Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Datang ke Indonesia


__ADS_3

"Naik" titahnya di balik helm


Terlihat kening orang itu mengenyit "Siapa kau?"


Rei memutar bola matanya malas lalu membukanya kaca helm nya "Kau meminta ku untuk menjemput mu kakak ipar. Jadi cepat naik, hari sudah hampir pagi"


Yang meneleponnya tadi adalah Elvaro yang meminta dijemput di bandara. Karena Elvaro sendiri tidak ada kenalan di negara ini karena itulah menelepon adik iparnya


Kenapa tidak menelepon Elena karena dirinya ingin memberikan kejutan, ditambah tadi sudah tengah malam dan dipastikan Elena sudah tidur


Dirinya cukup terkejut melihat adik iparnya bisa menggunakan motor sport, tapi ia lebih memilih untuk menghiraukan saja


"Lalu saya bagaimana tuan" sela William yang berdiri disamping Elvaro


Elvaro menatap Rei lalu beralih pada motornya


"Tidak mungkin kita berboncengan tiga" potong Rei yang tau ke arah mana pikiran Elvaro


"Aku tidak berfikir demikian" ucap Elvaro deh wajah datarnya


Rei memutar bola matanya malas lalu beralih mengambil ponselnya menghubungi seseorang


Elvaro dan William tidak tau apa yang dibicarakan Rei karena mereka tidak mengerti bahasa Indonesia. Selama ini Elvaro ketika berbincang dengan adik iparnya biasa menggunakan bahasa Rusia maupun Inggris


"Anak buahku akan kemari menjemput asisten Will" ujar Rei


"Saya ditinggal sendiri disini?" tanya Will yang melihat Elvaro naik ke motor


"Tentu saja, aku sudah rindu dengan istriku"


Rei menyalakan motornya "Sampai jumpa di masion asisten Will" pamitnya, hmm lebih tepatnya mengejek William lalu menancap gas motor nya dengan kecepatan tinggi


"Ck" decak William, dalam hatinya saat ini terus mengumpat atasannya sekaligus sahabatnya itu


Bagaimana tidak kesal jika baru saja selesai dengan pekerjaan di perusahaan, Elvaro langsung mengajak nya untuk pergi


Jika pergi ke antar kota itu tidak apa-apa, tapi ini antar negara dimana butuh 20 jam untuk sampai


Alasan yang dikatakan Elvaro adalah dirinya sangat merindukan istrinya


Kembali ke sisi Rei, tidak membutuhkan waktu lama dirinya sampai di masion. Padahal jarak bandara ke masion cukup jauh. Tentu saja dirinya membawa motor nya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan Jakarta yang cukup sepi


Elvaro sendiri hanya diam tidak berkomentar


Lampu-lampu di masion sudah dimatikan dan hanya ada beberapa lampu saja yang menyala. Rei masuk kedalam lift begitupun dengan Elvaro


"Kamar kak Elena yang ber cat putih" tunjuk nya pada kamar yang berada dekat dengan tangga


Elvaro langsung memasuki kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun


Rei sendiri tidak mempermasalahkan nya dan berbalik menuju kamarnya yang berlawanan arah dengan kamar Elena


Sesampainya di kamar, Rei melepas jaketnya dan juga rambut palsunya. Tanpa membersihkan diri, ia langsung merebahkan tubuhnya. Sungguh hari ini adalah hari yang cukup melelahkan untuk nya


"Aku harus membantu papi" gumamnya mulai memejamkan matanya


***


Senyum Elvaro langsung terbit melihat istrinya yang sangat cantik saat tidur. Dengan langkah perlahan, ia menghampiri Elena


Padahal baru kemarin mereka berpisah tapi seperti sudah bertahun-tahun saja. Cukup lama ia memandangi wajah damai Elena

__ADS_1


Setelah cukup puas, Elvaro beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Elvaro keluar dengan menggunakan bathrobe. Hanya ini yang ada karena ia kesini tanpa membawa apapun, dan hanya membawa ponsel dompet


Ia menaiki kasur dengan perlahan agar tidak menggangu Elena. Dengan posesif, ia memeluk Elena


Bahkan Elena membalas pelukan itu, matanya terbuka sedikit "Bahkan di mimpi kamu ada disini" gumam menduselkan wajahnya pada dada bidang sang suami yang bertelanjang "Aku merindukan mu" lanjutnya lalu kembali memasuki dunia mimpi


"Aku juga merindukan mu honey" gumam Elvaro mengecup kepala Elena dengan penuh sayang dan menyusul Elena ke dunia mimpi nya


***


"Ayah mamah" gumam seorang gadis yang gelisah dalam tidurnya, bahkan keringat sudah membasahi wajahnya dan juga tubuhnya


"Hentikan HENTIKAN" teriak gadis itu langsung bangun dari tidurnya


Ia menangis mengingat kejadian yang sudah sangat lama, kejadian yang membuatnya trauma "Ayah mamah, Putri udah nggak kuat. Tapi Putri juga harus memenuhi janji Putri ke kalian. Tunggu Putri disana yah mah" gumamnya memeluk kedua lututnya dan kembali menangis


Berbeda dengan keadaan Putri saat ini. Di kamar Elena, ia masih tertidur dengan sangat nyaman


Perlahan matanya terbuka dan hal yang pertama kali dilihat nya adalah wajah sang suami "Kenapa aku masih saja bermimpi kamu disini" gumamnya mengelus rahang tegas Elvaro


"Selamat pagi honey" sapa Elvaro dengan suara khas bangun tidur dan membuka matanya


"Suaranya pun sama" lanjut Elena yang masih mengira hal ini adalah mimpi


Elvaro tersenyum melihat Elena yang sangat menggemaskan karena mengira dirinya adalagi mimpinya


Cup


"Apa ini cukup honey" bisik nya tepat di telinga Elena


"Kamu disini?" tanyanya yang masih terkejut


Elvaro tidak menjawab dan semakin mengeratkan pelukannya "Temani aku tidur sebentar"


Elena masih dalam kondisi terkejut, lalu menatap sang suami "Kapan kamu datang?"


"Hmm mungkin dini hari, entahlah aku tidak melihat jam"


"Lalu bagaimana pekerjaan mu? Siapa yang akan memimpin perusahaan"


"Daddy yang akan menghandle semuanya. Dia memberikan aku waktu libur untuk honeymoon bersamamu"


Pipi Elena mulai memerah dan mengeratkan pelukannya pada sang suami


***


"Mamah kok belum datang ya" keluh Nayra terus melihat ke arah tangga


Sudah cukup lama triple twins menunggu kedatangan sang mamah tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda sang mamah turun


"Selamat pagi" sapa Rei yang baru sampai di meja makan


"Pagi uncle" balas triple twins


Rei tersenyum tipis lalu duduk di kursi paling ujung


"Silahkan tuan" seorang pelayan menghidangkan kopi di depan Rei

__ADS_1


"Terimakasih"


Pelayan tersebut mengangguk lalu pergi ke dapur, membantu pelayan lain menyiapkan sarapan


"Uncle, mamah kok belum turun ya" ujar Nayra menatap Rei yang sedang menikmati kopinya


"Mungkin belum bangun, kamu pergilah ke kamarnya"


"Baiklah" Nayra turun dari kursinya dan menuju tangga, disusul Narendra dan Nathan


"Selamat pagi master" sapa keluarga Kobayashi bersamaan


"Pagi"


Mereka berempat pun duduk di kursi samping kiri Rei. Meskipun mereka atasan dan bawahan, tapi Rei selalu meminta mereka untuk duduk bersamanya. Tidak ada perbedaan atasan dan bawahan karena mereka sudah selayaknya seperti keluarga


Tidak hanya itu saja, Rei juga mempersiapkan kamar yang mereka gunakan di lantai dasar


"Selamat pagi semuanya" sapa Sei dengan senyum manisnya


"Pagi" tambah Al deh wajah bantalnya


Mereka langsung berdiri kecuali Rei "Selamat pagi nona, tuan muda"


"Pagi" jawab Rei singkat kembali menikmati kopinya


Beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan kopi untuk mereka sementara untuk Sei dibawakan teh


"Aku ingin jus saja" pinta Al pada pelayan yang akan memberikannya kopi


"Baik tuan muda" pelayan tersebut pergi dari sana untuk menyiapkan pesanan Al


"Kau sudah lulus sekarang, jadi mau melanjutkan ke universitas mana?" tanya Rei menatap adiknya yang terlihat malas di pagi hari


"Entahlah kak, aku belum menemukan universitas yang cocok dengan ku" balas Al sembari meminum jus nya yang baru aja dihidangkan


"Bagaimana jika melihat di universitas ku" usul Sei


"Baiklah kak" jujur saja Al penasaran dengan universitas yang ada di negara ini


Sementara di lantai atas, triple twins sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada yang membukanya


"Apa kita masuk saja kak" usul Nathan


Narendra mengangguk dan meraih gagang pintu. Begitu pintu terbuka, mereka terkejut melihat sosok yang sangat mereka kenali


Siapa lagi jika bukan sang papah, hampir saja Nayra bersorak gembira tapi langsung dihentikan Narendra


Lalu menarik kedua adiknya keluar dari ruangan, dan kembali menutup pintu


"Kenapa kakak menarik kita" protes Nayra dengan wajah cemberutnya


"Mamah dan papah mungkin lelah, karena itulah mereka masih tidur. Lebih baik kita jangan menggangu mereka" jelas Narendra


Nayra akhirnya mengerti, mereka pun turun ke lantai bawah untuk sarapan


Bersambung~


Uhuyy para reader ( ╹▽╹ ) gimana kabar kalian nih? Ehem author cuma ngingetin untuk mampir di novel kedua author, silahkan di cek oky


Jangan lupa tinggalkan like dan vote novel ini agar author semakin semangat update nya 🤗

__ADS_1


Happy Reading (≧▽≦)


See You 😘


__ADS_2