
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya keluarga Kobayashi sampai di salah satu restoran ternama di Jakarta
Mereka langsung menjadi pusat perhatian para pengunjung, terutama si kembar 3 Fujitora, Fuji, dan Furio
"Ruang privat atas nama Furio" ucap Furio pada resepsionis yang ada di restoran itu
Si resepsionis terpaku sejenak dengan ketampanan pria di depannya. Dengan cepat ia langsung kembali bersikeras profesional "Ruangan anda berada di lantai 2, mari saya antar"
Mereka pun pergi ke lantai 2 dan memasuki ruangan privat. Suasana ruangan itu sangat nyaman saat mereka memasuki nya
"Bagaimana kau bisa tau tempat ini?" tanya Fuji
"Aku mendapatkan rekomendasi dari teman ku yang sama bertugas di daerah perbatasan"
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Dan mereka makan malam bersama
"Bagaimana hubungan mu dengannya?" tanya Fujitora pada sang adik Furio
Furio menghentikan kegiatan memasukkan makannya "Kami tidak berhubungan lagi" tersirat nada kemarahan di dalamnya
"Apa yang terjadi? Bukankah kalian dekat?" kini Arta yang menanyakan
"Sudahlah kak, aku tidak ingin membahasnya" kilah Furio dan kembali menyantap makanannya yang entah kenapa sekarang menjadi hambar
"Ingat lah, kalian masihlah anggota tim yang didirikan oleh master. Jangan sampai terjadi perpecahan karena urusan pribadi" nasihat Fuji
"Baik kak" jawab Furio
"Aku ke kamar mandi sebentar" pamit Furio pergi dari ruangan itu
"Kak Arta, kau tau apa yang terjadi pada mereka?" tanya Fuji setelah Furio pergi
"Kakak juga tidak tau, karena kakak sibuk dengan urusan perusahaan. Ditambah Furio bertugas cukup jauh dari jangkauan kakak" jawab Arta sembari melanjutkan makanannya
Fuji mengangguk dan melanjutkan makannya
Sementara di sisi Furio, ia baru saja menyelesaikan urusan nya di kamar mandi
Brukk
Tubuhnya langsung membentur tembok cukup keras karena sesuatu membentur nya "****, bisakah anda jalan memakai mata" umpatnya
"Hei dimana mana jalan tuh pakek kaki" ketus seorang gadis yang menabraknya sembari membersihkan pakaian nya yang kotor
"Kau!!" seru Furio melihat wajah gadis itu
"Kau!! Kenapa kau disini hahh" ucap gadis itu dengan nada kesal melihatnya pria di depannya
__ADS_1
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kenapa kau disini? Oh aku tau pasti kau sedang makan malam dengan selingkuhan mu kan"
"Hei jangan menuduh ku, pasti kau sendiri yang makan malam dengan selingkuhan mu"
"Hei cepat, gadis itu pasti tidak jauh dari sini" seru seorang pria cukup menggema hingga terdengar dibarengi langkah kaki beberapa orang
"Sial" umpat gadis itu langsung menarik tangan Furio kembali masuk ke kamar mandi
Furio hendak protes tapi mulutnya langsung dibungkam oleh gadis itu
"Cepat periksa kamar mandi, dia pasti disini"
Raut wajah gadis itu semakin dibuat panik karena suara langkah kaki semakin mendekat dengan kamar mandi yang ia gunakan
Furio yang menangkap gelagat si gadis langsung mengerti. Dengan sigap ia mengubah posisi mereka menjadi ia mengukung gadis itu di kedua tangan kekarnya
"Apa yang kau lakukan" protes gadis itu dengan berbisik
Terdengar kenop pintu berputar. Furio langsung melepaskan kunciran rambut gadis itu hingga tergerailah rambut hitam panjangnya lalu mencium bibirnya
Mata gadis itu langsung membelalak, ingin mendorong pria di depannya tapi pintu kamar mandi sudah terbuka
"Dasar pasangan muda tidak tau tempat" umpat pria yang berpakaian hitam dan langsung menutup kembali pintu
Gadis itu mulai memberontak tapi ciuman dari pria di depannya tidak lepas dan malah semakin menjadi-jadi. Bahkan kedua tangan di pegang dan di taruh di atas kepalanya
"Apa kau ingin membuat ku kehabisan nafas lalu mati hah" sarkas gadis itu menatap tajam pria di depannya
"Hei aku membantumu terlepas dari kejaran mereka, tapi kau menuduhku seperti itu. Dasar tidak tau terimakasih" balas Furio yang tidak terima dituduh seperti itu
"Ck aku tidak akan berterimakasih pada laki-laki tukang selingkuh seperti dirimu"
"Aku tidak berselingkuh tapi dirimu duluan yang berselingkuh" seru Furio tidak terima
Belum sempat gadis itu menjawab, ponsel nya berbunyi. Tidak hanya miliknya saja tapi juga milik pria didepannya
[Panggilan untuk semua anggota inti Angel Night berkumpul di markas]
Itulah pesan yang masuk ke dalam ponsel mereka
"Urusan kita belum selesai" seru gadis itu langsung pergi dari sana
Furio tidak menjawab dan keluar dari kamar mandi itu. Begitu keluar, ia berpapasan dengan ketiga kakaknya
"Kakak mendapatkan pesan itu?" tanyanya
"Benar, kita harus bergegas kesana" balas Arta
__ADS_1
***
"Sebenarnya apa yang disembunyikan aunty" gumam Narendra lalu kembali menatap layar tab nya "Kau tau apa itu Raphael?" tanyanya pada sistem di depannya
[Tidak bisa menjawab]
"Kenapa? Apakah aku perlu meretas mu untuk mencari jawaban?" ancam Narendra dengan mata tajamnya
[Konfirmasi. Saya hanya mendapatkan tugas untuk membantu anda berlatih dunia IT]
Narendra berdecak kesal, selama ini dirinya hanya diminta berlatih oleh sang aunty bersama Raphael. Sistem yang dibuat oleh aunty nya dan juga ia tidak mungkin meretas Raphael karena sistem ini sangatlah kuat. Ia tidak punya kesempatan untuk mencari kebenaran karena jika meretas, ia tidak bisa melawan aunty nya, dan jika bertanya aunty nya pasti menutupi semuanya. Bahkan sang mamah tidak tau jika aunty nya menyembunyikan sesuatu darinya
Pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan kedua kembaran nya masuk "Ada apa?" tanyanya sembari mematikan tab nya
Nathan dan Nayra mendekat dan naik ke atas kasur "Kami tidak ingin berbasa-basi, langsung saja kak. Kakak menyadari jika aunty menyembunyikan sesuatu?" ujar Nayra
"Kalian juga merasakannya?"
Keduanya mengangguk "Sebenarnya kami penasaran kenapa aunty selalu berpenampilan laki-laki. Tidak hanya itu saja, aunty juga menggunakan nama samaran"
Jika kalian berfikir kenapa selama ini triple twins tidak mengetahui tentang penyamaran Rei. Itu salah besar
Meskipun mereka tau tanpa di beri tau, dalam pikiran mereka sudah menebak jika Putri adalah Rei begitupun sebaliknya
Selama ini mereka dikenalkan pada sosok Putri dan Rei sebagai aunty dan uncle. Tapi mereka sadar jika dua orang itu adalah orang yang sama
Tapi mereka memilih diam dan menerima satu orang dua identitas itu. Diam bukan berarti tidak bertindak, mereka bertiga terus mencari alasan di balik semua itu. Pernah mereka bertanya akan hal ini pada sang mamah, tapi jawabannya adalah jika dua orang itu tidaklah sama
Meretas data? Itu tidak mungkin karena sistem yang dimilikinya sangat lah susah ditembus
Pernah mereka melakukan hal itu, tapi seperti yang dijelaskan jika sistemnya sangat kuat. Mereka tidak dapat menembus sistem, beruntung mereka langsung menghilangkan jejak hingga Putri atau Rei tidak dapat mengetahui siapa yang meretas
"Aunty menutupi nya dengan sangat baik dan sempurna. Tidak ada celah sama sekali" ucap Narendra yang sudah tidak bisa mencari cara untuk mengetahui apa yang disembunyikan sang aunty
"Aku tidak tau ini bisa membantu atau tidak tapi aku tadi sempat mendengar aunty bertelepon menggunakan bahasa Indonesia saat akan kemari. Tapi yang membuat ku bingung kenapa mamah tidak bisa bahasa Indonesia sementara aunty bisa. Bahkan fasih seperti sudah bertahun-tahun terbiasa memakai bahasa itu" ungkap Nayra
"Tapi data yang kakak dapatkan, aunty sejak lahir sampai saat ini berada tinggal di Jepang. Bagaimana bisa aunty bisa fasih dalam bahasa Indonesia" ucap Nathan
"Itu adalah datanya sebagai uncle, bukan sebagai aunty. Sebentar" Narendra mulai membuka tab nya dan bersekutu ke dunia IT
"Lihatlah ini, nama aunty adalah Putri. Dan nama ini banyak di gunakan orang Indonesia. Jadi bisa disimpulkan aunty pernah tinggal di Indonesia" tunjuknya pada layar tab nya
"Ditambah kita ke negara ini karena mengunjungi orang tua mamah. Jadi bisa kemungkinan aunty pernah tinggal disini" alibi Nathan
"Tapi kenapa bisa aunty tinggal disini sementara mamah semenjak lahir sampai menikah terus berada di negara Rusia" ungkap Narendra mengingat cerita sang mamah
Bersambung~
__ADS_1
Apakah kebenaran akan terungkap?