
Di depan sana sudah berdiri sahabat Elvaro yang menjadi pendamping pengantin pria "Kamu terlihat sangat luar biasa" bisik Juan sungguh-sungguh
"Aku tau" jawab Elvaro jumawa
Elvaro berdiri dengan tegak menunggu calon istrinya yang menurutnya biasa saja. Elvaro bersikeras menikahi Elena bukan karna jatuh cinta, melainkan karna egonya sebagai laki-laki yang nyaris sempurna dan tiba-tiba ada seorang wanita biasa yang menolak dijodohkan dengannya
Di ruangan lain, Elena duduk termenung di depan cermin dengan tatapan kosong. Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Ia tidak menyangka jika pada akhirnya akan mengenakan gaun putih pernikahan
Hal ini sangat diimpi-impikan oleh semua perempuan yang ada di muka bumi ini yaitu datanya hari pernikahan. Tapi tidak dengan Elena yang terpaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya maupun sebaliknya
Elena pun menghela nafas berat
"Wow kamu cantik sekali. Elvaro beruntung mendapatkan mu sebagai istrinya" Ucap Reynard memuji Elena. Kedatangan Reynard memang tidak diketahui Elena dikarenakan kesibukan Elena yang melamun
"Terimakasih Om tapi sepertinya anda terlalu memuji berlebihan" sahut Elena malu-malu
Saat ini Elena memakai gaun putih tanpa hiasan berlebih. Make up nya pun sangat natural, rambutnya digerai dengan mahkota yang menghiasi kepalanya
Walaupun make up terkesan natural, tetapi Elena terlihat sangat cantik
"Ayo saatnya sudah tiba" ucap Reynard mengulurkan tangannya untuk Elena raih. Karena Elena yatim piatu, maka Reynard lah yang akan membawanya ke altar pernikahan
Dengan sedikit ragu Elena meraih uluran tangan tersebut, ada rasa hangat yang menjalar didadanya saat Reynard membelai lembut jemarinya dan berkata "Mulai sekarang kamu akan menjadi anakku. Bukan sekedar menantu. Kuharap Elvaro dapat mencintai mu dan memperlakukan mu dengan baik" ucapnya sungguh-sungguh
__ADS_1
Elena yang mendengar itu tersenyum dan matanya mulai mengembun di waktu bersamaan. Ia begitu merasa terharu dengan ucapan dari Reynard. Elena merasakan keberadaan mendiang ayahnya lewat ayah Elvaro
"Terimakasih Om, semoga ini yang terbaik untuk kami berdua" jawab Elena
Ayah Elvaro mengapit tangan Elena dengan hangat seolah dia anak kandungnya. Ia menuntun Elena menuju tempat Elvaro yang berada di altar pernikahan
Elvaro berdiri tegak sempurna, terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja mahalnya. Tapi seketika matanya membelalak dan jantungnya berdegup dengan sangat kencang kala melihat Elena yang berjalan dengan anggun dan terlihat sangat cantik menuju kearahnya dan dituntun oleh sang Daddy. Elvaro menelan ludahnya paksa
Tak hanya Elvaro saja yang terpesona, tapi setiap orang yang hadir disana menatap takjub Elena. Tak menyangka calon istri Elvaro De Vegas sangatlah cantik
Elvaro menggelengkan kepalanya pelan untuk menetralisir degup jantungnya. Ia berdehem menetralkan suaranya yang mendadak parau dan berat
"Apa kamu sudah siap?" Tanya Elvaro sambil tersenyum dengan suara seraknya ketika Elena sudah berada didepannya
Reynard memindahkan tangan Elena kepada Elvaro "Jaga dan cintai dia sebaik-baiknya" ucap Reynard ketika sudah melepas genggaman tangan Elena
Elvaro menerima uluran tangan Elena dengan gemetar,Ia tak percaya diri sebelumnya. Seperti ada gelenyar aneh yang ada di hatinya saat ia bersentuhan dengan Elena
"Calm down Elvaro! Tenanglah" batik Elvaro dalam hati untuk menenangkan rasa gugupnya
"Ayo, Elena" ucap Elvaro menggenggam tangan Elena dan memberikan senyuman terbaiknya untuk calon istrinya
Elena menolehkan wajahnya dan membalas senyuman Elvaro sembari menggangukan kepala
__ADS_1
"Kenapa kau terlihat biasa saja, padahal aku suda menyediakan make up artist dan desaigner ternama untuk mendandanimu" bisik Elvaro merendahkan. Ia masih tak mau mengakui jika Elena terlihat sangat cantik hari ini
"Aku memang tidak suka make up tebal" jawab Elena dengan nada kesal. Padahal hari ini ia merasa sudah tampil sempurna
"Ya memang lebih baik terlihat biasa saja daripada jelek bukan?" Tanya Elvaro masih dengan berbisik. Demi apapun Elena ingi. Sekali mengolesi cabai ke mulut calon suaminya ini
"Sabar Elena sabar. Dia hanya ingin menguji kesabaran mu" batin Elena dalam hati
Ingin sekali Elena melepaskan genggaman tangan Elvaro. Tapi karena menggunakan sepatu heels yang tinggi membuat ia susah berjalan dan mengharuskan ia berpegangan tangan dengan Elvaro
Mereka berjalan berdampingan menuju altar pernikahan lagu "Perfect" mengiringi langkah keduanya
Hampir setiap tamu undangan menatap pasangan yang terlihat sempurna dengan rasa takjub. Apalagi Elena yang terlihat mempesona dengan balutan gaun pernikahan
"Tenanglah dan berpura-puralah bahagia" bisik Elvaro di telinga Elena
"Berpura-pura, hemm baiklah" gumam Elena menjawab Elvaro. Sedikit rasa ngilu di hatinya ketika Elvaro mengatakan hal tersebut. Tapi seperti yang Elvaro katakan tadi, ia pun menarik paksa kedua sudut bibirnya untuk melengkungkan senyuman
Visual untuk penampilan Elena dan Elvaro ada di Ig ku @amw_gemini
Dan tidak lupa undangan pernikahannya 😆
Jangan lupa follow sekalian 😉
__ADS_1
See you😘