
Setelah makan malam, triple twins pergi ke kamar Elena. Kamar yang sebelumnya digunakan Elena dan Elvaro
Mereka meminta untuk tidur bersama, untung saja kasurnya memiliki ukuran yang cukup besar
"Mamah mandi dulu ya sayang, kalian tidurlah dulu bersama papah"
Triple twins mengangguk setuju dan langsung naik ke atas kasur "Papah, ayo ceritakan dongeng untuk kami" pinta Nayra
Elvaro dibuat bingung karena selama ini dirinya tidak pernah berhubungan dengan yang namanya anak kecil. Tapi sebisa mungkin, ia akan menjadi papah yang baik untuk mereka
"Baiklah, sini mendekat"
Triple twins langsung mendekat, bahkan Nayra sudah berbaring dan memeluk tubuh besar sang papah
Elvaro mulai bercerita tentang cerita yang pernah diceritakan oleh sang mommy saat masih kecil
Cerita tentang sebuah kerajaan yang sangat makmur dan damai dibawah kepemimpinan sang raja. Hingga akhirnya tahta turun ke putra mahkota
"Jadi sekarang putra mahkota menjadi seorang raja dan didampingi oleh ratu yang sangat cantik. Kehidupan mereka semakin berwarna dengan hadirnya tiga anak kembar" Elvaro tersenyum melihat triple twins yang sudah tertidur
Dengan perlahan ia membaringkan tubuh triple twins dan menyelimuti mereka
Elvaro turun dari kasur dengan pelan lalu menuju ke arah kamar mandi. Senyum lebar terbit di bibirnya ketika mengetahui jika pintu kamar mandi tidak terkunci
Perlahan Elvaro masuk dan mengunci pintu kamar mandi
"Ahhh....mpttt" teriak Elena yang langsung dibungkam oleh tangan Elvaro
"Shttt, anak-anak sudah tidur" bisik Elvaro
Elena langsung melepaskan bekapan yang ada di mulutnya "Apa yang kau lakukan disini?"
Senyum miring tercetak di bibir Elvaro "Aku ingin mandi bersama dengan mu" bisiknya tepat di sampingnya telinga Elena
Seketika tubuh Elena meremang, bisa dipastikan wajahnya saat ini memerah. Nafas Elvaro menerpa telinga nya ditambah dengan suara beratnya "A aku sudah selesai, kau mandi sendiri"
Memang benar jika Elena baru saja menyelesaikan mandinya, bahkan saat ini ia sudah menggunakan bathrobe
Ketika akan pergi, tangan Elena langsung dicekal dan jadikan satu lalu menaruhnya di atas kepala oleh Elvaro
"Kau tidak akan bisa lari lagi El" bisiknya lalu menjilat telinga Elena. Dengan cekatan Elvaro melepaskan tali bathrobe Elena
Elvaro mencium leher Elena, menikmati aroma yang sudah lama tidak tercium dan aroma yang selalu membuatnya candu
__ADS_1
Dan akhirnya terjadilah olahraga panas keduanya di bawah guyuran shower
***
Gedoran pintu yang sangat keras menggangu pasangan suami istri yang sedang tidur usai memadu kasih
"Siapa?" gumam Elena mulai membuka matanya
Elvaro mencium kening sang istri yang nampak kelelahan karena ulahnya "Tidurlah, biarkan aku yang membuka nya"
Lalu ia turun dari ranjangnya dan menggunakan celananya saja tanpa atasan
Ceklek
Begitu membuka pintu, Elvaro langsung disuguhi dengan wajah cemberut triple twins
Ia baru menyadari jika akan menemani mereka untuk tidur, tapi malah pergi. Elvaro bersimpuh mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan triple twins
"Maafkan papah sayang, tapi kemarin papah ada pekerjaan yang sangat mendesak" memang benar bukan? Dirinya dalam keadaan terdesak untuk segera menuntaskan atau lebih tepatnya membuka puasanya
"Papah ingkar janji" mata Nayra mulai berkaca-kaca dan detik berikutnya ia menangis, begitupun dengan Narendra dan Nathan
Elvaro dibuat kalang kabut dengan tangisan triple twins 'Apa yang harus kulakukan?' batinnya
Akhirnya ia menggendong Nayra "Sudah ya jangan menangis lagi, bagaimana jika papah buatkan kalian sarapan"
Elvaro dan triple twins turun ke lantai bawah. Setelah memastikan triple twins duduk tenang di kursi, ia membuka kulkas
Ia pun mengambil roti tawar, buah dan bahan membuat krim
Tidak membutuhkan waktu lama, Elvaro sudah selesai membuat sarapan untuk triple twins
Dengan senang mereka mulai memakan sandwich buatan sang papah
Setelah sarapan, mereka naik ke lantai dua. Nayra yang memiliki sifat manja meminta untuk digendong sementara Narendra dan Nathan berjalan
"Wow, otot papah besar sekali"
Elvaro tersenyum gemas lalu mencium pipi gembul sang putri
"Aku juga ingin memiliki otot seperti milik papah" tunjuk Nathan pada perut sixpack Elvaro
Elvaro terkekeh pelan "Kamu harus rajin berlatih, agar memiliki otot yang sama seperti milik papah"
__ADS_1
"Mamah mencari kalian ternyata ada disini" atensi mereka langsung teralihkan pada sang mamah
"Mamah kenapa? Kok jalannya gitu?" tanya Narendra merasa heran melihat cara jalan sang mamah yang aneh?
Semburat merah langsung terlihat di pipi Elena. Bayangan kemarin malam langsung memenuhi otaknya
Nathan langsung menghampiri Elena "Mamah sakit? Kok wajahnya merah?"
"Eh itu mamah hanya kecapean saja" dalihnya. Bagaimana tidak kelelahan jika ia harus melayani Elvaro sampai hampir pagi. Dirinya baru bisa beristirahat ketika fajar mulai terbit, benar-benar kemarin malam Elvaro memakannya sampai habis-habisan
"Mamah kecapean karena apa?" tanya Narendra yang terlihat khawatir dengan kondisi sang mamah
"Eh itu" Elena dibuat mati kutu oleh pertanyaan Narendra. Apa alasan yang bagus untuk diberikan pada putra nya ini
"Mamah kecapean karena olahraga kemarin malam" celetuk Elvaro
"Olahraga? Kenapa tidak mengajak Nayra olahraga juga" protes Nayra langsung cemberut
Elvaro dibuat kalang kabut oleh putrinya "Eh itu, olahraga nya hanya bisa dilakukan oleh mamah dan papah"
"Kenapa begitu? Aku tidak pernah mendengar olahraga itu. Apa itu olahraga yang baru ya pah?" ujar Nathan yang sangat penasaran, karena dirinya memang paling suka yang namanya olahraga. Hampir semua olahraga dan jenis bela diri ia ketahui
Sementara Elvaro yang mendapat kan tatapan tajam dari sang istri dibuat semakin panik. Bagaimana ia harus menjelaskan pada triple twins "Kalian mandi dulu ya, setelah itu kita bermain" elaknya
Mendengar kata bermain bersama sang papah, triple twins langsung pergi ke kamar mereka masing-masing yang memang sudah tersedia sejak dulu. Mereka memang sering ke masion ini saat berlibur karena dekat dengan pantai
Setelah memastikan triple twins masuk ke dalam kamar, Elvaro memeluk sang istri dan mengecup singkat bibir Elena
"Bagaimana tidurmu?"
Elena mendengus kesal, apakah sang suami tidak menyadari jika perbuatan nya membuat waktu tidurnya berkurang
Elvaro terkekeh gemas melihat raut wajah cemberut sang istri. Tanpa aba-aba, ia langsung menggendong Elena ala bridal style dan membawanya ke meja makan
"Aku membuat kan sandwich buah"
Elena memakan sandwich buah buatan sang suami, senyum manis terlihat di bibirnya. Perasaan nya menghangat mendapatkan perlakuan dari Elvaro
Bersambung~
Gimana nih chapter kali ini?(โโฟโ) Silahkan jawab di kolom komentar
Jangan lupa tinggalkan like dan vote kalian agar author semakin semangat update nya ๐ค
__ADS_1
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See you ๐