
"Apa kau tidak bisa menemukannya?" bentak Elvaro marah ketika mendapat laporan dari Will pagi ini
"Maafkan aku tuan, 'bajingan kecil' itu membersihkan jejaknya dan saya juga kesusahan mencari lokasinya" Will sungguh bersalah, bahkan ia tidak tidur setelah mendapat tugas terlihat jelas kantung matanya yang hampir hitam karena begadang, karena ia membutuhkan waktu namun hasilnya nihil dan tidak dapat menemukan sedikit pun informasi tentang 'bajingan kecil' itu
"Baiklah, sekarang kau kembali ke ruangan mu"
"Baik tuan" Will segera membungkuk dan keluar dari ruangan Elvaro berjalan menuju ruangannya
Elvaro memegang pelipis dan sedikit memijatnya sungguh baru pertama kali dibuat pusing oleh seseorang
"Apa aku menghampiri Elena saja dari pada pusing oleh 'bajingan kecil' itu" seketika keluar ide untuk menemuinya dan mengajak makan siang
"Tapi apa dia sudah datang? Ahhh tunggu 30 menit saja baru ku temui di ruangannya" putusnya dan melanjutkan memeriksa dokumen
~Masion Elena~
Seperti biasa Elena bangun pagi dan menyiapkan sarapan beserta bekal makan siang untuk triple twins. Setelah selesai ia akan membangunkan triple dan pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor
Mereka berempat sarapan dengan damai dan bersiap-siap berangkat. Elena akan mengantar triple twins terlebih dahulu baru ia akan berangkat bekerja
"Sayang nanti mamah tidak bisa menjemput kalian, yang menjemput nanti supir tidak apa-apa kan? Mamah banyak pekerjaan di kantor kemungkinan akan pulang agak malam"
"Tidak apa-apa mah kami bisa menjaga diri di masion"
Elena pun menyium satu persatu pipi gembul mereka, setelah itu triple twins pun masuk kedalam sekolah sementara Elena masuk kedalam mobil untuk berangkat menuju perusahaan DV Corporation
Selama proyek dengan DV Corporation berlangsung, maka Elena akan bekerja di perusahaan tersebut untuk meninjau proyek
Tidak lupa setelah memasuki mobil Elena akan mengubah tampilannya ke tampilan cupu agar tidak dikenali
***
Tok tok tok
"Masuk" terlihat Elena sedang berkutat dengan dokumen yang ada di atas mejanya
"Apakah kau sedang sibuk" terdengar suara bariton dari seorang laki-laki
Elena pun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang berbicara "Ah tuan Vegas maaf saya tidak tau jika anda yang masuk ke ruangan saya, silahkan anda duduk" Elena cukup terkejut namun segera menormalkan ekspresinya kembali dan kembali bersikap profesional
Elvaro pun duduk si kursi depan meja Elena
"Ada keperluan apa tuan datang ke ruangan saya?"
__ADS_1
"Aku ingin kau menemaniku sarapan hari ini"
Elena yang mendengar itu cukup terkejut, mengapa ia mengajaknya sarapan
"Maaf tuan saya tidak bisa terlalu banyak berkas yang perlu saya periksa" tolak Elena lembut
Namun Elvaro tidak pernah menerima penolakan, ia langsung menggenggam tangan Elena dan langsung mengajaknya sarapan
Elena terkejut kala tangannya dipegang dan ditarik oleh Elvaro, ada niatan untuk memberontak tapi tidak jadi karena ia ingat kini sedang berpenampilan cupu dan terlihat lemah, ia hanya pasrah daripada penyamarannya terbongkar
***
Di sebuah restoran terlihat seorang lelaki yang sedang memandangi perempuan di depannya. Perempuan tersebut terlihat kesal karena ulah dari lelaki tersebut yang membuat dia menjadi sorotan di perusahaan. Elvaro tanpa rasa bersalah hanya memandangi Elena yang tengah kesal
'Imut' kata yang muncul dalam benak Elvaro kala melihat ekspresi wajah milik Elena
Ingin rasanya Elvaro segera membawa Elena untuk pulang ke rumah dan mengurung nya di kamar seharian, namun niat tersebut hanya bisa ia urungkan karena ingin melihat sampai mana Elena akan terus berpura-pura dan menyamar seperti itu
Elvaro terus memandangi wajah Elena sembari memakan sarapannya. Elena menjadi risih terus menerus diperhatikan seperti itu namun ia hanya bisa menahan dengan tangan terkepal
Andai saat ini dia tidak menyamar menjadi cupu, sudah dipastikan jika Elena akan menghajar Elvaro sampai babak belur
***
"Kenapa kau teriak-teriak, aku hanya menyuruh mu untuk menjadi pendamping pesta nanti malam" ucap Elvaro
Elena dibuat kesal marah sampai darah nya mendidih sampai ke ubun-ubun, sungguh ia sangat kesal sudah ditarik menemani sarapan hingga menjadi sorotan di perusahaan. Ditambah setelah sarapan ia diberi perintah menjadi pasangan pesta, ohhh sungguh rasanya ingin menghajar Elvaro saat ini
"Maaf tuan saya tidak bisa karena saya ada jadwal lain malam ini" ujar Elena sopan dan menampilkan wajah profesionalnya
"Ada acara apa kau? Berkencan dengan pacar mu?" ucap Elvaro dengan nada penuh interogasi
"Itu bukan urusan anda tuan karena ini kehidupan pribadi saya, kalau tidak ada lagi saya pamit kembali ke kantor karena banyak berkas yang menunggu saya" Elena segera bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Elvaro, namun saat ia akan melangkah, tangan nya dicekal oleh Elvaro
Elena berbalik dan menatap Elvaro dengan sorot mata tajam "Ada yang anda perlukan lagi tuan" ucap Elena dengan lembut dan senyum yang dipaksakan
"Apakah kau sudah mempunyai kekasih?"
Elena mengenyitkan dahinya, apa maksud pertanyaan Elvaro "Maaf tuan ini kehidupan pribadi saya dan sepertinya anda tidak perlu tahu saya punya kekasih atau tidak, kalau begitu permisi" Elena langsung menarik tangannya dan pergi keluar area restoran
Elvaro yang melihat kepergian Elena hanya tersenyum misterius
'Akan kupastikan tidak ada laki-laki yang mendekati mu Elena, karena kau hanya milik ku seorang hanya milikku' seringai Elvaro
__ADS_1
***
"Bagaimana kak? Apakah sudah berhasil?"
"Sebentar kurang sedikit lagi" Narendra fokus dengan komputernya tidak lupa dengan gerakan jarinya yang semakin cepat.
"Berhasil" langsung saja Narendra mengambil data yang ia butuhkan dengan perasaan senang namun detik berikutnya ia terlihat panik dan lebih fokus ke komputernya.
"Apakah aku ketahuan lagi?" batin Narendra
Nathan dan Nayra yang melihat perubahan ekspresi sang kakak dibuat bingung
"Kak ada apa? Kenapa kau terlihat panik?" tanya Nayra
"Kakak ketahuan lagi" jawab Narendra tanpa menoleh dan tetap fokus pada komputernya
"Apa? Lalu bagaimana dengan data yang kita butuhkan" kini ganti Nathan yang bertanya dengan nada panik
"Kalian tenang saja, sebelum kakak mendapat serangan balik kakak su___" ucapan Narendra terpotong kala tiba-tiba komputer milik Narendra mengeluarkan asap hitam
"Kak apa yang terjadi?" pekik Nathan dan Nayra
"Ayo kita cepat keluar" perintah Narendra
Mereka langsung keluar dari kamar tersebut dengan terbatuk-batuk
"Kak sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Nathan
"Kakak tadi ketahuan, dan ia langsung mengirim banyak virus ke komputer kakak oleh karena itu komputer kakak keluar asap hitam" jelas Narendra
"Lalu bagaimana dengan data yang kita butuhkan?"
"Kalian tenang saja, tadi sebelum kakak mendapat serangan balik, kakak sudah mengirim data tersebut ke handphone kakak"
Nathan dan Nayra pun senang, mereka sampai lompat kegirangan kala mendengar hal tersebut. Narendra yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena tingkah kedua adiknya itu
Setelah itu mereka pun kembali ke kamar, membereskan kekacauan yang mereka buat dan melihat data-data yang berhasil didapatkan oleh Narendra di handphone
Bersambung~
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian ๐
Happy Reading (โงโฝโฆ)
__ADS_1
See You ๐