Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
22


__ADS_3

"Begitu juga ketika kita berciuman nanti, kita hanya saling menempelkan bibir saja. Jangan berharap lebih" Elvaro memberi peringatan dengan kembali berbisik


"Apa harus berciuman?" Tanya Elena dalam hati ia sudah mati matian menghilangkan rasa panik beserta gugupnya. "Aku tidak pernah berciuman dan sekarang aku akan mendapatkannya di hari pernikahan ku, oh sial" gumam Elena tapi masih bisa didengar


Elvaro yang mendengar itu sontak saja kaget tapi bisa ia tutupi. Dalam hati Elvaro ia bertambah gugup, tapi ada juga rasa senang karena ialah yang akan mengambil ciuman pertama Elena meskipun itu nantinya cuma menempelkan bibir saja


Tak butuh waktu lama upacara pernikahan pun telah dilaksanakan dengan mudah dan lancar. Setelah menyematkan cincin pernikahan di jari masing-masing kini Elvaro dan Elena telah resmi menjadi pasangan suami istri.


Tepukan tangan dan riuh sorakan para tamu begitu menggema ketika Elvaro akan mencium Elena untuk pertama kalinya


Elvaro menundukkan kepalanya dan meraih wajah Elena dengan kedua tangannya agar ia dapat meraih bibirnya. "Jangan takut ini hanya sebentar" gumam Elvaro pada Elena yang terlihat gugup dan bibirnya bergetar. Elvaro pun demikian, ia juga gugup karena ini juga merupakan ciuman pertama Elvaro tapi dapat ia tutupi dengan baik


Elvaro pun dengan perlahan menyatukan bibir mereka dengan sempurna sambil memejamkan matanya


Deg!!!!!


Dada Elena berdegup dengan kencang dan menggila. 'Tenang Elena, Elvaro hanya menempelkan bibir saja' batin Elena dalam hati sembari menutup matanya. Walaupun hanya sekilas saja hal itu membuat tubuh Elena bagai tak bertulang


'Oh sial' maki Elvaro. Ia merasakan sensasi luar biasa menyentuh bibirnya 'Manis dan lembut' batin Elvaro berkata. Ada gelenyar aneh dalam hati Elvaro hingga tak ingin melepas ciumannya


Elena hendak menarik diri, namun tangan Elvaro dengan cepat menahan tubuhnya agar tidak menjauh. Ia belum rela melepaskan tautan bibirnya. Elvaro menyatukan kembali bibirnya dan bibir sang istri lalu mengulumnya dengan lembut penuh perasaan


(Ikut meleleh ~Author)


Elena mencengkeram kerah jas Elvaro sebagai pegangan karena Elena merasa kepalanya pening saat Elvaro mulai ******* bibirnya penuh tuntutan. Bahkan lelaki itu memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman


Tak hanya sampai disana, Elvaro juga melesakkan lidahnya memasuki bibir sang istri yang terbuka dan menikmati kelembutan dan kehangatan yang ada

__ADS_1


Yang Elvaro lakukan, sontak membuat Elena membulatkan matanya. Tidak hanya itu saja, para tamu undangan sangat heboh dengan apa yang dilakukan oleh Elvaro


"Elvaro.......mmmppphhhh" gumam Elena karena Elvaro kembali membungkam bibir Elena dengan bibirnya


Dapat Elvaro rasakan kepalan tangan Elena yang memukul-mukul dadanya namun sayang sekali Elvaro tidak dapat berhenti 'Oh sial kendalikan dirimu Elvaro' batin Elvaro menyadarkan diri sendiri


Selang beberapa menit akhirnya Elvaro melepaskan tautan bibirnya dan juga Elena. Nafas keduanya tersengal-sengal


Elena menghirup udara dengan rakus, setelah itu Elena menatap tajam ke Elvaro. Sementara Elvaro mengalihkan pandangannya dengan telinganya yang memerah


Elvaro kira, ia hanya akan menempelkan bibir saja seperti apa yang ia ucapkan tadi. Tapi yang terjadi bukanlah demikian, Elvaro begitu terbuai dengan kelembutan yang ada pada bibir istrinya, begitu terasa manis dan lembut ketika Elvaro mengulumnya hingga ia tidak bisa mengendalikan diri


"Apa kau ingin membunuhku?" Tanya Elena dengan nafas menderu saat tautan bibir mereka terpisah. Bibirnya sedikit membengkak saat ini


Aroma wangi mawar menguar dari tubuh Elena dan karena wangi tersebut membuat Elvaro lepas kendali


"Tadinya aku hanya ingin berpura-pura tapi sepertinya kau perlu diajarkan. Kau sungguh tidak ahli" jawab Elvaro. Sebenarnya ini juga pertama kali untuk Elvaro, mungkin karena nalurinya sebagai laki-laki ia bisa melakukan hal itu seolah seorang yang sudah ahli


Dan yang Elvaro rasakan benar adanya, Elena terdiam kaku dan tak membalas ciumannya padahal ia sudah melibatkan lidahnya dalam melakukan ciuman pertama tadi. Tapi herannya lagi, Elvaro tidak bisa berhenti ******* bibir istrinya itu


"Diam Elvaro, ini bukan urusanmu" jawab Elena dengan ketus. "Dan aku tak butuh diajarkan" lanjut Elena sembari mendelikkan matanya pada Elvaro yang menurutnya menyebalkan


Jika saja Elena tau bahwa lelaki menyebalkan seperti Elvaro menjadi suaminya. Tentu saja Elena akan menerima pernyataan cinta beberapa pria yang pernah ia tolak. Sungguh Elena sangat menyesal


Sedangkan Elvaro bersorak gembira dalam hati karena dirinyalah yang menjadi pertama bagi Elvaro. Meskipun rasa senang itu ia sembunyikan di balik wajah datarnya


"Setelah ini mungkin aku akan mengajarimu ciuman yang benar, Elena" ucap Elvaro penuh maksud

__ADS_1


"Tidak mau, aku tidak mau" sahut Elena menatap tajam Elvaro


Darah Elvaro mendesir hangat dan bulu kuduknya meremang saat Elvaro berkata seperti itu. Bayangan Elvaro saat menciumnya terus berputar dalam kepalanya


Ini benar-benar ciuman pertamanya yang tak akan terlupakan


Disisi lain Elvaro merasa tersiksa, dirinya terus memperhatikan bibir istrinya yang berwarna merah muda itu 'Tenangkanlah dirimu Elvaro' peringatnya pada diri sendiri


***********


Karena ciuman liar yang Elvaro lakukan membuat keduanya harus menata ulang riasan mereka. Pemulas bibir Elena tampak sedikit berantakan begitu juga Elvaro yang kini bibirnya terkena warna merah muda yang menempel dari istrinya


"Kenapa anda sangat liar tua" tanya penata rias yang sedang membantu Elvaro memperbaiki penampilannya. Tadi ia melihat aksi Elvaro yang mencium pengantin perempuannya dengan sangat ganas. Penata rias itu menggigit bibir bawahnya ketika mengingat kejadian itu


"Don't ever think about it!!!" Desis Elvaro terdengar dingin. "Cepatlah, aku ingin segera keluar" lanjutnya


"Sebenar lagi tuan, anda pasti tidak sabar ingin bertemu dengan istri anda ya?"


Elvaro tidak membenarkan, juga tidak menyangkalnya. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Tapi jika Elvaro boleh jujur, sedari tadi ia terus memikirkan istrinya itu. Sayangnya Elena tak bersiap-siap di ruangan yang sama dengannya, hingga ia tak tau apa yang sedang dilakukan oleh istrinya itu


Maaf ya para readers kalo aku up nya lama😭, beberapa hari ini sibuk buat persiapan ulangan


Mohon jangan kecewa ya🥺🙏


Tolong kasih suport author supaya semangat untuk memberikan lanjutan cerita ini


See you 😘

__ADS_1


__ADS_2