro kesal
Elena melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya dan memang benar saat ini sudah memasuki jam makan siang "Makan siang dimana?" tanyanya menatap Elvaro.
Bukannya menjawab Elvaro malah mengambil hp nya dan menelepon seseorang "Will pesankan makanan untukku juga istriku" tanpa menunggu jawaban Elvaro langsung memutuskan sambungan sepihak
Wajah Elena bersemu merah mendengar Elvaro menyebutnya istri, meskipun ini hanyalah pernikahan paksa namun hal itu tidak bisa menyangkal jika Elena adalah istri dari Elvaro.
Singkat cerita makanan sudah datang dan mereka berdua makan dengan khidmat tanpa ada perbincangan
Keadaan masih hening dalam ruangan Elvaro, dengan Elena yang duduk di sofa bermain hp nya dan Elvaro yang masih berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk.
Di sisi Elena, ia merasa kantuk yang sangat berat menyerangnya dan akhirnya ia tertidur dengan posisi duduk di sofa.
Menghela nafas, Elvaro dibuat pusing dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya 'Huftt sepertinya harus lembur' batinnya. "El sepertinya hari ini aku akan lembur, kau bisa......" ucapan nya berhenti ketika ia melihat Elena yang sudah tertidur pulas
'Cepat sekali tidurnya, padahal baru selesai makan siang' batin Elvaro. Ia pun berdiri dari kursinya dan menghampiri Elena
Elvaro tersenyum tipis 'Kenapa dia sangat cantik ketika sedang tidur' batinnya sembari menyelipkan anak rambut Elena yang menutupi wajahnya. Detik berikutnya Elvaro mengangkat tubuh Elena dalam gendongannya dan membawanya menuju kamar yang memang sudah ada di ruangannya. Biasanya kamar tersebut ia gunakan ketika harus lembur dan terpaksa tidur di kantor.
***
Matahari sudah tenggelam sedari tadi dan digantikan dengan langit malam yang disinari beribu bintang
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, tetapi Elvaro masih sibuk di meja kerjanya berkutat dengan berkas-berkas 'Hahhh akhirnya selesai' batinnya menghela nafas
Lalu ia pun menelepon Will menyuruhnya datang ke ruangannya
Tok tok tok
"Masuk"
"Ada apa tuan memanggil?" tanya Will yang baru saja masuk
"Atur jadwal untukku besok mundurkan semua rapat dan meating yang ada" perintah Elvaro "Dan siapkan mobil, kita pulang" lanjutnya
__ADS_1
William pun menunduk sejenak dan langsung pergi dari ruangan untuk mengambil mobil guna mengantar tuannya pulang
***
Seorang gadis masih terlelap dalam tidurnya, entah apa yang ia mimpikan sehingga membuatnya betah untuk tidur
Elvaro menghela nafas, ia menghampiri sang istri yang masih memejamkan matanya. 'Kenapa dia belum bangun?' tanyanya dalam hati. Namun karena tidak ingin menggangu tidur sang istri, Elvaro pun memilih mengangkat Elena dalam dekapannya dan membawanya pergi untuk dibawa pulang. Elena pun tidak terusik sama sekali dan hal itu membuat Elvaro tersenyum tipis 'Dasar tukang tidur'
Untung saja keadaan kantor sudah sepi, jadi tidak ada yang melihat tindakan Elvaro. Kalaupun ada yang melihat, Elvaro pun tidak mempersalahkannya. Entah sejak kapan Elvaro mulai mengakui Elena sebagai istrinya, dan ada sedikit niatan untuk mempublikasikan hubungannya.
William sudah menunggu didepan lobi, ketika Elvaro datang langsung saja ia membukakan pintu belakang mobil dan mempersilahkan Elvaro masuk. Ada sedikit rasa penasaran kenapa sang tuan menggendong sang nyonya, namun hal itu segera ia tepis karena juga bukan urusannya
***
Mobil mewah Elvaro memasuki halaman masion De Vegas
Elvaro keluar dari mobil dengan masih mengendong Elena dalam dekapannya. Ketika memasuki rumah banyak orang yang melihat tindakan Elvaro, tidak terkecuali orang tuanya dan adiknya Alexa. Para maid hanya tersenyum melihat keromantisan antara Elvaro dan Elena begitupun dengan kedua orangtuanya dan adiknya.
Tak memperdulikan raut wajah semua orang, Elvaro langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar ia langsung merebahkan tubuh Elena di atas kasur dan menyelimuti tubuh Elena. Mencium kening Elena sekilas dan pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sehabis bekerja seharian.
10 menit kemudian Elvaro keluar dari kamar mandi dengan bathrobe menutupi tubuhnya. Ia lirik sekilas sang istri yang masih nyaman dengan dunia mimpinya.
Berniat ingin membangunkan Elena untuk mandi dan makan malam, Elvaro merasa tak tega ketika Elena tersenyum, mungkin karena mimpi yang ia alami. Tak ingin menggangu akhirnya Elvaro pergi ke walk in closet untuk berganti pakaian.
Setelah beberapa menit berada di walk in closet, Elvaro pun keluar dengan kaos polos putih beserta celana sepanjang lutut. Kini ia sedang dalam perjalanan ke dapur untuk makan
***
"Loh Varo kok sendirian, mana Elena?" tanya sang mommy
Elvaro berhenti dari langkahnya dan menghadap sang mommy "Masih tidur mah"
"Kenapa nggak dibangunin? Pasti dia belum makan"
"Dia tidurnya pulas banget, Varo nggak tega bangunin. Nanti biar Varo nyuruh pelayan ngirim makan ke kamar" ucap Elvaro, lalu langsung melangkah pergi memasuki dapur
Bersambung~
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐
__ADS_1
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See You ๐