Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Misi


__ADS_3

"Master"


Rei mengalihkan perhatiannya dari komputer dan menatap tiga orang di depannya "Kita duduk disana"


Ia duduk di sofa single, dan sementara ketiga orang tadi duduk di sofa panjang depannya


"San buatlah proyek pembangunan lalu Yon pergilah ke Surabaya mengajukan kerjasama dengan PT. Bakti Jaya dan Arta dampingi Yon kesana"


"Baik master" jawab ketiganya serempak


Mereka tidak akan menanyakan apa tujuan Rei karena itu bukanlah ranah mereka untuk menanyakan. Dan lebih memilih mengerjakan perintah yang diberikan


Setelah mendengarkan apa saja yang di perintahkan oleh Rei, mereka bertiga keluar dari ruangan


"Aku harap papi menerima bantuan ku. Maafkan aku karena belum bisa menemui pi dengan identitas sebagai putri mu" gumam Rei merasa sedih dalam hatinya


***


Mobil sport memasuki halaman universitas Garuda dan langsung menjadi pusat perhatian


Para gadis langsung berteriak histeris melihat seorang pemuda tampan keluar dari mobil, lalu disusul seorang gadis yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan para siswa karena berhasil membuat salah satu cowok tampan di universitas mengejar ngejarnya. Ditambah kehebohan kemarin yang dimana si gadis di jemput pria tampan


"Kakak tidak ada jam kuliah?" tanya Al pada Sei


"Tidak ada, karena itulah kakak bisa mengantar mu melihat universitas ini" jawab Sei


"Apa tidak apa-apa kak?"


"Tenang saja, aku sudah izin" ia langsung meraih tangan Al dan membawanya masuk gedung universitas


Dari kejauhan, seorang pria menatap kesal ke arah Al "Sial, siapa lagi cowok yang deketin Sei" umpatnya


"Semangat bro, saingan lu berat-berat" ucap Nathan memberi selamat lebih tepatnya mengejek sahabat nya ini


"Sialan lo" umpat Azka pergi dari sana meninggalkan sahabatnya yang tertawa


Kembali ke sisi Sei, ia membawa Al melihat lihat universitas

__ADS_1


"Kak kenapa sih mereka terus melihat kita" bisik Al yang risih karena semenjak memasuki gedung banyak orang yang melihat ke arahnya


Sei tertawa pelan "Itu memang kebiasaan orang Indonesia, selalu kepo dengan suatu hal yang baru maupun menarik"


"Mereka berbeda dengan orang Jepang yang selalu menjaga privasi. Orang-orang Indonesia termasuk orang yang suka bergosip terutama ibu-ibu" lanjutnya


"Sungguh orang yang unik" komen Al yang langsung membuat Sei tertawa


"Sudahlah, lebih baik kita kembali melihat lihat yang lain" ajaknya menarik tangan Al


"Sei!!!" suara cempreng seorang gadis menggema di lorong yang cukup ramai itu


Sei sendiri tau siapa gadis itu, ia berbalik dan melihat gadis itu berlari ke arahnya


"Selamat pagi" sapa Nara dengan nafas ngos-ngosan


"Pagi" balas Sei dengan senyum manisnya


"Kenapa kamu masih disini?" tanya Nara setelah mengatur nafas secara normal


Kening Sei mengenyit "Maksud mu apa?"


"Hah bagaimana mungkin, dan kamu tau darimana?"


"Aku tadi melihat kak Azka sudah memasuki kelas, dan tidak lama kemudian dosen datang" ia langsung kemari setelah melihat ke dalam kelas melalui kaca jika Sei belum ada di dalam kelas


Sei terkejut dan langsung mengecek ponselnya "Astaga kau benar, kenapa dosen tidak bilang dari tadi sih" gerutu Sei


Sementara Al sendiri hanya diam karena ia juga tidak tau apa yang dibicarakan oleh orang didepannya ini


"Ryuu aku ada kelas, ternyata jam nya di majukan. Maafkan aku tidak bisa menemani, kamu bisa pulang" ucap Sei pada Al menggunakan bahasa Jepang, bahkan saat mereka mengobrol tadi mereka menggunakan bahasa Jepang. Karena itulah orang-orang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan


"Iya kak, aku pulang saja. Nanti jika mau pulang telepon aku, aku akan menjemputmu"


"Baiklah, hati-hati di jalan"


Al mengangguk lalu pergi dari sana

__ADS_1


"Terimakasih Ra sudah memberitahu aku, kalau begitu aku pergi dulu ya" pamitnya meninggalkan Nara


"Kenapa aku seperti familiar dengan pemuda itu" gumam Nara menatap ke arah lorong tempat Al pergi tadi


"Entahlah" lanjutnya pergi dari sana karena sebentar lagi kelasnya akan dimulai


Ke sisi Al, ia terkejut kala tangannya tiba-tiba ditarik oleh seseorang dan dibawa ke arah taman yang sangat sepi


Keningnya mengenyit karena bingung dengan situasi saat ini, ia juga bingung siapa pria yang menariknya. Perasaan dirinya tidak membuat masalah tapi kenapa pria di depannya terlihat sangat marah


"Siapa kau?"


Al semakin dibuat bingung karena dirinya tidak paham apa yang dibicarakan pria depannya


"Maaf, apa maksud anda" tanya Al menggunakannya bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional


"Siapa kau, dan apa hubungan mu dengan Sei?" tanya Azka menggunakannya bahasa Inggris


Tadinya ia sudah memasuki kelasnya yang tiba-tiba jam nya di majukan. Tapi setelah dosen masuk, ia tidak menemui Sei


Akhirnya ia meminta izin untuk ke kamar mandi padahal dirinya ingin mencari keberadaan Sei. Ia melihat Sei berada tidak jauh dari darinya, tapi ia tidak bisa mendekat karena keberadaan Al


'Mungkin ini kesempatan ku untuk mencari tau siapa pria itu' batinnya melihat Al pergi meninggalkan Sei


Dan disinilah akhirnya dia berada di taman dengan Al didepannya


"Kenapa anda menanyakan hal ini?" tanya Al dengan nada curiga


"Kau tinggal menjawabnya saja, tidak usah bertele tele" sungut Azka semakin menarik kerah baju Al


Al semakin tidak mengerti apa maksud pria didepannya ini, dengan kasar ia melepaskan cengkraman di kerahnya dan kembali merapikan pakaiannya yang kusut "Saya tidak kenal dengan anda, dan sebaiknya anda menanyakan sendiri pada kak Sei"


Lalu ia pergi meninggalkan Azka, ada suatu hal yang membuatnya penasaran. Apa pria itu menyukai kakaknya Sei? Jika benar, itu adalah hal yang mungkin cukup susah


Mengingat Sei adalah tipikal orang yang menjauh ketika didekati pria. Itu karena Sei adalah orang yang paling malas berurusan dengan pria yang menurutnya merepotkan. Kenapa merepotkan, itu karena biasanya pria tidak cukup dengan satu wanita saja


Itu masih dalam pandangan Sei, bagaimana jika dari pandangan kakaknya Putri. Mengingat bagaimana kakaknya menguji Elvaro di hutan. Hahh mungkin nantinya pria itu tidak akan selamat

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2