
...~Hari Pernikahan~...
"Elena ayo cepat keluar" teriak Jasmine frustasi, pasalnya sejak 30 menit yang lalu belum keluar dari kamar mandi
Elena sangat gugup untuk melewati hari ini
"Jemputan mu sudah datang, kau akan terkejut ketika melihat jemputan mu itu" Jasmine begitu heboh ketika melihat mobil jemputan Elena
Semua urusan pernikahan diurus oleh calon mertuanya, jadi Elena hanya perlu duduk dan menunggu saja
Akhirnya Elena keluar dari toilet dan menampakkan diri. "Bisakah kita batalkan saja?" Tanya Elena frustasi
"Kamu mau panti asuhan tempat kamu besar ini hancur dan rata dengan tanah?" Tanya Jasmine balik
Elena pun menggelengkan kepalanya
"Kalau begitu ayo cepat" ucap Jasmine tak sabar, ia sangat semangat dengan pernikahan sahabatnya ini
Setelah bersiap mereka pun meninggalkan panti asuhan
Elena menggunakan mobil Bentley Mulsanne putih yang berhias bunga mawar. Sebuah mobil mewah yang merupakan salah satu sekian banyak mobil yang dimiliki keluarga De Vegas. Sementara Jasmine berada satu mobil dengan Elena
Dibelakang ada iring-iringan menuju masion kediaman De Vegas tempat berlangsungnya pernikahan
Mobil yang membawa Elena telah memasuki gerbang masion keluarga De Vegas yang dijaga ketat oleh beberapa orang yang berjas hitam. Jarak gerbang dan masion cukup jauh, disepanjang jalan disuguhi dengan taman yang inda dan penuh dengan bunga-bunga
__ADS_1
Kedatangan Elena disambut oleh anggota keluarga inti De Vegas, bahkan Reynard sudah berdiri tegak menyambut kedatangan Elena
Elena turun dari mobil, ia mengenakan dress sepanjang lutut rambutnya digerai dan terlihat anggun meskipun pakaian yang ia kenakan sederhana
"Selamat datang Elena di masion keluarga De Vegas. Kau pasti sudah kenal denganku juga istriku yang menemuimu tempo hari dan ini Alexa adik dari Elvaro" jelas Reynard ramah, Alexa tersenyum kikuk
"Te-terima kasih telah sudi menerima kami. Perkenalkan ini sahabat ku Jasmine"
Jasmine pun menjabat tangan Reynard Caroline dan juga Alexa dengan antusias
Masion De Vegas begitu luas dan megah. Terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi masing-masing dengan desain klasik abad 19. Berdiri diatas tanah yang memiliki luas 4.000 m. Terdapat berbagai fasilitas olahraga dan bahkan terdapat lapangan golf pribadi. Belum lagi luas dari garasi bawah tanah yang dapat menampung belasan mobil super mewah yang menjadi koleksi mereka, dan jujur saja hal ini membuat Elena tidak nyaman. Dirinya dan Elvaro terlalu berbeda
Para pelayan dan beberapa orang dari wedding organizer terlihat sibuk di masion tersebut
Di perjalanan Jasmine bertemu dengan Elvaro yang juga akan bersiap
"Apa kau teman dadi Elena?" Tanya Elvaro menatap Jasmine
Jasmine memandang kagum dengan rupa dari Elvaro yang tampan tidak bahkan sangat tampan. "Eh iya" jawab Jasmine ketika sudah sadar dari lamunannya
"Dimana Elena?" Tanya Elvaro lagi
"Elena sedang bersiap-siap" jawab Jasmine
Sebuah senyuman terbit dari bibir Elvaro, mengingat perempuan yang keras kepala menolaknya kini datang ke masionnya untuk menikah dengannya 'Aku tau kau akan datang Elena, ternyata semudah itu menggertakmu' batin Elvaro dalam hati, ia merasa menang saat ini.
__ADS_1
Karena terlalu mengamati wajah tampan Elvaro, tidak sengaja Jasmine menjatuhkan kertas yang berisi janji suci pernikahan milik Elena
Elvaro yang melihat itu sengaja tak memberitahu Jasmine dan berusaha membuat Jasmine pergi
"Ku rasa cukup sampai disini, kau butuh waktu untuk bersiap. Acara akan dimulai 2 jam lagi" ucap Elvaro berpamitan. Kemudian Jasmine pun berlalu pergi
Tapi tidak dengan Elvaro, ia mengambil kertas tersebut dari atas lantai dan kemudian membacanya dengan tersenyum miring
"Hemmm nona Elena El Bacas benarkah hanya ini janji yang kau berikan padaku??" Gumam Elvaro pada dirinya sendiri. Ia tersenyum miring dengan banyak akal di pikirannya
"Aku rasa janjimu terlalu pendek, sayang" gumam Elvaro pelan dengan senyum licik menghiasi wajahnya
Setelah memastikan kertas tersebut aman di saku celananya, Elvaro kembali melangkahkan kaki menuju ruangan khusus pengantin pria untuk mempersiapkan dirinya
***************
"Bagaimana tuan Elvaro? Anda puas dengan hasilnya?" Tanya seorang lelaki kemayu yang membantu Elvaro bersiap
Elvaro menatap pantulan dirinya di cermin. Tentu saja ia merasa puas, dirinya terlihat sangat tampan dengan setelan jas klasik hasil karya dari desainer terkenal. Perpaduan warna hitam, putih dan abu-abu yang menyempurnakan penampilannya di hari istimewa ini
"Saya puas, kalian boleh keluar terimakasih"
Setelah bersiap Elvaro tidak langsung keluar kamar. Ia terlebih dahulu mengambil kertas janji pernikahan milik Elena. Dengan senyuman lebar Elvaro menambahkan beberapa kata-kata lain pada kertas tersebut
Setelah selesai, Elvaro keluar dari kamar dan berjalan penuh percaya diri menuju tempat prosesi pernikahannya di mana semua orang berdiri menyambut kedatangannya dengan tatapan kagum
__ADS_1