
"Apa kau ingin membunuhku?" bisik Elena dengan nafas menderu saat tautan bibir mereka terpisah. Bibirnya sedikit membengkak saat ini
Aroma wangi mawar menguar dari tubuh Elena dan karena wangi tersebut membuat Elvaro lepas kendali
"Bukannya kita hanya berpura-pura saja?" tanya Elena dengan nada ketus masih dalam keadaan berbisik bisik
"Tadinya aku hanya ingin berpura-pura tapi sepertinya kau perlu diajarkan. Kau sungguh tidak ahli" bisik Elvaro. Sebenarnya ini juga pertama kali untuk Elvaro, mungkin karena nalurinya sebagai laki-laki ia bisa melakukan hal itu seolah seorang yang sudah ahli
Dan yang Elvaro rasakan benar adanya, Elena terdiam kaku dan tak membalas ciumannya padahal ia sudah melibatkan lidahnya dalam melakukan ciuman pertama tadi. Tapi herannya lagi, Elvaro tidak bisa berhenti ******* bibir istrinya itu
"Diam Elvaro, ini bukan urusanmu" jawab Elena dengan ketus. "Dan aku tak butuh diajarkan" lanjut Elena sembari mendelikkan matanya pada Elvaro yang menurutnya menyebalkan
Jika saja Elena tau bahwa lelaki menyebalkan seperti Elvaro menjadi suaminya. Tentu saja Elena akan menerima pernyataan cinta beberapa pria yang pernah ia tolak. Sungguh Elena sangat menyesal
Sedangkan Elvaro bersorak gembira dalam hati karena dirinyalah yang menjadi pertama bagi Elena. Meskipun rasa senang itu ia sembunyikan di balik wajah datarnya
"Setelah ini mungkin aku akan mengajarimu ciuman yang benar, Elena" ucap Elvaro penuh maksud
"Tidak mau, aku tidak mau" sahut Elena menatap tajam Elvaro
Darah Elena mendesir hangat dan bulu kuduknya meremang saat Elvaro berkata seperti itu. Bayangan Elvaro saat menciumnya terus berputar dalam kepalanya
Ini benar-benar ciuman pertamanya yang tak akan terlupakan
Disisi lain Elvaro merasa tersiksa, dirinya terus memperhatikan bibir istrinya yang berwarna merah muda itu 'Tenangkanlah dirimu Elvaro' peringat nya pada diri sendiri
***
Karena ciuman liar yang Elvaro lakukan membuat keduanya harus menata ulang riasan mereka. Pemulas bibir Elena tampak sedikit berantakan begitu juga Elvaro yang kini bibirnya terkena warna merah muda yang menempel dari istrinya
__ADS_1
"Kenapa anda sangat liar tuan" tanya penata rias yang sedang membantu Elvaro memperbaiki penampilannya. Tadi ia melihat aksi Elvaro yang mencium pengantin perempuannya dengan sangat ganas. Penata rias itu menggigit bibir bawahnya ketika mengingat kejadian itu
"Don't ever think about it!!!" desis Elvaro terdengar dingin. "Cepatlah, aku ingin segera keluar" lanjutnya
"Sebentar lagi tuan, anda pasti tidak sabar ingin bertemu dengan istri anda ya?"
Elvaro tidak membenarkan, juga tidak menyangkalnya. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Tapi jika Elvaro boleh jujur, sedari tadi ia terus memikirkan istrinya itu. Sayangnya Elena tak bersiap-siap di ruangan yang sama dengannya, hingga ia tak tau apa yang sedang dilakukan oleh istrinya itu
Perjamuan makan malam pun dimulai. Kini mereka berada di taman belakang masion yang disulap menjadi area makan malam yang megah dihiasi oleh bunga-bunga serta lampu-lampu
Serta tirai-tirai yang berwarna putih dan biru menambah kesan kemewahan
"Yang diundang hanyalah kerabat dekat dan kolega inti, aku belum siap untuk mengumumkan pernikahan ini" ucap Elvaro pada Elena yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih bercampur biru. Rambutnya digulung hingga memperlihatkan leher jenjangnya
Hampir saja Elvaro meneteskan air liurnya ketika melihat penampilan Elena yang sangat mempesona tapi ia dapat menyembunyikan rasa itu di balik wajah datarnya dan tatapan mata yang tajam dan sinis
"Well bagus sekali. Semakin sedikit yang mengetahui pernikahan kita semakin bagus" jawab Elena dengan mata berbinar dan tersenyum lebar
Saat ini mereka berjalan menuju area paling depan yang menghadap tamu dengan Elvaro menggandeng tangan Elena
Mata tamu undangan menatap takjub pada pasangan itu yang terlihat sangat serasi hingga mereka sudah berdiri didepan semua tamu undangan
Meskipun hanya kerabat dekat dan kolega inti saja namun pada dasarnya banyak sekali orang yang datang hingga membuat Elena merasa gugup
Elena merasakan banyak tatapan sinis dari wanita glamor dan sexy yang memandang rendah dirinya namun tatapan mereka berbeda pada Elvaro. Mereka terlihat begitu lapar menatap suaminya yang berada disampingnya
"Tenanglah mereka hanyalah pengagum ku saja, kau taulah tidak ada yang bisa menolak pesona ku" ucap Elvaro berbangga diri
'Ck dia percaya diri sekali' batin Elena dalam hati kesal. "Lalu kenapa kau tidak pernah dekat dengan wanita?" tanya Elena polos. Beberapa saat kemudian Elena langsung terpikirkan alasan yang ia duga-duga "Apa jangan-jangan kau tidak suka perempuan, Oh my god" ujar Elena dengan nada terkejut
__ADS_1
"Ck kau ini, aku masih laki-laki normal okey. Jika tidak percaya setelah ini bisa mencobanya" jawab Elvaro dengan nada menggoda
Hal itu langsung saja membuat pipi Elena bersemu. 'Sialan dia menggodaku' batin Elena
Elvaro yang melihat itu merasa gemas 'Imut sekali' batinnya jika saja hanya ada dirinya dan Elena sudah dipastikan ia akan memakan Elena
Tring tring
Bunyi sendok yang beradu dengan gelas sampanye menyadarkan Elena dan Elvaro bahwa acara akan dimulai
Pembawa acara mulai membuka acara perjamuan makan malam itu
"Sebelum memulai perjamuan makan malam ini, seperti yang kita ketahui ada suatu tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun di keluarga De Vegas. Bahwa pasangan suami istri baru ini akan mengucapkan janji suci mereka sebelum menapaki biduk rumah tangga dan hadirin sekalian yang hadir disini akan menjadi saksi janji suci mereka. Kami persilahkan tuan Elvaro untuk membacakan terlebih dahulu" ucap sang pembawa acara
Elvaro pun berdiri dan merapikan jasnya. Juan pun menyerahkan sebuah kertas berwarna biru muda dan Elvaro pun membukanya
"Saya Elvaro De Vegas, telah memilih mu Elena El Bacas untuk menjadi istri dan teman hidupku. Janjiku padamu akan menjadikanmu satu-satunya istri dalam hidupku. Menemanimu dalam suka dan duka juga dalam sehat dan sakit" ucap Elvaro jelas dan tegas
Elena meneteskan air matanya mendengar janji suci Elvaro, meskipun ia tau itu hanyalah sebuah sandiwara belaka, namun baginya begitu terasa nyata
Bersambung ~
Hello para reader, author mengapa para reader. Nah di kesempatan kali ini author mau balas komen para reader yang bilang kalau flashback nya kelamaan. Author cuma mau kasih tau jika memang cerita flashback kali ini dibuat panjang agar kalian paham dengan alurnya
Jadi para reader mohon untuk bersabar yah (◍•ᴗ•◍)✧*。
Oh ya, author ada novel baru nih yang otw di publish. Dan di novel kedua ini masih ada hubungan erat dengan novel ini, hmm lebih tepatnya tentang karakter tambahan nantinya
Jadi para reader tunggu aja yah( ◜‿◝ )♡
__ADS_1
Happy Reading (≧▽≦)
See You 😘