
Setelah keluar dari ruangan tersebut, Elena langsung menghubungi Jasmine untuk bertemu di restoran tadi pagi
Elena juga menghubungi pihak kantor jika hari ini ia akan pulang lebih awal karena urusan mendadak
~Restoran~
"Benarkah? Wah dia sungguh keterlaluan El" ujar Jasmine marah
"Aku tau, dia ingin memutuskan hubungan perjodohan dengan menyogok ku. Aku juga tidak mau menikah dengannya, jika dia tidak mau aku bersyukur sekali" ucap Elena
"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Jasmine menatap temannya
"Mungkin aku akan pindah ke negara lain, karena tadi dia juga mengancam jika tidak menerima uang pemutusan perjodohan akan memastikan ku dipecat dan tidak akan mendapatkan pekerjaan"
"Itu sungguh keterlaluan sekali, bagaimana jika kau ikut aku ke negara Inggris?" ujar Jasmine
"Nanti kupikirkan, tapi aku hanya berdoa agar dia tidak menikah dengan ku" ucap Elena menggebu-gebu
Jasmine pun hanya mengangguk "Tapi bagaimana jika dia malah ingin menikah dengan mu setelah kau tolak?"
"Itu tidak mungkin, seleranya pasti tinggi. Tidak seperti diriku yang orang biasa" ucap Elena yakin
"Tapi kan namanya perasaan tidak ada yang tau kan, bisa saja sekarang dia pengen cepet nikah sama kamu" Jasmine menaikturunkan alisnya
"Sudah itu tidak akan mungkin, lebih baik kita makan siang. Jangan membahasnya lagi, itu membuatku kehilangan selera makan"
"Baiklah"
***
Setelah bertemu dengan Jasmine di restoran dan makan siang, Elena memutuskan untuk pulang
"Aku pulang" Elena masuk kedalam rumah panti asuhan
"Kau sudah pulang El, ada yang ingin bunda sampaikan" Ibu panti muncul dari arah dapur
"Iya bun, ada apa?" Elena mulai duduk di ruang tamu disusul oleh ibu panti
"Tadi bunda dapat kabar, jika pernikahanmu akan diadakan 3 hari lagi"
"APAAA!!!, bagaimana bisa?" tanya Elena dengan nada terkejut
"Bunda juga tidak tau, tadi siang bunda dapat telepon dari nyonya Caroline jika pernikahan dilakukan 3 hari atas permintaan putranya" jelas ibu panti
Elena yang mendengar itu sangat terkejut, apa ucapan sahabatnya tadi itu benar? Ahhh tidak mungkin 'Aku akan menemuinya besok' batin Elena
***
~Keesokan paginya~
__ADS_1
Elena sudah siap dengan setelan kantornya, dan berangkat ke kantor. Dia akan pergi menemui Elvaro nanti waktu jam makan siang
Singkat cerita, Elena sudah berada di depan perusahaan milik Elvaro. Langsung saja ia pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan ruang milik Elvaro
"Permisi nona, ruang milik tuan Elvaro dilantai berapa?" tanya Elena sopan
"Apakah anda sudah membuat janji dengan tuan Elvaro?" tanya resepsionis ramah
"Tolong sampaikan saja Elena El Bacas ingin bertemu"
"Baik, silahkan anda menunggu di sofa yang sudah disediakan" resepsionis pun menunjuk tempat duduk yang disediakan untuk tamu
"Terimakasih" Elena langsung menuju ke sofa yang dimaksud. Senggang beberapa saat resepsionis tadi menghampirinya
"Nona, tuan sudah menunggu anda di ruangannya. Mari saya antar"
Elena pun mengganguk dan mengikuti resepsionis dari belakang
***
Tok tok tok
"Masuk" titah seseorang di dalam ruangan
"Tuan nona Elena ingin menemui anda" ujar William
Elvaro yang mendengar itu menyunggingkan senyum "Suruh dia masuk" titah Elvaro
Elena langsung saja pergi ke ruang dimana Elvaro berada "Langsung saja tidak usah berbasa-basi. Aku ingin kau membatalkan pernikahan ini, kau tidak menyukaiku aku pun sebaliknya. Jadi lebih baik batalkan saja"
"Jika aku tidak mau" ucap Elvaro santai melipat kedua tangannya didepan dagu
Elena mengepalkan tangannya "Aku tidak akan menikah dengan mu" putus Elena, langsung saja ia pergi dari ruangan tersebut. Tapi ketika baru beberapa langkah, ia berhenti setelah mendengar ucapan Elvaro
"Jika kau tak mau, akan kupastikan rumah panti yang kau tinggali akan rata dengan tanah" Elvaro menyeringai
Elena yang mendengar itu mengepalkan tangannya dan langsung saja keluar dari ruangan itu, ketika menutup pintu terdengar suara nyaring
Brakk, pintu ditutup dengan keras
Elvaro semakin tersenyum smirk 'Kau tidak akan bisa lari dariku'
***
"Wah beneran kan apa yang kubilang" Jasmine sangat heboh ketika mendapat kabar jika calon suami Elena tidak mau membatalkan perjodohan. Siang tadi dia ditelepon oleh Elena untuk bertemu di cafe
Elena memutar bola mata malas "Kau itu seharusnya mendukung ku untuk memutus perjodohan, bukan malah mendukungnya"
"Aku kan tidak bisa El, jika sudah jodoh tidak akan kemana. Jadi jalani aja deh"
__ADS_1
"Oh ayolah, aku memanggil mu agar amarah ku mereda. Tapi kau malah membuatku bertambah kesal saja" saat ini Elena sedang dalam keadaan kesal
Jasmine hanya cengengesan "Ya mau bagaimana lagi, lihat ucapan ku kemarin sekarang sudah menjadi kenyataan bukan"
"Terserah" sahut Elena malas sembari mengaduk minumannya malas
"Kau ini jangan seperti wanita yang selalu menjawab terserah ketika ditanya" Jasmine mendengus kesal
Elena mengangkat satu alisnya dan berhenti mengaduk minumannya "Ya memang aku wanita, kau kira selama ini aku pria begitu". Jasmine hanya menanggapinya dengan senyum kikuk nya
Jasmine mulai menatap mata Elena dengan berbinar-binar dan kedua tangannya dilipat memohon "Aku boleh kan ikut dalam acara pernikahan mu? Akan ku dampingi mu sebagai pendamping pengantin wanita. Siapa tau nanti aku akan bertemu jodoh ku disana"
Elena hanya menanggapi dengan anggukan
***
~Panti asuhan, malam sebelum hari pernikahan~
Tak ada pilihan lain bagi Elena selain menikahi Elvaro. Ancaman laki-laki itu tidak main-main dan Elena tidak mau hal itu terjadi. Bagaimanapun ia tidak ingin orang terdekatnya terkena imbas dari egonya. Disisi lain juga ada wasiat dari ayahnya, ia tidak ingin menjadi anak durhaka dengan tidak menuruti wasiat tersebut
Kini Elena sedang menulis janji suci pernikahannya. Inilah tradisi dalam keluarga De Vegas untuk menulis janji suci pernikahan yang akan dibacakan di acara makan malam keluarga setelah prosesi pernikahan dilaksanakan. Tidak hanya itu saja, dalam keluarga De Vegas juga ada tradisi jika seseorang harus setia pada pasangannya sampai maut memisahkan
Sebenarnya kertas Elena masih kosong, ia tidak tau apa yang akan dijanjikan pada Elvaro
"Janji apa yang harus aku ucapkan pada laki-laki menyebalkan itu" tanya Elena dalam hati
Elena mulai menulis sesuatu namun kemudian ia mencoret-coret kertas itu dengan frustasi kemudian ia remas dan melemparnya ke dalam tong sampah yang berada di dekat tempat ia duduk sekarang
Itu dilakukan berkali-kali hingga tong sampah penuh dengan kertas bahkan ada yang berserakan. Dia benar-benar merasa bingung
"Apa ku bayangkan saja wajahnya" gumam Elena
Bukannya mendapat inspirasi janji suci yang keluar melainkan sumpah serapah yang keluar dari bibirnya untuk Elvaro yang menyebalkan itu
Disisi lain Elvaro bersin dan merasakan dingin pada punggungnya 'Apa ada yang menyumpah serapahi diriku' tanya Elvaro dalam hati
"Aku Elena, memilih mu sebagai suami dalam keadaan bahagia atau sedih, juga dalam keadaan sehat dan sakit" ucap Elena sembari menuliskan setiap kata-katanya di atas kertas
"Oke done! Kurasa cukup" ucap Elena dengan tersenyum puas
Besok di acara pernikahannya ia akan didampingi oleh Jasmine sahabatnya. Jasmine akan membawa kertas berisi janji suci pernikahannya. Semenjak kematian kedua orangtuanya, ia menjadi sebatang kara dan tidak memiliki sanak saudara satupun. Bahkan perusahaan milik ayahnya di akuisi oleh perusahaan lain. Dan semenjak itulah Elena tinggal di panti asuhan
Malam ini Elena susah sekali memejamkan matanya, dirinya tengah mengamati kalung yang bertuliskan nama Elvaro yang menjadi pengikat perjodohan ini
Karena tidak bisa tidur, Elena mengambil kalung berliontin bulan dan menggenggamnya erat. Dengan begini ia bisa merasakan kehadiran keluarganya 'Seandainya kau masih hidup dek' batinnya memejamkan matanya
Bersambung~
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐
__ADS_1
Happy Reading (โงโฝโฆ)
See You ๐