Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Flashback (Elvaro mabuk)


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk" titah dari dalam ruangan


"Saya ingin melaporkan kegiatan nyonya tuan" lapor William lalu melangkahkan kakinya mendekati meja Elvaro


"Katakan" perintah Elvaro


"Nyonya pergi ke mall Crocus City dan berbelanja bersama nona Alexa setelah selesai berbelanja mereka makan di restoran dan akhirnya pulang. Hanya itu tuan" jelas William


Elvaro pun mengganguk tak lama kemudian pintu kembali dibuka dan seorang pria masuk


"Hei sob" sapanya langsung duduk di sofa


"Kenapa kau datang kesini?" tanya Elvaro dengan dingin dan kembali berkutat dengan berkas-berkas didepannya


"Ck, kau ini selalu serius. Kemarilah, sekali kali lepaskan semua pekerjaan mu agar kau bisa rileks. Dan kau Will, beristirahatlah sebentar. Jangan ikuti kebiasaan buruk Varo"


Will yang sedari tadi berdiri menghampiri Juan dan duduk disebelahnya "Yah kau benar, dia sudah seperti maniak pekerjaan. Tapi semenjak menikah kebiasaannya untuk lembur sudah berkurang" keluh Will menghela nafas


Sementara Alvaro yang sedari tadi fokus dengan berkasnya, langsung berdecak kesal mendengar ocehan kedua sahabatnya itu. Ia pun berdiri dan ikut bergabung dengan keduanya


"Bagaimana jika kita ke club, sudah lama tidak minum bersama kan" usul Juan dan disetujui oleh kedua sahabatnya


Waktu menunjukkan hampir pukul 10 malam. Terlihat Elena terus mondar mandir mencemaskan Elvaro yang tak kunjung pulang


"Ada apa dengan diriku, kenapa aku cemas. Ck Elena, kau harus sadar jika kau tidak mencintainya jadi tidak usah peduli" gumamnya lalu merebahkan tubuhnya


Sekuat tenaga Elena untuk tertidur tetapi tetap tidak bisa memejamkan matanya. Ia hanya bisa menghela nafas


Ketika akan minum ternyata persediaan air di atas nakas sudah habis. Elena pun turun ke lantai bawah untuk mengambil air


Lampu kediaman hampir semuanya sudah padam yang menandakan semua orang sudah tidur. Hanya ada beberapa saja yang memang menyala, salah satunya bagian dapur


Baru saja memasuki dapur, suara bel berbunyi. Ia pun langsung menuju pintu utama dan membuka kuncinya


"Selamat malam nyonya, maaf jika mengganggu malam-malam" ucap seorang lelaki yang membopong lelaki lain


Elena tampak berfikir sejenak, siapa lelaki didepannya. "Selamat malam asisten Will, ada keperluan apa malam-malam?" akhirnya ia ingat jika lelaki itu adalah asisten pribadi suaminya


"Saya mengantarkan tuan Elvaro"


Elena baru menyadari jika yang dibopong Will adalah suaminya. Ia pun langsung membantu Will membawa Elvaro masuk ke dalam rumah


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Elena melihat keadaan Elvaro yang kacau. Kedua kancing kemeja putihnya terbuka dengan lengan yang digulung sampai siku dan entah kemana jas nya itu


"Tuan mabuk karena terlalu banyak minum" jawab Will "Kalau begitu saya permisi nyonya" pamitnya

__ADS_1


Elena pun mengantarkan Will sampai pintu rumah, lalu tidak lupa menguncinya lagi. Ia pun menghampiri Elvaro yang terbaring di sofa ruang tamu


Dengan tenaga yang ia punya, Elena membopong Elvaro ke lift untuk pergi ke kamar mereka yang berada di lantai 2


Sesampainya di kamar, Elena langsung membaringkan Elvaro di ranjang dan melepaskan sepatu suaminya itu


Baru saja beranjak untuk menempatkan sepatu, tangan dicekal dan langsung ditarik hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh di atas Elvaro


Elena mencoba untuk berdiri tetapi pelukan Elvaro semakin kencang hingga membuatnya sesak nafas. Ia pun memukul dada bidang Elvaro


"Akhhh" teriak Elena yang sekarang berada di bawah kukungan Elvaro "Lepaskan aku, biarkan aku pergi" ronta Elena


Mendengar kata pergi Elvaro langsung mencekal kedua tangan Elena langsung menguncinya di atas kepala "Kau tidak boleh pergi dari sisiku" desisnya langsung meraup bibir sang istri


Elena semakin meronta untuk dilepaskan, bahkan air matanya sudah mengalir dari sudut bibirnya. Semakin ia meronta, Elvaro semakin memperdalam ciuman mereka


Akhirnya Elvaro melepaskan ciuman itu ketika melihat Elena mulai kehabisan nafasnya "Jangan tinggalkan aku, kumohon selalu disisi ku Elena" ucapnya dengan lembut dan sorot mata yang sendu lalu menghapus air mata Elena dengan jarinya


Deg


Jantung Elena berdetak dengan kencang bahkan saat ini wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Sungguh ia tidak menyangka jika Elvaro bisa berkata lembut dibalik semua sifat sombong angkuh yang diperlihatkan padanya selama ini


Ia melihat sorot mata Elvaro dan memang semua yang diucapkan tulus tidak ada kebohongan didalamnya


"Selamat malam istriku" ucap Elvaro mencium bibir Elena sekilas dan tidur dengan memeluk Elena seperti guling. Bahkan wajahnya saat ini berada di ceruk leher jenjang Elena


Elena langsung terbangun dari lamunannya, hatinya menghangat mendengar perkataan suaminya. Ia pun mengelus surai hitam milik sang suami "Kuharap kau tidak mengecewakan ku, meskipun aku tau jika kau mengatakannya dalam keadaan mabuk. Tapi kumohon kau bisa jujur dengan perasaanmu dalam keadaan sadar" setelah itu ia menyusul ke alam mimpi


Sinar matahari masuk melalui celah gorden, mengusik tidur seorang lelaki


Ketika membuka matanya hal yang pertama dilihat adalah wajah sang istri yang terlihat tenang


Elvaro pun bangkit dan duduk, kepalanya terasa berdenyut. Ia mengingat semalam terlalu banyak minum hingga mabuk berat


Kilasan-kilasan saat dirinya dibawa oleh Will pulang sampai kejadian saat ia mengutarakan pikirannya hingga membuatnya mabuk berat. Dia hanya bisa menghela nafas kasar. Namun tidak bisa dipungkiri hatinya merasa senang saat mendengar ucapan Elena sebelum tidur


Dengan perlahan tanpa membuat suara, Elvaro turun dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi


Bulu mata lentik Elena perlahan-lahan terbuka. Dia melihat disampingnya sudah kosong dan terdengar gemericik air dari kamar mandi


Elena pun bangun dan berjalan menuju walk in closet mengambilkan setelan kantor sang suami


Bersamaan Elena keluar dari walk in closet, Elvaro ternyata juga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang hingga memperlihatkan otot perutnya. Bahkan rambutnya masih basah dengan air terus menetes menambah ketampanannya


"A-aku sudah menyiapkan pakaian mu" ucap Elena terbata-bata


Tidak ada tanggapan dari Elvaro, justru ia melangkah mendekati sang istri hingga membuatnya melangkah mundur

__ADS_1


Elvaro tersenyum miring, dia merasakan sangat senang melihat betapa imutnya sang istri seperti kelinci. "Keringkan rambut ku" ucapnya menjauh dari Elena dan duduk di tepi kasur


Elena yang jantung terus berdetak karena sang suami langsung merasa lega. Dia pun mengambil handuk dan mulai mengeringkan rambut Elvaro. Diikuti beberapa pijatan lembut yang membuat Elvaro rileks


Kini sepasang suami-istri sudah siap dengan pakaian kantor


Elvaro memperhatikan sang istri yang sedang memakaikan dasi miliknya. Elena yang memakai dress berwarna hitam selutut dipadukan dengan blazer putih juga rambut yang digulung hingga memperlihatkan leher jenjangnya


Akhirnya Elena selesai memasangkan dasi "Ada apa?" tanyanya melihat raut wajah tidak bersahabat dari suaminya


Elvaro tak menjawab, dia pun menghampiri Elena dan langsung melepas sanggul rambutnya hingga tergerailah rambut sepanjang punggung berwarna coklat kemerahan


"Jangan menarik perhatian lelaki lain, kau harus berada di sisiku" lalu ia pun mencium bibir sang istri lalu menyatukan kening mereka


Blushhh


Wajah Elena memerah seperti kepiting rebus "Kenapa kau melakukan ini?" tanyanya menatap manik sang suami "Bukankah kau tidak mencintai ku, tapi kenapa sikapmu seperti itu"


Elvaro terdiam, dia bertanya-tanya kenapa dirinya perhatian pada seorang wanita padahal selama ini dia selalu menghindari wanita


Melihat keterdiaman Elvaro membuat hati Elena sakit. Dia pun memilih untuk pergi bekerja


Suasana sarapan terkesan canggung dari sebelumnya. Reynard dan Caroline saling pandang melihat ada kejanggalan diantara anak dan menantu mereka


Namun mereka berdua memilih untuk diam dan tidak ikut campur dalam rumah tangga anaknya


"Kami akan pergi ke Indonesia" ucap Caroline setelah menyelesaikan sarapannya


"Berapa lama?" tanya Varo. Dia sudah tidak kaget lagi jika orang tuanya sering bepergian ke luar negeri. Katanya mereka berlibur menikmati masa tua


"Mungkin 1 bulan" papar Caroline


"Alexa kemana mah?" tanya Elena yang sedari tadi tidak melihat keberadaan adik iparnya itu


"Ah, kemarin malam dia sudah berangkat ke luar kota karena ada kegiatan kampus. Dan akan pergi selama 1 minggu"


'Jadi nantinya hanya ada aku dan Elvaro' batin Elena


'Aku dan Elena' batin Elvaro


Bersambung~


Hello para reader (◍•ᴗ•◍) Wihh Elvaro sama Elena ditinggal berdua nih ye. Bakal ada cerita apa lagi nih? Atau malah akan ada kehadiran sosok pelakor


Hmm, entahlah. Ikuti terus ceritanya di novel ini ya. Hanya update disini bestie, jadi tungguin aja( ꈍᴗꈍ)


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😉

__ADS_1


Happy Reading (≧▽≦)


See You 😘


__ADS_2