
~Negara Indonesia, Jakarta~
Pagi ini Sei sudah bersiap menuju universitas paling terkenal di Jakarta. Senyum cerah terus terbit di bibirnya, bahkan saat sarapan sesekali bersenandung
"Selamat pagi nona" sapa Arta yang sudah berdiri di samping mobil yang akan digunakan Sei
"Pagi Arta" balasnya lalu duduk di kursi belakang disusul dengan Arta yang juga ikut duduk di samping Sei
Mobil pun melaju keluar dari masion yang mewah
Di dalam mobil, Arta menjelaskan apa saja yang akan dilakukan Sei disana. Tidak hanya sebagai mahasiswa perwakilan universitas Jepang, tapi juga sebagai misi dari Rei
"Jadi aku akan melakukan penelitian denganmu Ar?" tanya Sei setelah mendengar penjelasan dari Arta
"Benar nona, dan anda akan menetap disini cukup lama. Karena disini lebih aman dan cocok untuk dijadikan penelitian"
Sei mengangguk, percakapan mereka tidak terdengar oleh supir yang menyetir karena adanya sekat pemisah dan juga kursi belakang yang kedap suara. Karena itulah percakapan mereka tidak akan terdengar oleh siapapun
"Bagaimana kondisi perusahaan yang kau pegang?"
"Semua berjalan dengan lancar nona, dan saya masih mengusahakan agar perusahaan melakukan kerja sama dengan perusahaan farmasi keluarga Wijaya"
Sei mengangguk senyum manis terbit di bibirnya, keluarga Wijaya ya "Aku yang akan menjalin kerjasama nya Ar" usulnya
"Benarkah nona?"
"Mungkin dengan adanya diriku, aku bisa membantu. Dan juga kau tau, aku mengenal keluarga itu meskipun sudah lama tidak bertemu"
Arta mengganguk senang "Baiklah, mohon bantuannya nona"
[Permisi nona, kita sudah sampai] suara sang supir terdengar melalui sound yang terpasang di sana
Sei langsung membuka pintu mobil, senyum cerahnya terbit. Sekarang akhirnya ia bisa bertemu 'mereka'
Kini ia sudah berdiri di halaman universitas Garuda. Universitas yang berada di bawah naungan keluarga Malverick, keluarganya
Air mata keluar dari sudut matanya, sungguh ia tidak menyangka akhirnya bisa kembali lagi meskipun tidak bisa mengungkapkan identitas nya
"Saya akan menjemput anda, silahkan nanti menghubungi saya nona" ucap Arta
Sei menghapus air matanya, senyum manisnya kembali terbit "Kau bisa kembali bekerja Ar, kalau begitu aku akan masuk"
Arta membungkuk kan badannya sebentar lalu masuk ke dalam mobil
Sei menatap gedung universitas dengan senyum manisnya. Ia menjadi perhatian para mahasiswa yang berada di sekitar sana
Mahasiswa baru kah? Cantik banget
Anjirr bidadari turun dari surga cuyyy
__ADS_1
Kok kayak mirip sama Nara ya
Masak sih, nggak mungkin lah
Masih banyak lagi komentar dari para mahasiswa, tapi Sei tidak memperdulikannya. Ia langsung pergi memasuki gedung universitas
Dari kejauhan, seorang gadis berambut pirang terus menatap Sei "Rayna" gumamnya
Air mata keluar dari matanya, ia ingin mengejar tapi tangannya langsung dicekal
"Ada apa dek?" tanya seorang laki-laki yang mencekal tangan gadis itu "Kenapa nangis?" lanjutnya merasa panik
"Kak, Rayna kak. Dia disini" ucap gadis itu terbata-bata
Laki-laki yang dipanggil kakak langsung memeluk sang adik "Mungkin kamu salah lihat Ra, udah ya. Biarkan Rayna tenang di sana"
Gadis itu memberontak dan melepaskan pelukan sang kakak "Aku tidak salah lihat, dia pasti Rayna. Aku akan mencarinya" lalu ia langsung pergi meninggalkan sang kakak
Laki-laki itu menghela nafas, sungguh ia merasa sedih melihat sang adik terus bilang jika Rayna yang merupakan kembarannya masih hidup
"Lo kenapa?" tanya laki-laki lain yang melihat sahabatnya sepertinya bertengkar
"Nara kembali bilang jika Rayna masih hidup. Gue sedih liat dia kek gitu ka"
"Gue tau, mungkin Nara belum bisa merelakan kepergian Rayna. Sebaiknya kita pergi, bentar lagi mata kuliah dimulai" ucap laki-laki itu yang bernama Azka
"Eh btw, katanya hari ini kita kedatangan siswa dari Jepang. Katanya sih sebagai perwakilan dari program pertukaran pelajar" lanjutnya
Azka menepuk dahinya "Lo anak yang punya universitas tapi kagak tau"
Nathan mengedikkan bahunya acuh lalu pergi meninggalkan Azka
"Sialan, gue ditinggal" umpat Azka langsung mengejar Nathan
Kini mereka berdua sudah duduk di dalam kelas mata kuliah mereka. Sebenarnya jurusan mereka berbeda, Azka mengambil jurusan farmasi sementara Nathan biomedis. Meskipun berbeda, terkadang mata kuliah mereka sering digabung karena salah satu dosen mereka sama
Seperti saat ini, mata kuliah mereka digabung sehingga keduanya bisa bersama
Tidak lama kemudian, sang dosen masuk "Selamat pagi semuanya" sapa dosen wanita yang sudah paruh baya
"Pagi" sahut para mahasiswa
"Hari ini kalian memiliki teman baru, dia merupakan mahasiswa dari Jepang sebagai bentuk program pertukaran pelajar. Silahkan masuk"
Semua mahasiswa penasaran dengan mahasiswa baru kecuali dua laki-laki yang duduk di belakang. Siapa lagi jika bukan Azka dan Nathan
Seorang gadis berambut hitam panjang masuk dengan senyuman manisnya
"Silahkan perkenalkan dirimu, eh apakah kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya sang dosen memastikan
__ADS_1
Gadis itu tersenyum dan mengganguk "Perkenalkan nama saya Nakamura Sei, mohon bimbingannya"
"Silahkan kamu duduk di kursi yang kosong"
Sei pun berjalan ke arah kursi belakang dan tepat di samping Nathan
Nathan melihat siapa yang duduk di sampingnya, detik berikutnya bola matanya melebar 'Rayna!' batinnya
Segera ia menggelengkan kepalanya, pasti ia salah lihat. Itu tidak mungkin, tapi kenapa gadis disampingnya sangat mirip dengan sang adik. Yang membedakan hanyalah warna rambut dan mata
***
Sei yang ingin pergi ke kantin, tiba-tiba ditarik oleh seseorang
"Siapa kau?" tanya laki-laki yang menariknya dengan tatapan penuh selidik
Sei memiringkan kepalanya tidak mengerti, tapi detik berikutnya ia mengangguk "Mungkin kamu tidak mendengarkan nama saya waktu perkenalan tadi. Perkenalkan nama saya Nakamura Sei" ujarnya mengulurkan tangannya
Nathan langsung pergi dari sana dengan perasaan campur aduk. Membuat Sei bingung dengan sikap dari Nathan. Jika dilihat lebih dalam lagi, tersirat sorot mata kesedihan yang mendalam
Ia memilih untuk melanjutkan pergi ke kantin, tapi baru berjalan sebentar. Seorang gadis berambut pirang berlari ke arahnya dan memeluknya sangat erat, untung saja dirinya bisa menjaga keseimbangan
"Akhirnya kamu kembali" gumam gadis itu
"Maaf, kamu siapa ya?" tanya Sei melepaskan pelukan diantara mereka
Nara terkejut dengan sorot mata tidak percaya "Kau tidak tau aku?"
Yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Sei
"Rayna, ada apa denganmu? Kau melupakanku?!!!"
"Maaf anda salah orang" Sei langsung pergi dari sana, sebelum benar-benar menjauh. Sei menatap langsung mata Nara lalu pergi
Nara terkejut melihat sorot mata Sei, senyum lebar terbit di bibirnya
Bersambung~
Hello reader, balik lagi sama author ๐ค
Mau ingetin nih novel kedua author berjudul Nayra Putri (Mencari Jati Diri) masih ada hubungannya dengan salah satu karakter disini
Terus siapa sih sosok Sei itu? Hmm penasaran nggak?
Kayaknya bakal ada sebuah rahasia yang akan terungkap nantinya?
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐ dan vote novel ini agar author semakin bersemangat update
Happy Reading (โงโฝโฆ)
__ADS_1
See you ๐