Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Terluka


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Arta yang melihat raut wajah cemas dan serius dari ang adik seusai menerima panggilan telepon


"Kak, perketat penjagaan untuk nona Elena dan yang lain"


Kening Arta berkerut "Apa yang terjadi?"


Terlihat Yon menghela nafas pelan "Dia mengirimkan anak buah nya untuk menangkap master"


Kedua bola mata Arta membola "Ba bagaimana bisa, bukankah identitas master sangat tertutup dan selama ini tidak ada orang lain yang mengetahui nya"


"Saat master melakukan misi, ada seorang mata-mata dan memfoto master meskipun tidak jelas. Tapi dari warna mata saja, dia pasti tau dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap master ditambah dengan adanya-" Yon tidak melanjutkan perkataannya dan menatap sang kakak seolah berbicara melalui isyarat mata


Kedua tangan Arta mengepal dengan sangat kuat, terlihat api kebencian di dalam matanya "Aku akan menjaga nona Elena dan keluarganya, kamu pergilah untuk melindungi master"


Yok mengangguk dan keluar dari sana sementara Arta kembali memasuki ruangan meeting. Seolah tidak terjadi apa-apa, Arta memasuki ruangan dengan waja tenang


"Ada apa Ar?" tanya Elena dengan berbisik


"Tidak ada apa-apa nona, adik saya hanya izin tidak dapat mengikuti meeting karena ada urusan mendesak"


Elena mengangguk dan melanjutkan meeting nya dengan Arka, membahas tentang proyek yang akan mereka jalankan


Tapi tanpa disadari Arta dan Yon, Elvaro mendengar semua percakapan mereka


"Papah, kenapa diam? Ayo kita pergi menyusul mamah"


Lamunan Elvaro langsung terbuyarkan dan menatap sang putri "Tidak apa-apa, ayo kita pergi" ajaknya mengandeng tangan sang putri dan Nathan


Sementara Narendra berjalan disamping Nathan dengan santai


'Apa yang sebenarnya terjadi' batin Elvaro


***


Seorang gadis berambut biru tua tersenyum di balik masker nya 'Sudah lama aku tidak menginjakkan kakiku disini' batinnya menatap sekeliling


Melalui lirikan matanya, ia mengkode seorang pria yang berdiri di belakangnya lalu pergi dari sana menggunakan kacamata hitamnya


Sementara pria itu yang mengerti kode mata dari atasannya pergi ke arah yang berlawanan dengan gadis itu hingga bertemu dengan seorang pria yang memiliki wajah yang sama seperti nya


"Kak" panggil seorang pria berlari menghampirinya


"Dimana master?" tanyanya


Pria itu tidak menjawab dan menarik sang adik pergi dari sana


Sementara gadis berambut biru tua itu pergi dari bandara menggunakan taksi. Senyum miring tercetak di bibirnya di balik masker melihat dari kaca spion ada beberapa mobil yang mengikutinya


"Ini tujuannya ke mana mbak?" tanya si supir taksi


"Pemakaman kenanga pak"


***


"Kamu tau Nay, aku bertemu dengan orang yang memiliki wajah sama persis dengan mu tapi warna matanya berbeda. Aku bertanya tanya apa itu adalah dirimu? Tapi sepertinya itu mustahil karena aku sendiri yang melihat mu dikebumikan" ucap Aidan mengusap nisan dengan air mata yang sudah menetes


"Entahlah, mungkin aku salah lihat. Dan kamu tau, aku baru saja naik ke pangkat panglima dan baru aja selesai melakukan misi menangkap *******"


"Maaf aku baru sempat menjenguk mu karena aku disibukkan dengan konflik di negara timur tengah"

__ADS_1


Sebelum naik pangkat menjadi panglima, Aidan menjalankan tugas negara yaitu pergi ke negara timur tengah yang sedang mengalami perang


Pria yang selama ini terlihat tegas dan dingin kini menjadi pria yang rapuh dihadapan batu nisan tempat dimana gadis yang ia sukai berada


"Aku akan kembali menjenguk mu" pamitnya mencium batu nisan itu dan pergi meninggalkan area pemakaman


Baru saja akan menaiki mobilnya, ia terhenti kala melihat seorang gadis yang baru-baru ini menggangu pikirannya "Apa yang sedang dia lakukan" gumamnya


Mata tajamnya terus mengikuti pergerakan gadis itu sampai memasuki pemakaman dan berhenti di depan nisan yang sama dengan nisan yang ia datangi


Kedua bola matanya membola kala melihat gadis itu duduk dan menaburkan bunga di makam itu


"Siapa gadis ini? Apa jangan-jangan dia juga mengenali Nayra? Atau dia adalah kembaran Nayra?" gumamnya


Tidak-tidak bagaimana mungkin, yang ia tau gadisnya adalah anak dari panti asuhan dan tidak memiliki kerabat sama sekali


Apa jangan-jangan memang gadis itu adalah kembaran gadisnya?


Tidak ingin terlalu banyak pikiran, ia keluar dari mobilnya dan menghampiri gadis itu


Sementara di sisi si gadis, ia berdoa sejenak di samping makam dan menatap batu nisan itu "Sepertinya banyak ya yang menjenguk anda" gumamnya


"Meskipun anda tidak bisa menggunakan nama asli anda dan malah menggunakan namaku, tapi terimakasih karena sudah membantu ku. Suatu saat nanti, aku akan memberikan identitas aslimu setelah semuanya selesai. Sekali lagi terimakasih" lanjutnya mencium baru nisan itu


Tangan kanannya memegang earphone yang terpasang di telinganya "Kerjakan" titahnya pada seseorang yang terhubung dengannya


Baru saja ia beranjak ingin pergi, tiba-tiba tangannya dicekal dengan erat oleh seseorang


Ia terkejut sejenak tapi langsung merubah kembali raut wajahnya


"Siapa kau?" tanya Aidan dengan suara datar dan dinginnya menatap tajam gadis itu


Tapi gadis itu hanya tersenyum tipis dibalik maskernya dan dengan satu gerakan cekalan itu langsung terlepas "Anda tidak perlu tau siapa saya"


Untung saja ia memiliki reflek yang bagus dan bisa menghindari nya "Sungguh tidak sabaran" gumamnya


"Cepat tangkap gadis itu" seru seorang pria berpakaian serba hitam yang sepertinya pemimpin kelompok itu


Senyum lebar terbit di bibir gadis itu "Coba saja tangkap aku" serunya memprovokasi mereka dan langsung berlari ke arah hutan yang ada di samping pemakaman


***


"Kenapa kau malah mengikuti ku" kesal gadis berambut biru tua menatap tajam pria yang ada disampingnya


Aidan hanya menatap sekilas gadis di sampingnya dan kembali menatap sekitar dengan waspada


Niat hati ingin mengejar gadis itu, tapi ujung nya ia terkena masalah dan sekarang sedang melarikan diri dari sekelompok orang yang mengejar


Sementara si gadis mendengus kesal karena kesenangan nya terganggu. Mereka berdua berlari cukup jauh hingga sampai di sebuah pohon yang cukup besar


Tidak ingin terganggu kesenangan nya, gadis itu segera naik dengan lincah ke atas pohon


Dirinya bagaimana predator yang siap mencari mangsa. Ia mengambil belati yang selalu ia bawa di pengikat yang ada di pahanya. Berbagai senjata ada di sana


Aidan sendiri terkejut melihatnya tapi ia memaklumi nya karena gadis itu adalah pemimpin organisasi Angel Night


"Cepat cari, dia pasti tidak jauh dari sini" suara lantang mulai mendekat ke arah mereka


Sret

__ADS_1


Sebuah belati meluncur tepat mengenai jantung salah satu pria di kelompok itu


"Tembak" seru si pemimpin kelompok


Suara tembakan terdengar menggema di hutan, tapi justru gadis itu terlihat sangat senang


Ia bersembunyi di balik pohon menyiapkan pistolnya


Suara tembakan dari lawan belum berhenti, tapi hal itu tidak membuat nya takut


Dor


Pemimpin kelompok itu tertembak tepat di jantungnya


Dan saat itulah si gadis keluar dengan cepat dan sembari membawa belati


Lawan yang masih dalam keadaan terkejut tidak menyadari jika gadis incaran mereka mendekat


Agrhhhhh


Teriakan kesakitan menggema, si gadis dengan gesit menyerang tepat di leher mereka dan ada juga yang ditikam di jantung


"Ck lemah" kesalnya sembari membersihkan belatinya yang berlumuran darah, tidak hanya itu saja seluruh pakaiannya terkena cipratan darah


Diantaranya tumpukan mayat itu, salah seorang pria ternyata masih hidup. Tanpa di sadari si gadis, pria itu memegang pistolnya dan mengarahkan ke Aidan


"Mati kau" gumam pria itu yang masih terdengar oleh si gadis


Melihat peluru akan diluncurkan, si gadis langsung berlari ke arah Aidan


Dor


Tembakan mengenai bahu si gadis. Tubuhnya hampir saja jatuh tapi sepasang tangan kekar mencegah nya


"Kau tak apa?" tanya Aidan dengan cemas, jika saja dirinya selalu waspada gadis di depannya tidak mungkin menghalau tembakan yang akan meluncur ke arahnya


Si gadis tidak menjawab dan mengarahkan pistol yang ada di tangannya ke arah pria penembak tadi


Dor


Peluru bersarang tepat di kepala pria itu


"Shtt" rintih nya merasakan nyeri di bahunya yang terus mengeluarkan darah. Tidak hanya itu saja, rasa sakit lain juga ikut menyerang


Tubuhnya tiba-tiba terasa mengambang "Apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku" kesal gadis itu di dalam gendongan Aidan


"Diamlah, lebih baik cepat mengobati lukamu" ujar Aidan dengan dingin tanpa menatap wajah si gadis


Setelah kepergian mereka berdua, tidak lama kemudian datanglah Yon dan San bersama beberapa orang yang merupakan bawahan mereka


"Dimana master" gumam Yon mengedarkan ke segala arah


"Cepat kalian bereskan semua ini tanpa meninggalkan jejak" titah San


Para bawahan langsung bergerak untuk membereskan semua mayat-mayat yang ada


"Master pasti tidak pergi jauh dari sini"


"Kau benar kak"

__ADS_1


Keduanya langsung berpencar mencari keberadaan sang master


Bersambung~


__ADS_2