
Happy reading!! (≧▽≦)
Di kamar bernuansa hitam putih, terlihat dua insan yang sedang tertidur.
"Mamah Ayah, jangan tinggalin Elena disini" suara rintihan dari Elena mengusik tidur dari Elvaro. Ia pun bangun dan melihat mata sang istri masih tertutup tapi peluh keringat dari dahinya terus keluar
Elvaro mencoba untuk membangunkan sang istri namun hasilnya nihil "El bangun". Ia pegang dahi sang istri menggunakan punggung tangannya "Panas"
Raut wajah khawatir tercetak pada Elvaro "Apa yang harus aku lakukan" gumamnya. Ia tatap jam diatas nakas menunjukkan tengah malam "Jam segini semua orang sudah tidur". Elvaro ingin meminta bantuan sang mommy tetapi pasti sudah tidur dan Elvaro tidak ingin mengganggu. Para maid pun juga sama
Menghembuskan nafas pelan, sebagai seorang suami ia harus merawat sang istri. Elvaro pun turun ke dapur untuk mengambil air dan juga obat
"Dimana obatnya" ucap Elvaro, sudah sejak tadi ia mencari obat di laci dapur tapi tidak menemukannya. Menghela nafas pelan, hanya tinggal 1 harapan laci terakhir dan akhirnya obat nya ada disana.
Langsung ia pergi kembali ke kamar, dilihatnya Elena yang masih mengigau memanggil orang tuanya yang sudah tiada dengan wajah resah dan kepala yang menoleh kanan kiri
Ketika akan menempelkan kompres di dahi Elena ternyata pakaian yang dipakai Elena sudah basah karena keringat. Setelah berfikir sejenak Elvaro menghela nafas pelan, dengan terpaksa ia yang harus menggantikan pakaian Elena. "Maafkan aku" ucapnya lirih sebagai permintaan maaf karena menyentuh Elena tanpa izin
Setelah pakaian Elena sudah diganti, Elvaro mencoba membangunkan Elena untuk bangun guna meminum obat. Namun hasilnya nihil, karena tidak ada pilihan lain Elvaro mulai memasukkan obat tersebut dalam mulutnya disusul dengan air. Ia raih tengkuk Elena dan mulai menyatukan bibir mereka. Dengan perlahan Elvaro mulai menyalurkan obat tersebut ke mulut Elena dan akhirnya terminum juga.
__ADS_1
Ia usap sudut bibir Elena yang sedikit basah, lalu mulai mengkompres dahi Elena agar panasnya turun. Sepanjang malam Elvaro merawat Elena dengan telaten. Setelah hampir 3 jam akhirnya panas Elena mulai turun meskipun belum sepenuhnya
Elvaro pun mulai berbaring di dekat sang istri dan memeluknya memberikan kehangatan
**********
Sinar matahari masuk melalui celah gorden, membuat seorang gadis terusik
"Eghhh" rintih Elena merasakan pening dikepalanya. Ia mulai bangkit dari tidurnya namun tangan kekar melilit perutnya. Ia lihat siapa pelakunya, dan ternyata suaminya yang tertidur dengan lelap
'Tunggu' Elena mulai menyadari jika pakaiannya sudah berganti. "Akhhhhh" teriak Elena membuat Elvaro terbangun dengan kaget
"Ada apa denganmu, pagi-pagi sudah teriak" ucap Elvaro dengan suara serak khas bangun tidur
Menguap sebentar "aku" jawab Elvaro
"Dasar cabul" Elena mulai memukul bahu Elvaro
"Hey hey, aku punya alasan melakukannya" dan akhirnya Elena mulai menghentikan aksinya memukul Elvaro
__ADS_1
"Apa?" Tanya Elena dengan raut tidak bersahabat
"Kemarin malam kamu demam, dan pakaian mu basah karena keringat. Karena semua sudah tidur aku tidak tega membangunkan mereka untuk merawat mu. Dengan terpaksa aku yang merawat mu sepanjang malam. Dan apa yang kudapatkan malah pukulan" jelas Elvaro
Elena menggaruk lehernya "Maafkan aku, dan terimakasih" ucapnya tulus dan tersenyum memperlihatkan deretan giginya
"Hmmm" jawab Elvaro singkat
"Sebagai permintaan maaf dan terimakasih apa yang kamu inginkan?" Tanya Elena
Elvaro tersenyum smirk, ia mulai mendekatkan wajahnya dengan Elena sampai tinggal beberapa centi saja
"A-apa yang kau inginkan" tanya Elena dengan nada gugup
Elvaro tak menjawab dan mulai menyatukan bibir mereka, bahkan menarik tengkuk Elena untuk memperdalam ciuman mereka
"Manis" ucap Elvaro setelah tautan bibir mereka terlepas "Ini yang kuinginkan, setiap hari harus ada morning kiss" setelah itu Elvaro meninggalkan Elena yang terdiam dan pergi kekamar mandi guna membersihkan tubuhnya
Blushhh
__ADS_1
Elena terdiam detik berikutnya "Elvaro sialan" teriak Elena dengan melemparkan bantal kearah kamar mandi
Sementara didalam kamar mandi Elvaro tersenyum penuh kemenangan