
Sementara di bandara, dua pria berbeda generasi baru saja turun dari pesawat
"Tuan, kami mendapatkan laporan jika dia diculik. Tim kami saat ini sudah mencarinya"
"Berengsek, bagaimana bisa kalian membiarkannya diculik" desis pria yang lebih muda mencengkeram kerah bawahan yang baru saja melaporkan
"Berhenti Rei, lebih baik kita pergi mencarinya" cegah pria paruh baya disampingnya
Rei hanya bisa menghela nafas dan melepaskan cekalan nya "Kita pergi"
***
Di hutan yang luas, Elena berlari sekuat tenaga. Malam yang sudah tiba membuatnya semakin takut, tapi hal itu ia tepis. Yang penting sekarang dirinya harus selamat
Sayup-sayup, dirinya mendengar suara minta tolong. Dengan perlahan Elena menghampiri pohon besar dan melihat seorang pria paruh baya mengerang kesakitan menahan perutnya
"Kek, anda baik-baik saja?" tanya Elena menghampiri pria paruh baya itu
Melihat luka seperti tusukan, Elena langsung merobek bagian bawah gaunnya dan langsung mengikat nya di perut sang kakek
Wajahnya langsung panik mendengar suara yang mendekat "Kita pergi kek" pintanya lalu memapah sang kakek
Srekkk
Jantungnya berdetak dengan kencang melihat segerombolan orang didepannya. Ketakutan mendera, takut jika gerombolan itu adalah teman yang menculiknya tadi
Tidak berapa lama, gerombolan yang menculik nya juga datang
"Habisi mereka" Elena terkejut mendengar perintah seorang pemuda
Dan akhirnya terjadilah pertarungan di antara dua kubu tidak terelakkan
Tidak membutuhkan waktu lama kubu pemuda itu menang. Tapi tidak lama kemudian datang lagi gerombolan berpakaian hitam menghampiri mereka. Diantara mereka ada seorang laki-laki yang langsung menghampiri Elena
"Kakek" panggil laki-laki itu langsung mengambil alih kakek yang di papah Elena
Tubuh Elena terasa sangat lemas, bahkan perutnya terasa sangat keram. Pemuda yang menolongnya langsung membekapnya
"Bereskan semuanya" titah pemuda itu langsung menggendong Elena ala bridal style
__ADS_1
Dengan kesadaran yang Elena miliki, dia melihat mata pemuda yang menggendongnya. Dia tertegun sejenak melihat salah satu matanya memiliki warna yang sama dengan dirinya
Tapi kesadarannya sedikit demi sedikit menghilang, sayup-sayup ia mendengar ucapan pemuda itu
"Akhirnya aku menemukan mu kak"
***
"Apakah ada petunjuk?" tanya Elvaro menatap kedua sahabatnya
William menggelengkan kepalanya "Tidak ada, tapi aku mendengar laporan jika Calista mengalami kecelakaan dan mobilnya terjatuh ke sungai. Mayatnya sudah ditemukan dan sekarang akan dikuburkan"
Elvaro cukup terkejut mendengar hal ini, tapi hal itu tidak penting. Yang ia butuhkan saat ini keberadaan sang istri. Itu saja
Di negara matahari terbit, seorang pemuda terus mondar mandir sehingga membuat pemuda yang melihatnya memutar bola matanya malas
"Kau kenapa Ryuu?" tanya pemuda itu
Pemuda yang dipanggil Ryuu langsung menatap sang kakak "Aku gugup kak, ini adalah pertama kalinya aku bertemu kak Elena. Apa dia akan menerimaku sebagai adiknya nanti"
Pemuda itu menepuk bahu sang adik "Kita adalah saudara, kak Elena pasti senang mendengar keberadaan kita" hiburnya
Tidak lama kemudian, seorang gadis datang menghampiri mereka "Bagaimana keadaannya Rei?"
"Dokter sedang memeriksa, jangan khawatir Sei" ucap Rei
Tidak lama kemudian, seorang dokter wanita keluar dari ruangan "Dengan keluarga pasien"
"Saya adiknya dok, bagaimana keadaan kakak saya" tanya Rei
"Pasien kelelahan dan syok, tapi untunglah keadaan bayinya tidak dalam keadaan bahaya. Saya harap pasien tidak terlalu stress takutnya akan memengaruhi kehamilannya"
"Kakak saya ha-hamil dok?" tanya Rei tidak percaya
"Benar, dan saat ini usia kandungannya masih 2 minggu. Nanti akan saya resep kan vitamin untuk pasien. Kalau begitu saya permisi"
"Terimakasih dok" ujar Ryuu mewakili sang kakak yang terdiam
"Sebaiknya kita masuk ke dalam dan melihat keadaan kak Elena" usul Sei
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga memasuki ruangan rawat Elena. Mereka menatap sendu melihat Elena yang masih tertidur di atas brankar
Sementara di ruangan sebelah, terjadi pembicaraan serius diantara dua pria berbeda generasi
"Aku tidak menyangka kembaran ku pergi begitu cepat" ujar kakek yang dibantu Elena menghela nafas
"Aku pun juga tidak menyangka paman, jika ayah memiliki saudara kembar. Karena selama ini ayah tidak pernah bercerita"
"Itu terjadi karena kami berpisah saat masih kecil. Aku tau jika memiliki saudara kembar karena ayahku bercerita. Selama ini aku mencari keberadaan nya tapi tidak pernah bertemu. Dan akhirnya takdir lah yang mempertemukan aku dengan mu di hutan"
Setelah berbincang, mereka masuk ke dalam ruangan Elena yang ternyata sudah siuman
***
"Bagaimana keputusan mu kak?" tanya Rei yang duduk di sebelah Elena
Elena terdiam sembari menatap langit yang mulai berganti malam. Jujur saja dirinya masih merasa terkejut mengetahui fakta jika adiknya masih hidup dan masih memiliki seorang adik laki-laki lagi. Juga fakta jika kakeknya memiliki saudara kembar yaitu kakek yang ia bantu di hutan
Tapi yang paling menyedihkan adalah berita kematian kedua orang tuanya. Ditambah cerita adiknya Rei yang membuatnya merasa sedih dan juga rahasianya. Disusul dengan kehadiran malaikat kecil di perutnya
Elena menghela nafas lalu mengusap perutnya "Aku akan membesarkan mereka dan tinggal disini"
Rei tersenyum lalu memeluk sang kakak "Aku akan menjagamu kak, dan juga keponakan ku"
Elena tersenyum dan membalas pelukannya sang adik
Flashback 7 tahun Off
Hufttt cukup panjang yah guys(-_-;)
Gimana nih reader sama chapter kali ini? Komen ya๐ Jangan lupa vote bestie biar author tambah semangat
Untuk selanjutnya adalah cerita akan kembali ke 7 tahun kemudian, cerita tentang triple twins dan juga sebuah rahasia yang selalu ditutupi oleh seseorang
Hmmm penasaran nggak?
Kalau penasaran jangan lupa kasih like vote ya๐
Happy Reading (โงโฝโฆ)
__ADS_1
See You ๐