
Ceklek
Elvaro membuka pintu kamar, dan pemandangan masih sama dengan Elena yang masih tidur
Karena sudah dilanda rasa kantuk dan lelah, akhirnya Elvaro mendekati ranjang dan mulai merebahkan diri disamping sang istri dan memeluk Elena "Selamat malam" ucapnya lirih sembari memberikan kecupan singkat di kening Elena. Elvaro pun menyusul Elena ke dunia mimpi
***
Di kamar bernuansa hitam putih, terlihat dua insan yang sedang tertidur.
"Mamah Ayah, jangan tinggalin Elena disini" suara rintihan dari Elena mengusik tidur dari Elvaro. Ia pun bangun dan melihat mata sang istri masih tertutup tapi peluh keringat dari dahinya terus keluar
Elvaro mencoba untuk membangunkan sang istri namun hasilnya nihil "El bangun" Ia tempelkan punggung tangannya pada dahi sang istri menggunakan punggung tangannya "Panas"
Raut wajah khawatir tercetak pada Elvaro "Apa yang harus aku lakukan" gumamnya. Ia tatap jam diatas nakas menunjukkan tengah malam "Jam segini semua orang sudah tidur"
Elvaro ingin meminta bantuan sang mommy tetapi pasti sudah tidur dan Elvaro tidak ingin mengganggu. Para maid pun juga sama
Menghembuskan nafas pelan, sebagai seorang suami ia harus merawat sang istri. Elvaro pun turun ke dapur untuk mengambil air dan juga obat
"Dimana obatnya" gumam Elvaro, sudah sejak tadi ia mencari obat di laci dapur tapi tidak menemukannya. Menghela nafas pelan, hanya tinggal 1 harapan laci terakhir dan akhirnya obat nya ada disana.
Langsung ia pergi kembali ke kamar, dilihatnya Elena yang masih mengigau memanggil orang tuanya yang sudah tiada dengan wajah resah dan kepala yang menoleh kanan kiri
Ketika akan menempelkan kompres di dahi Elena ternyata pakaian yang dipakai Elena sudah basah karena keringat. Setelah berfikir sejenak Elvaro menghela nafas pelan, dengan terpaksa ia yang harus menggantikan pakaian Elena "Maafkan aku" ucapnya lirih sebagai permintaan maaf karena menyentuh Elena tanpa izin
Setelah pakaian Elena sudah diganti, Elvaro mencoba membangunkan Elena untuk bangun guna meminum obat. Namun hasilnya nihil, karena tidak ada pilihan lain Elvaro mulai memasukkan obat tersebut dalam mulutnya disusul dengan air. Ia raih tengkuk Elena dan mulai menyatukan bibir mereka. Dengan perlahan Elvaro mulai menyalurkan obat tersebut ke mulut Elena dan akhirnya terminum juga.
Ia usap sudut bibir Elena yang sedikit basah, lalu mulai mengkompres dahi Elena agar panasnya turun. Sepanjang malam Elvaro merawat Elena dengan telaten. Setelah hampir 3 jam akhirnya panas Elena mulai turun meskipun belum sepenuhnya
Elvaro pun mulai berbaring di dekat sang istri dan memeluknya memberikan kehangatan
***
Sinar matahari masuk melalui celah gorden, membuat seorang gadis terusik
"Eghhh" rintih Elena merasakan pening dikepalanya. Ia mulai bangkit dari tidurnya namun tangan kekar melilit perutnya. Ia lihat siapa pelakunya, dan ternyata suaminya yang tertidur dengan lelap
'Tunggu' Elena mulai menyadari jika pakaiannya sudah berganti. "Akhhhhh" teriak Elena membuat Elvaro terbangun dengan kaget
"Ada apa denganmu, pagi-pagi sudah teriak" ucap Elvaro dengan suara serak khas bangun tidur
"Hey apa yang kau lakukan, siapa yang mengganti pakaian ku"
Menguap sebentar "aku" jawab Elvaro
"Dasar cabul" Elena mulai memukul bahu Elvaro
"Hey hey, aku punya alasan melakukannya" dan akhirnya Elena mulai menghentikan aksinya memukul Elvaro
__ADS_1
"Apa?" tanya Elena dengan raut tidak bersahabat
"Kemarin malam kau demam, dan pakaian mu basah karena keringat. Karena semua sudah tidur aku tidak tega membangunkan mereka untuk merawat mu. Dengan terpaksa aku yang merawat mu sepanjang malam. Dan apa yang kudapatkan malah pukulan" jelas Elvaro
Elena menggaruk lehernya "Maafkan aku, dan terimakasih" ucapnya tulus dan tersenyum memperlihatkan deretan giginya
"Hmmm" jawab Elvaro singkat
"Sebagai permintaan maaf dan terimakasih apa yang kamu inginkan?" tanya Elena
Elvaro tersenyum smirk, ia mulai mendekatkan wajahnya dengan Elena sampai tinggal beberapa centi saja
"A-apa yang kau inginkan" tanya Elena dengan nada gugup
Elvaro tak menjawab dan mulai menyatukan bibir mereka, bahkan menarik tengkuk Elena untuk memperdalam ciuman mereka
"Manis" ucap Elvaro setelah tautan bibir mereka terlepas "Ini yang kuinginkan, setiap hari harus ada morning kiss" setelah itu Elvaro meninggalkan Elena yang terdiam dan pergi kekamar mandi guna membersihkan tubuhnya
Blushhh
Elena terdiam detik berikutnya "Elvaro sialan" teriak Elena dengan melemparkan bantal kearah kamar mandi
***
Ceklek
Blushhh
Wajah Elena memerah ketika melihat otot perut Elvaro yang sixpack ditambah dengan rambutnya yang masih basa menambah kadar ketampanan yang dimiliki Elvaro
"Ce-cepat kamu menyingkir, ka-kamu menghalangi jalanku" ucap Elena terbata-bata dengan mencoba menormalkan detak jantungnya yang sedang berdisko
"Ingin kemana?" tanya Elvaro dengan mendekatkan wajahnya hingga tinggal beberapa centi saja
Nafas Elvaro yang hangat menerpa wajah Elena yang membuat jantungnya bertambah berdegup dengan kencang "A-aku ingin mandi lalu berangkat kerja"
"Kau tidak boleh bekerja" ucap Elvaro dengan nada datar dan dingin
Elena mengenyitkan dahinya dan langsung menatap manik biru laut milik Elvaro "Kenapa?" Tanyanya
Bukannya menjawab Elvaro malah beranjak pergi dan duduk ditepi ranjang "Bantu aku mengeringkan rambut" ucapnya dengan nada yang masih datar
"Dasar irit bicara, muka triplek" gerutu Elena, lalu ia mulai mengambil handuk dan mengeringkan rambut Elvaro
Elvaro tersenyum miring menikmati sentuhan lembut dari sang istri yang sedang mengeringkan rambutnya
***
Elvaro sudah siap dengan pakaian kantornya, hari ini ia tidak jadi mengambil cuti
__ADS_1
Sebenarnya kemarin malam Elvaro merencanakan untuk pergi bersama sang istri, entah kenapa ia ingin lebih dekat dengan Elena. Tapi karena Elena kemarin malam mengalami demam oleh karena itu ia tidak bisa membawa sang istri keluar karena butuh istirahat. Tadi ia juga sudah menghubungi William jika ia tidak jadi ambil cuti dan menyuruhnya menjadwalkan meating untuk hari ini
Baru saja Elvaro keluar dari walk in closet ia langsung dihadang oleh Elena "Ada apa?" tanyanya mengangkat sebelah alisnya
"Kenapa aku tidak boleh bekerja?" bukannya menjawab, Elena melemparkan pertanyaan
Elvaro kira ada apa ternyata hanya masalah kenapa ia tidak memperbolehkan Elena bekerja "Kau kemarin malam panas, lebih baik tidak usah bekerja dan istirahatlah dirumah"
"Aku sudah sehat dan aku ingin pergi bekerja" ucap Elena tegas. Namun hal itu malah membuat Elvaro gemas melihat wajah sang istri
Tuk
Elvaro menjitak kening sang istri hingga sang empu mengeluh merasa sakit di keningnya
"Lebih baik menuruti kata suami" ucap Elvaro singkat
"Ta-tapi aku i..." Ucapan Elena terpotong ketika Elvaro kembali membuka suaranya
"Jika tidak mau menurutiku maka besok dan seterusnya kamu tidak boleh bekerja" final Elvaro
Dengan terpaksa akhirnya Elena menganggukan kepala
"Good girl" ucap Elvaro mengusap puncak kepala Elena, lalu ia langsung pergi keluar kamar untuk berangkat bekerja
"Loh Elena mana Varo" tanya Caroline ketika melihat sang putra yang turun sendirian tanpa menantunya
Elvaro pun langsung mengambil tempat duduk disamping Alexa "Dikamar mom sedang istirahat" ucapnya sambil mengambil roti yang ada di piringnya
Terlihat kening Caroline mengenyit "Ada apa? Apakah dia sakit?" tanyanya pada sang putra
"Iya mom, kemarin malam ia demam"
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Reynard menatap Elvaro
"Sudah baikan tapi aku tidak memperbolehkan Elena bekerja dulu" jawab Elvaro
Mereka bertiga pun menggangukan kepala mengerti
"Aku sudah selesai" ucap Elvaro sambil berdiri dari tempat duduknya "Mom, dad, lexa, Varo berangkat dulu" ucapnya lalu beranjak pergi
Bersambung~
Jangan lupa mampir ke novel ku Nayra Putri (Mencari Jati Diri)(โแดโโฟ)
Tinggalkan like dan komen kalian ๐
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See You ๐
__ADS_1