Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Flashback (Khawatir)


__ADS_3

Hari demi hari telah berganti, sudah enam hari sejak kejadian pagi itu. Hubungan Elvaro dan Elena semakin canggung


Bahkan sejak itu juga mereka tidak pernah bicara satu sama lain. Saat tidak sengaja saling menatap pasti langsung mengalihkan perhatian ke hal lain


Elvaro selalu pulang larut malam saat Elena sudah tidur. Meskipun tidur diatas kasur yang sama, mereka berdua saling menghindar


"Kau mau pergi kemana El?" tanya teman kantornya merasa heran melihat Elena yang mulai membereskan barang-barangnya. Bukankah masih jam 9 pagi saat ini


"Aku ada urusan sebentar, mungkin akan kembali setelah makan siang. Kalau begitu aku pergi dulu" pamitnya lalu keluar dari ruangannya


Elena pun langsung pergi menggunakan mobilnya untuk pergi ke suatu acara, dan kebetulan dirinya diminta untuk mengisi sebagian acara itu


Dengan masih menggunakan pakaian kantornya, akhirnya Elena sampai di kampus nya tempat dimana acara


"Selamat siang sir" sapa Elena pada seorang pria paru baya yang sedang mengobrol dengan seseorang yang ia kenal


"Siang Elena, terimakasih sudah datang" sambut pria paruh baya itu menjabat tangan Elena


"Loh Rio?"


"Hai El, lama tidak bertemu" sapa Rio


Elena mengangguk, lalu mereka pun mengobrol bersama. Hanya berdua saja karena pria paruh baya yang merupakan dosennya dulu pamit undur diri karena acara akan dimulai


Kini keduanya berjalan beriringan ke aula tempat seminar diadakan. Dan mereka berdua sebagai senior yang memang sangat berprestasi di kampus itu, diundang untuk menjadi motivator


***


"Tuan, ada laporan jika saat ini nyonya Elena berada di kampusnya dulu" lapor William


Kening Elvaro mengeyit lalu menatap Will "Apa yang dia lakukan disana?"


"Nyonya menjadi motivator di seminar yang diadaptasi kampus, dan satu lagi- mppp itu"


"Katakan!!" titah Elvaro dengan suara dingin dan datar


"Nyonya bertemu dengan kakak seniornya dulu, dan mengobrol dengan akrab"


Elvaro terdiam, lalu melanjutkan kegiatannya yang tertunda


William hanya bisa menepuk jidatnya melihat kelakuan bos sekaligus sahabatnya yang seolah tidak peduli. Padahal Elvaro sampai memerintahkan William untuk mengawasi dan menjaga sang istri dari kejauhan selama ini. Sebuah ide jahil muncul di otaknya "Ehemm, tuan. Jika anda tidak segera menyusul, mungkin kakak ipar akan bersama dengan seniornya itu. Mereka terlihat sangat romantis di foto ini" ujarnya melihat foto-foto yang dikirimkan anak buahnya


"Siall" desis Elvaro sampai mematahkan pulpen yang ia pegang "Cepat siapkan mobil" titahnya


Dengan cepat, William langsung pergi dari sana untuk melaksanakan perintah Elvaro


***


Segala rangkaian telah dilakukan, sekarang Elena mulai memberikan motivasi untuk para mahasiswa yang baru saja pulang dari tugas kampus di luar kota. Ia melemparkan senyum nya pada Alexa yang juga salah satu mahasiswa disana


Tapi saat hampir selesai memberikan motivasi, tiba-tiba dadanya terasa sesak. Rasa sesak yang sudah lama tidak pernah ia rasakan

__ADS_1


Dengan terburu-buru, Elena memberikan kata penutup dan langsung pergi dari sana


Mungkin di mata orang lain, Elena ada kegiatan yang harus dilakukan oleh karena itu langsung pergi. Tapi tidak dengan dua orang disana, yaitu Alexa dan Rio


Keduanya merasa aneh melihat Elena yang tadi terlihat pucat meskipun tidak terlalu diperlihatkan. Tanpa berpamitan, Alexa langsung pergi menyusul sang kakak ipar lalu disusul oleh Rio di belakangnya


Sementara Elena saat ini berjalan di lorong yang terlihat sepi. Jantungnya berdetak dengan cepat, dadanya terasa sesak. Persis dengan keadaan dirinya dulu, padahal sudah lama ia tidak merasakan hal ini


Dengan langkah tertatih dan berpegangan dengan tembok, ia berjalan menuju parkiran. Namun rasa sakit semakin mendera hingga pandangan nya mulai kabur


Samar-samar ia melihat seorang laki-laki berlari ke arahnya dan detik itu juga ia jatuh tidak sadarkan diri


***


"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Elvaro langsung melihat dokter yang memeriksa Elena keluar


"Kondisi istri anda baik, mungkin hanya kelelahan karena itulah kondisinya lemah"


Elvaro hanya mengangguk, dan langsung memasuki ruang rawat Elena sementara dokter itu juga sudah pergi. Dia menatap sendu melihat kondisi sang istri yang tiba-tiba sakit. Ia juga sudah mendengar cerita dari Alexa jika Elena langsung keluar dari ruangan setelah memberikan kata penutup


"Eghhh"


Elvaro yang sejak tadi setia di samping sang istri terus menggenggam tangan nya. Langsung teralihkan melihat tanda-tanda Elena akan sadar


"Dimana?" gumam Elena menatap sekitar, bukankah tadi dirinya pingsan di koridor kampus. Tapi bagaimana bisa dirinya berada di tempat yang ia yakini adalah ruangan di rumah sakit


"Ada yang kamu butuhkan El"


Senyum manis terbit di wajah Elena yang masih pucat melihat sang suami. Entah kenapa hatinya merasa senang melihat kembali sang suami padahal mereka beberapa hari ini jarang bertemu


"Ehemmm" dehem Alexa yang sedari tadi hanya menjadi nyamuk di antara keduanya


Elena merasa sedikit canggung melihat ternyata adik iparnya berada disini


"Bagaimana kondisi mu kak? Tadi aku sangat khawatir melihat mu tidak sadarkan diri di kampus" papar Alexa menatap cemas pada kakak iparnya itu


Flashback on


Elvaro baru sampai di kampus Alexa, dia langsung pergi menuju tempat diselenggarakan seminar yang dihadiri Elena. Tapi ia merasa terkejut melihat kondisi sang istri yang pucat dan seperti akan pingsan di lorong


Dengan langkah cepat berlangsung berlari, ia menuju sang istri. Sebelum Elena benar-benar jatuh ke lantai, ia langsung menangkap tubuh sang istri


"El, bangun" ujarnya menepuk pelan pipi sang istri


"Kak" Elvaro langsung menoleh ke sumber suara yang ternyata adalah dari sang adik


"Apa yang terjadi dengan kak Elena?" lanjutnya merasa panik dan khawatir dengan kondisi sang kakak ipar


"Aku tidak tau, tiba-tiba dia pingsan"


"Sebaiknya kita segera ke rumah sakit. Aku takut terjadi apa-apa dengannya" usul Alexa

__ADS_1


Elvaro menyetujui hal itu dan langsung menggendong Elena ala bridal style


Dari kejauhan terlihat Rio yang menatap sendu. Hatinya terasa sakit menerima kenyataan jika gadis yang dia sukai sekarang sudah menjadi milik orang lain. Dengan langkah lesu, dia pergi dari sana


Flashback Off


"Aku baik-baik lexa, maaf membuat mu khawatir"


"Tidak kok kak, kalau begitu aku akan kembali ke kampus. Maaf tidak bisa menemanimu karena ada kegiatan yang sangat penting dan tidak bisa untuk izin" sesal nya dengan raut merasa sangat bersalah


Elena tersenyum tipis lalu mengusap kepala adik iparnya "Tidak apa-apa, sebaiknya kamu segera kembali sebelum terlambat"


Akhirnya Alexa pun pergi ke kampusnya. Kini di dalam ruangan hanya ada Elvaro dan Elena


"Kamu membutuhkan sesuatu El?" tanya Elvaro menatap Elena penuh kelembutan


Elena yang ditatap seperti itu membuat jantung nya berdetak dengan cepat


"El"


"Eh iya" sungguh jantung nya terus berdetak dengan cepat, ada perasaan senang melihat sang suami berada di dekatnya. Tapi ia tidak ingin terlalu percaya diri dan berusaha menampung ekspresi datar


"Sebaiknya kamu kembali ke perusahaan, bukankah kamu banyak pekerjaan" sarkas nya. Jujur saja hatinya merasa kesal karena melihat sang suami yang selalu pulang malam saat dirinya sudah tidur dan berangkat pagi sebelum dirinya bangun


"Kau mengusir ku El?" ujar Elvaro dengan wajah datarnya


"Ya, aku mengusir mu. Pergilah saja menemui pekerjaan mu. Bukankah kamu tidak peduli dengan ku. Lalu kenapa tetap disini" air mata lolos dari matanya, dengan cepat ia mengusapnya. Entah kenapa dirinya menjadi terbawa emosi, apakah karena sudah waktunya pms karena itu mood nya selalu berubah-ubah


Elvaro yang mendengar keluhan sang istri tersenyum tipis. Sekarang ia yakin jika sudah memiliki rasa untuk Elena "Aku mencintaimu, karena itulah aku khawatir melihat mu sakit" ujarnya memegang tangan Elena dengan tatapan penuh kelembutan


"Kau berbohong"


"Aku tidak berbohong El, aku tau ini memang terlalu cepat padahal belum ada 1 bulan kita bertemu. Tapi aku yakin hatiku hanya untukmu. Kau tau, aku sangat tersiksa karena keterdiaman diantara kita. Aku cemburu melihat mu makan siang bersama teman kantor mu dan kalian terlihat akrab"


"Kau memata matai ku"


"Maafkan aku, tapi aku sangat takut kehilanganmu. Jadi, bisakah aku menjadi suami yang bertanggung jawab untuk mu El. Selalu ada disamping mu" pinta Elvaro


Senyum manis terbit di bibir Elena, dia langsung memeluk sang suami "Aku menerimanya"


Elvaro tersenyum tipis dan langsung mencium bibir sang istri "Manis seperti biasanya" ujarnya setelah ciuman diantara mereka terlepas


Pipi Elena langsung memerah lalu memalingkan wajahnya "Dasar mesum" gerutunya


Bersambung~


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐Ÿ˜‰


Happy Reading (โ‰งโ–ฝโ‰ฆ)


See You ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2