
"Anak-anak makan malam sudah siap, kalian turunlah" teriak Elena memanggil triple twins
"Iya mah" sahut triple twins bersamaan
Makan malam berjalan dengan lancar dan hanya terdengar suara dentingan diatas piring, tidak lupa dengan celotehan dari Nayra menambah kesan harmonis dalam keluarga
"Kalian sudah menyelesaikan tugas sekolah?" tanya Elena, mereka sudah berada di ruang tengah
"Sudah mah" sahut triple twins bersamaan
"Baiklah, lebih baik kalian cepat ke kamar dan tidur agar tidak bangun kesiangan"
"Baik mah" sahut triple twins bersamaan lagi
Sebelum kembali ke kamar, mereka mendapat kecupan selamat malam dari sang mamah
"Selamat malam sayang, mimpi indah" ucap Elena pada triple twins
"Malam mah, mamah juga mimpi indah"
Seperti biasa triple twins melakukan ritual sebelum tidur yaitu menggosok gigi dan cuci tangan dan kaki
Setelah itu mereka pun beranjak ke ranjang dan pergi ke dunia mimpi masing-masing
Elena pun naik ke lantai atas dan ke kamar triple twins memastikan mereka sudah tertidur
Setelah memastikan triple twins sudah tidur, ia pun kembali ke kamar dan mengistirahatkan tubuhnya
***
"Sayang ayo cepat turun dan sarapan" teriak Elena memanggil triple twins
"Iya mah" sahut mereka bersamaan
Selang beberapa saat triple twins turun "Pagi mah" sapa Narendra dan Nathan
"Pagi juga sayang" ujar Elena
"Selamat pagi mamah" teriak Nayra dengan agak berlari menuruni tangga
"Aduh Nayra jangan lari, nanti kamu jatuh" peringat Elena
Nayra hanya cengengesan menanggapinya
Elena pun memberi kecupan selamat pagi pada triple twins "Ayo sarapan setelah itu berangkat sekolah"
Triple twins mengganguk dan mulai duduk di kursi
***
~Masion De Vegas~
__ADS_1
Terlihat seorang lelaki yang sudah rapi dengan setelan jas nya, orang itu adalah Elvaro
Entah kenapa hari ini suasana hatinya sangat senang, seperti akan mendapatkan jakcpot
Namun ia dapat menutupinya dengan wajah datarnya
Elvaro pun turun dan sarapan, kali ini ia tidak sarapan sendirian. Ada kedua orang tuanya yang baru pulang dari luar negeri
"Pagi" sapanya singkat, tidak lupa dengan wajah datarnya
"Pagi" sahut kedua orang tuanya
Mereka pun sarapan tanpa ada percakapan, hingga suara dari mommy nya membuyarkan suasana hening
"Bagaimana Varo, kau sudah menemukan menantu mommy?"
Elvaro yang mendengar itu terdiam sejenak 'Varo sudah menemukannya mom, tapi Varo tidak bisa memberi tahu kalian, ada suatu hal yang harus kupastikan' batinnya
"Belum mom" jawabnya singkat
"Ini sudah 7 tahun lamanya, kau harus cepat menemukannya dan menyelesaikan kesalahpahaman diantara kalian. Daddy tidak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut" kini sang daddy yang angkat bicara
"Varo usahakan untuk cepat menemukannya dan membawa kembali ke sini" ujar Elvaro
"Aku sudah selesai" lanjutnya singkat
Elvaro pun beranjak pergi dari ruang makan guna untuk berangkat bekerja
Elvaro baru saja datang di perusahaannya selang beberapa saat Elena juga sampai
"Selamat pagi tuan" sapa Elena, ia berusaha bersikap netral dan profesional agar tidak dicurigai oleh siapapun termasuk Elvaro. Bisa-bisa penyamarannya terbongkar sebelum menyelesaikan kontrak ini
"Pagi" jawab Elvaro singkat, meskipun dalam hati saat ini berdebar kencang. Sungguh ingin rasanya ia langsung memeluk istrinya ini, tetapi hanya bisa ia urungkan. Sebab ia sedang menunggu Elena membuka sendiri penyamarannya
Mereka pun berjalan bersama, lebih tepatnya Elena berada di belakang Elvaro dan disamping William. Ada rasa cemburu dalam hatinya, kenapa Elena harus berdampingan dengan asistennya dan tidak berjalan disampingnya. Namun hal itu hanya bisa ia pendam sendiri
William yang melihat raut wajah sang tuan yang berbeda langsung menyadarinya. Ia langsung refleks agak menjauh dari Elena
Elena yang melihat itu terkejut dan penasaran kenapa Will menjauh, namun ia tak ingin ambil pusing dan tetap fokus berjalan
Disepanjang perjalanan masuk ke ruangan masing-masing, beberapa kali mendapat sapaan dari karyawan lain. Elena pun kembali balik menyapa mereka, kecuali manusia kulkas yang ada didepannya. Saat disapa tidak dijawab, paling tidak mengganguk kepala gitu. Eh malah cuma menunjukkan wajah datar
Akhirnya mereka pun sampai di ruangan masing-masing dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka
Jam menunjukkan pukul 9 pagi
Tiba-tiba pintu ruangan Elvaro diketuk
"Masuk" ucapnya tanpa menoleh ke arah pintu
Pintu dibuka dan tiba-tiba "Papah" teriak anak kecil
__ADS_1
Elvaro yang mendengar itu terdiam di tempatnya, mengalihkan pandangan ke arah suara anak kecil
Matanya melotot ketika mendapati 3 anak kembar sudah berada di depan mejanya
"Si-siapa kalian? Kenapa memanggil ku dengan sebutan papah"? tanya Elvaro dengan nada terkejut, ia langsung beranjak dari kursinya dan menghampiri triple twins
"Kami anak-anak papah, dan tentu saja harus memanggil dengan sebutan papah. Benar begitu kak" Nayra angkat bicara
Elvaro yang mendengar itu cukup terkejut, apakah 3 kembar didepannya ini anaknya bersama Elena? Anak yang tidak ia ketahui keberadaannya? Sungguh ternyata Tuhan masih mempertemukan mereka. Bukan Elvaro yang menemui mereka melainkan, triple twins yang datang padanya
Elvaro pun ingin memeluk triple twins, namun sebuah suara menghentikannya
"Jangan kau sentuh anak-anakku" teriak Elena dengan nada marah
Triple twins pun membalikkan badan, mereka melihat sang mamah yang berpenampilan berbeda. Tapi tak membuat mereka tidak mengenali Elena
"Mamah" triple twins pun menghampiri Elena yang berada di ambang pintu
Elena melangkahkan kakinya masuk keruangan dan segera memeluk triple twins, ia kecup puncak kepala mereka
Nayra pun menggerakkan tangannya melepas kacamata milik Elena dan melepas sanggul pada rambut Elena. Sehingga rambutnya tergerai
"Apa yang kalian lakukan disini" tanya Elena dengan nada lembut, meskipun ada sedikit rasa marah karena triple twins pergi tanpa mengabarinya. Ia dapat kabar kalau triple twins menghilang dari sekolah, dari anak buah yang ia tugaskan menjaga triple twins. Namun Elena dapat meredam rasa marah dan kesalnya
"Kami menemui mamah dan papah" Narendra angkat suara
"Siapa yang kalian sebut papah?" Sebenarnya Elena sudah tau kalau yang dimaksud adalah Elvaro, namun ia ingin langsung mendapat penjelasan dari triple twins
Triple twins pun menunjuk Elvaro yang terdiam ditempat, dapat dilihat kalau Elvaro sedang memandang lekat Elena
"Dia bukan papah kalian" ucap Elena tegas
Triple twins pun menggeleng "Tidak, dia papah kami" ucap serempak
"Papah kalian sudah tiada saat kalian masih mamah kandung" jelas Elena 'mamah sudah menganggap dia mati dalam hidupku' lanjutnya dalam hati
"Tidak dia papah kami, mamah jangan bohong" triple twins pun menghampiri Elvaro dan memeluk lelaki tersebut
"Tidak sayang, dia bukan papah kalian" kini air mata Elena luruh juga
Langsung saja Elena membawa triple twins pergi meskipun mereka memberontak
"Kita akan pulang ke negara Inggris" putus Elena
Elvaro yang melihat Elena hendak pergi langsung saja mencegahnya, ia langsung memeluk Elena
"Jangan pergi kumohon"
Elena yang mendengar itu langsung saja terdiam, tubuhnya menegang dan kaku. Pertahanan dirinya akhirnya luruh dengan mengalirnya air mata di pipinya
Bersambung~
__ADS_1