
Di sebuah perusahaan lebih tepatnya disebuah ruangan, terlihat seorang laki-laki berperawakan tinggi yang berdiri menghadap keluar jendela. Ditangan kanannya ada sebuah cincin
"Elena" gumam lelaki tersebut
Tok tok tok
"Masuk" titah lelaki tersebut
"Tuan kami sudah mendapatkan data tentang wanita itu" ujar lelaki yang baru saja masuk kedalam ruangan
"Bacakan Will"
"Baik tuan, Elena El Bacas berumur 20 tahun, seorang gadis yatim piatu karena orang tuanya yang meninggal saat kecelakaan. Tidak memiliki sanak saudara, perusahaan milik ayahnya diakuisisi oleh perusahaan milik Albert Anderson dan saat ini tinggal di panti asuhan. Bekerja sebagai direktur disalah satu cabang perusahaan anda. Lulusan terbaik dari universitas Lomonosov pada saat umur 18 tahun"
Lelaki yang mendengarkan berbalik "Bagaimana menurut mu Will?" tanya lelaki tersebut
"Maksud tuan Elvaro?" Williams bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh tuannya
"Ck bagaimana menurutmu tentang gadis itu"
"Ohh, menurut saya pribadi. Gadis ini cocok bersanding dengan anda tuan, dia cantik dan juga pintar. Bahkan umur 18 tahun sudah lulus kuliah" pendapat Williams
"Hmmmm, kau kosongkan jadwal ku siang ini. Aku akan menemui gadis itu" titah Elvaro
"Baik tuan" William pun pamit undur diri dan keluar dari ruangan Elvaro
~Flashback kemarin malam~
"Varo tidak mau dijodohkan dad" tolak Elvaro
"Varo mengertilah sayang, ini sudah perjodohan sangat lama. Memang kamu tidak mengetahuinya karena kami akan memberi tau mu saat sudah waktunya. Bahkan kau memakai bukti dari perjanjian itu, cincin yang melingkar dijari mu ada sebuah nama disana" jelas sang mommy
Sontak Elvaro melepas cincin tersebut dan mengamati. Benar adanya ada sebuah nama yang terukir di cincin tersebut, ia baru mengetahui malam ini. Sebelumnya Varo mendapatkan dari kedua orangtuanya, saat tanya ini cincin apa mereka diam. Dan malam ini ia tahu jika ini adalah cincin perjodohan
"Daddy tidak bisa mendengar penolakan mu. Minggu depan kau akan menikah, tidak ada penolakan. Ini sudah keputusan mutlak" ucap sang daddy
"Tapi dad-" saat ingin berbicara sang mommy mencegah Elvaro
"Varo sudah, kamu harus menerimanya. Daddy melakukan ini juga demi kebaikanmu agar mendapatkan pasangan yang baik untukmu. Mommy harap kamu menerimanya"
Jika mommy yang sudah turun tangan maka Elvaro hanya bisa menerimanya
~Flashback end~
Setelah Will keluar, Elvaro mengambil salah foto yang berisi foto Elena. Ia mengamati wajah Elena cukup lama "Kita lihat apakah kau pantas untuk menyandang sebagai nyonya De Vegas" gumam Elvaro dibarengi senyum smirk nya
***
Disisi lain terlihat 2 orang perempuan yang sedang bercanda gurau di sebuah cafe
"Bagaimana kuliah mu?" tanya salah satu wanita
"Ya begitulah El, masih proses skripsi. Ahh dunia perkuliahan memang sangat sulit. Andai aku punya otak jenius sepertimu, aku pasti sudah lulus kuliah saat umur 18 tahun. Aku sungguh iri"
Elena terkekeh mendengar jawaban sahabatnya ini "Udah lah Jas, kita hanya bisa menghadapinya. Manusia memang berbeda-beda, jika ada kelebihan pasti ada kekurangan. Jadi jangan insecure okey"
__ADS_1
Jasmine pun mengangguk paham "Oh ya aku sampai lupa, bagaimana kabarmu?" tanya Jasmine
"Aku baik, ya masih disibukkan dengan dunia kerja" jawab Elena
Sebuah ide jahil muncul pada otak Jasmine "Lalu kapan kau menikah?" tanya Jasmine dengan menaikturunkan alisnya. Ia tau jika Elena tidak mungkin menikah yang umurnya masih 20 tahun ini
"Sebentar lagi" jawab Elena santai
Jasmine yang mendengar jawaban itu terkejut "Bagaimana bisa, bukankah kau masih 20 tahun. Tapi kau ingin menikah muda?"
Menghela nafas pelan "Kemarin ada sepasang suami-istri yang datang ke panti. Mereka bilang jika sudah menjodohkan ku dengan anaknya. Juga menyampaikan wasiat ayahku, jika aku sudah berusia 20 tahun harus cepat menikah dengan dia. Ahh aku bingung, di satu sisi ada wasiat ayahku disisi lain aku belum ada niatan menikah"
"Tapi bagaimana keputusan mu?" tanya Jasmine penasaran
"Masih bingung, bahkan pernikahan itu digelar minggu depan. Padahal aku belum menerimanya. Tapi karena terjerat wasiat harus cepat dilaksanakan" Elena menghela nafas pelan
"Hmmm, jika boleh memberi pendapat. Lebih baik kamu melakukan wasiat dari ayahmu itu. Itupun juga demi kebaikanmu. Mungkin waktu itu ayahmu berfikir tidak bisa menemanimu sampai dewasa" pendapat Jasmine
"Aku juga berfikir begitu" menghela nafas sebentar. Elena melirik jam dan langsung terkejut "Astaga, aku hampir telat" langsung saja menyambar tasnya dan berpamitan pada Jasmine
"Nanti kuhubungi, hati-hati dijalan" teriak Jasmine
Elena pun memberi jempol tanda mengerti
Saat mengobrol mereka sempat bertukar nomor ponsel yang baru
***
Dengan sedikit tergesa-gesa Elena memasuki perusahaan, langsung saja ia memasuki ruangan miliknya
Langsung saja Elena menghidupkan komputer dan memulai pekerjaannya
~Jam makan siang~
"Ahhh akhirnya selesai juga" gumam Elena sembari meregangkan otot-otot tubuhnya "Tinggal makan siang. Hmm apa ku hubungi Jasmine makan siang saja" lanjutnya
Ketika akan menelepon Jasmine, pintu ruangannya diketuk seseorang
Tok tok tok
"Masuk" titah Elena
Seorang pria menghampiri Elena "Selamat siang Nona, saya diberi perintah oleh atasan saya untuk mengundang anda makan siang" ujar lelaki tersebut
Elena mengenyitkan dahi, siapa tuan yang dimaksud? Perasaan Elena tidak pernah dekat dengan lelaki
"Siapa tuan mu?" tanya Elena
"Anda akan tau sendiri nantinya, saya hanya diberi tugas untuk menyampaikan hal ini. Mari saya antar" ujar lelaki tersebut
Karena penasaran akhirnya Elena mengiyakan ajakan tersebut
***
Elena dibawa ke salah satu restoran paling terkenal di kota tersebut, pasalnya hanya beberapa orang saja yang bisa memasuki restoran tersebut
__ADS_1
Elena dituntun oleh lelaki yang membawanya ke salah satu ruang privat
Pintu dibuka, terlihat seorang lelaki tampan dengan setelan jas duduk di kursi paling ujung
"Silahkan nona" lelaki yang membawanya mempersilahkan Elena duduk
"Terimakasih" ucap Elena
Lelaki tersebut hanya mengganguk
"Jadi ada keperluan apa dengan saya tuan" ucap Elena to the point, setelah keheningan beberapa saat
"Nona Elena ternyata orang yang tidak sabaran" kekeh lelaki didepannya
"Tidak usah bertele-tele, cepat katakan ada keperluan apa. Jika itu hanya basa-basi saya pamit undur diri"
"Baik, saya juga tidak ingin berbasa-basi. Langsung inti saja. Saya Elvaro orang yang akan dijodohkan dengan anda" lelaki tersebut menyodorkan sebuah cek "Saya hanya ingin anda menerima cek tersebut, dan anda isi sendiri. Dan perjodohan ini terputus" lanjutnya. Elvaro yakin jika Elena pasti akan menerima hal tersebut
Elena yang mendengar itu merasa geram hingga mengebrak meja
Brakk
"Saya tidak butuh sepeserpun uang dari anda, jadi lebih baik anda simpan. Terimakasih undangan makan siang yang memuakkan ini. Saya pamit, selamat siang" Elena pun langsung pergi dari tempat itu. Tapi baru beberapa langkah terdengar suara dari Elvaro yang membuat dirinya berhenti
"Jika anda tidak mau, saya pastikan anda akan dipecat dari perusahaan dan saya pastikan anda tidak mendapatkan pekerjaan lagi" ini adalah cara terakhir Elvaro agar bisa memutuskan hubungan perjodohan ini
"Terserah anda, saya bisa mendapatkan pekerjaan di manapun. Dan saya tidak memaksa anda untuk menikah dengan saya. Jika anda tidak mau, itu suatu keberuntungan untuk saya" langsung saja Elena keluar dari ruangan privat tersebut
Elvaro yang mendapatkan penolakan merasa harga dirinya tercoreng. Rahangnya mengeras, tangan nya mengepal
Akan Elvaro pastikan jika wanita itu pasti akan tunduk padanya
Langsung saja ia meraih ponsel dan menelepon sang mommy
"Mom Elvaro ingin menikah 3 hari lagi. Ajukan tanggal pernikahannya" ucap Elvaro
[Ini beneran, ada apa? kenapa kau ingin cepat menikah? Padahal kemarin malam kau menolaknya] tanya sang mommy
"Tidak apa-apa mom, lebih cepat lebih baik"
[Baiklah, akan mommy percepat]
Sambungan telepon terputus. Elvaro tersenyum smirk 'Kau tidak akan bisa kemana-mana Elena, akan kupastikan kau akan tunduk padaku'
Bersambung~
Maaf bestie, baru upload. Kemarin banyak tugas dari guru jadi baru upload ( ・ั﹏・ั)
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😉 juga masukkan ke novel favorit biar pas upload langsung ada notifikasi nya( ◜‿◝ )♡
Dan untuk readers yang bilang jika novel ku sampah, nggak bermutu atau apalah itu. Ku anggap itu sebagai bentuk dukungan ya. Karena memang author baru memulai menulis, bukan penulis senior. Author cuma penulis pemula yang masih banyak salah dalam menulis. Jadi mohon support nya bestie ( ◜‿◝ )♡
Happy Reading (≧▽≦)
See You 😘
__ADS_1