
Senyum lebar terus terlihat di bibir Elvaro, mengingat dirinya sekarang bersama sang istri kembali. Tangannya terus mengelus pipi sang istri yang tertidur nyenyak setelah menangis dalam pelukannya
Elena mulai menggeliat dan membuka matanya perlahan. Senyum manis terbit di bibirnya dan semakin mengeratkan pelukannya pada sang suami, bahkan menduselkan wajahnya di dada bidang Elvaro
Dengan senang hati Elvaro memeluk tubuh sang istri, dan memainkan rambut panjang Elena
"Jam berapa sekarang?" tanya Elena mendongak kan kepalanya
Elvaro meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas "Jam 9 malam" setelah itu kembali menaruh ponselnya dan memeluk Elena
"Apa?!!" spontan Elena langsung bangun dari tidurnya
"Kenapa?"
"Anak-anak, bagaimana mereka. Pasti sekarang mereka mencari ku, aku harus pergi"
Namun tangannya langsung dicekal oleh Elvaro
"Kenapa?" tanya Elena bingung dengan sikap Elvaro
Tetapi Elvaro tidak menjawab dan langsung menarik Elena hingga terbaring lagi di atas ranjang. Ia langsung mengukung Elena dengan tubuhnya
"Lepaskan aku Varo, aku harus segera pulang" berontak nya mencoba mendorong Elvaro, tapi tenaganya tidak cukup karena tubuh Elvaro yang kuat
Elvaro melepaskan dasinya yang sedikit longgar, dan langsung mengikat kedua tangan menaruhnya di atas kepala
"A apa yang mau kau lakukan" panik Elena melihat senyum miring di bibir Elvaro
Elvaro tidak menjawab dan semakin mendekatkan wajahnya hingga tinggal beberapa centi dari wajah Elena
Ia terkejut melihat Elena yang menggemaskan seperti kucing "Tidak perlu khawatir, mereka akan dijaga oleh adik ipar. Bagaimana jika kita segera menghadirkan adik untuk triple twins" bisiknya tepat di telinga Elena yang sudah memerah
Blushhhh
Wajah Elena memerah seperti kepiting rebus. Saat akan membuka suaranya, bibirnya langsung dicium oleh Elvaro
Bukan sekedar mencium tapi lebih, ciuman penuh cinta kini berubah menjadi ciuman panas
"Manis" gumam Elvaro mengusap bibir sang istri menggunakan ibu jarinya
Lalu ia mencium leher jenjang sang istri dan meninggalkan bekas di sana "Kau hanya milik ku El" bisiknya dengan suara yang berat
Ceklek
Keduanya kaget melihat pintu kamar yang tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan 3 anak kecil
"Mamah" teriak triple twins
Seolah baru tersadar, Elena langsung mendorong Elvaro menggunakan kedua tangannya yang masih terikat
Narendra dengan sigap langsung membuka ikatan tali Elena "Apa mamah terluka?"
__ADS_1
"Tangan mamah merah" pekik Nathan
"Ini semua pasti karena papah" seru Nayra langsung naik ke ranjang dan memukul Elvaro dengan tangan kecilnya
Nathan tidak tinggal diam, ia juga langsung memukul Elvaro
Sementara Narendra hanya diam dan meniup tangan Elena "Apa sakit mah?"
Elena tersenyum dan mengelus kepala sang putra "Mamah tidak apa-apa sayang"
Bahkan ia tidak memperdulikan Elvaro yang masih di pukuli kedua anaknya. Biarkan saja, itu hanyalah hukuman ringan karena tadi menciumnya tanpa permisi
"El bantu aku" pinta Elvaro yang mulai kewalahan karena diserang kedua anaknya
Elena bersikap acuh dan memilih menggendong Narendra "Ayo sayang kita pergi makan saja" lalu ia pergi meninggalkan kamar itu
Sementara Elvaro hanya bisa menghela nafas, lalu sebuah ide muncul di otaknya. Ia langsung menggelitik perut Nathan dan Nayra
"Hahaha lepaskan papah" tawa Nayra, begitupun dengan Nathan
Elvaro langsung menggendong Nathan dan Nayra di kedua tangannya "Ayo kita menyusul mamah"
"Ayo!!!!" seru keduanya dengan semangat, bahkan sudah melupakan masalah kenapa mereka memukul papah mereka
Mereka tertawa bahagia karena senang bisa digendong oleh sang papah
Sementara di lantai bawah, Elena berkutat dengan peralatan dapur. Bahan makanan sangat lengkap di dalam kulkas, pasti semua ini sudah direncanakan dengan matang oleh sang adik
"Mamah" teriak Nathan dan Nayra dari arah tangga
Elena dan Narendra menoleh ke sumber suara. Sementara Nathan dan Nayra turun dari gendongan Elvaro dan berlari ke arah sang mamah
Sementara Narendra hanya menatap dengan datar, tapi Elvaro dapat mengetahui jika di dalam sorot mata sang putra terdapat kerinduan
Ia mendekat pada sang putra yang masih asik dengan tab nya. Elvaro terkejut melihat layar tab yang berisi angka-angka dan kode-kode. Itu tidaklah asing baginya karena dirinya juga seorang hacker
Sungguh ia tidak menyangka sang putra memiliki bakat dalam hal ini. Suasana di antara keduanya sangat canggung, bahkan Elvaro tidak tau apa yang harus ia katakan pada sang putra
Elvaro terus menatap apa yang dikerjakan oleh sang putra, sementara Narendra hanya acuh dan fokus dengan permainannya di depannya
Yaps saat ini Narendra mengikuti lomba yang berada di dunia IT. Elvaro yang melihat sang putra kesusahan melawan musuh, langsung mengangkat tubuh Narendra di pangkuannya
Ia membantu sang putra dalam meretas dan melawan musuh. Senyum tipis terbit di bibir Narendra dan kembali bermain dengan tab nya
"Yeyyy, terimakasih papah" pekik Narendra begitu memenangkan pertandingan, bahkan ia juga memeluk leher Elvaro
Elvaro dengan senang hati memeluk sang putra, mungkin setelah ini hubungannya dengan sang putra tidak canggung lagi
"Kakak menang lagi?" celetuk Nayra yang berada di kursi seberang sembari memakan buah strawberry
"Bukankah itu hal biasa" tambah Nathan yang memakan buah anggur
__ADS_1
Nayra mengangguk "Bahkan kakak juga berhasil meretas data papah"
Sementara Elvaro terkejut mendengar fakta ini, ia menatap Narendra dengan raut waja tak percaya. Jadi selama ini 'bajingan kecil' yang meretas datanya adalah putranya sendiri
"Papah marah?" cicit Narendra menundukkan kepalanya
Elvaro yang menyadari jika sang putra takut ia marahi langsung mengelus kepala Narendra
"Papah tidak marah, justru papah bangga karena Narendra bisa meretas data papah"
Bareng yang sejak tadi merasa ketakutan karena amarah sang papah langsung menatap wajah sang papah. Matanya berkaca-kaca "Benarkah?"
Elvaro tersenyum dan langsung menggendong Narendra "Papah bangga padamu"
Narendra memeluk leher Elvaro, senyum lebar terbit di bibirnya. Senyum yang sangat jarang dikeluarkan Narendra. Ia sangat senang karena akhirnya bisa memeluk papahnya yang selama ini hanyalah angan-angan nya saja
"Aku juga ingin dipeluk" rengek Nayra merentangkan kedua tangannya
"Aku juga" tambah Nathan
Elvaro tersenyum lalu memindahkan Narendra, memanggulnya di leher. Lalu menggendong Nathan dan Nayra di kedua tangannya
"Baiklah, mari kita bermain"
"Ayo!!!" seru triple twins bersamaan
Mereka berempat pergi ke ruang keluarga yang berada tak jauh dari sana
Elena tersenyum melihat pemandangan di depannya, sungguh ia tidak menyangka akan kembali bersatu dengan sang suami. Bahkan Elvaro menggendong triple twins tanpa merasa keberatan, mungkin karena tubuhnya yang kekar membuatnya memiliki stamina yang kuat
"Anak-anak, ayo makan malam" teriak Elena dari arah dapur
"Yeyyyy" seru triple twins langsung berlari menuju ruang makan
Elvaro tersenyum melihat tingkah triple twins yang sangat menggemaskan. Terutama Narendra, dia sudah tidak memperlihatkan wajah datar dan dinginnya lagi
Jika melihat Narendra, seolah melihat dirinya yang dulu
Suasana makan malam terasa sangat hangat. Ditambah dengan celotehan triple twins. Elena tersenyum bahagia melihat Narendra yang banyak mengeluarkan ekspresi. Karena selama ini Narendra hanya berwajah datar, senyum pun itu sangat jarang
Apakah sebesar ini pengaruh Elvaro terhadap triple twins
Bersambung~
Akhirnya mereka bersatu kembali ( ╹▽╹ ) gimana nih chapter kali ini menurut para reader? Silahkan dijawab di kolom komentar
Jangan lupa tinggalkan like dan vote untuk novel ini agar author semakin semangat update nya(◍•ᴗ•◍)
Happy Reading (≧▽≦)
See you 😘
__ADS_1