
Beberapa chapter berikutnya berisi flashback 7 tahun lalu
~7 tahun lalu ~
Seorang gadis sedang menyiram bunga depan rumah sesekali juga bersenandung dengan merdu
"Permisi, apakah ibu pantinya ada?" tanya seseorang yang menghampiri gadis tersebut
Gadis tersebut menoleh dan melihat ada sepasang suami istri yang sudah cukup umur tapi masih terlihat muda
"Ohh ya ada, mari saya antar" ujar gadis tersebut dengan sopan
Pasangan suami istri tersebut pun mengikuti dari belakang "Calon menantu kita sangat sopan ya mah" ujar si suami
"Iya pah, sepertinya mamah akan cocok dengan dia" ucap si mamah
Kini mereka sudah berada di ruang tamu "Silahkan duduk dulu, saya akan memanggil ibu panti" Gadis tersebut pun mempersilahkan pasangan suami istri untuk duduk
***
"Bunda ada yang bertamu, katanya ingin bertemu sama bunda" ujar gadis tersebut ketika sudah masuk ke kamar ibu panti
"Iya, bunda akan kesana"
Semua penghuni panti memang memanggil ibu panti dengan sebutan bunda
Gadis tersebut pun pergi ke dapur guna membuat minuman untuk tamu
"Silahkan diminum, maaf adanya hanya ini saja" ujar gadis tersebut
"Tidak usah repot-repot nak, tapi terimakasih ya" ucap si istri
"Iya sama-sama, saya permisi dulu"
Gadis tersebut pun melangkahkan kaki dan pergi dari ruang tamu, namun baru akan melangkah terdengar suara dari sang bunda
"El, sini duduk disamping bunda. Ada yang ingin bunda sampaikan" ucap ibu panti
Gadis tersebut pun duduk disamping ibu panti "Ada apa bunda?"
"Perkenalkan tuan dan nyonya, gadis ini bernama Elena El Bacas. Mungkin gadis ini yang tuan dan nyonya cari" ucap ibu panti
"Jadi ini yang bernama Elena" sahut si istri dengan senyuman
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Reynard De Vegas dan ini istri saya Caroline De Vegas"
"Nama saya Elena El Bacas Om Tante" ucap Elena dengan menjabat tangan pasangan suami istri tersebut
Tiba-tiba Caroline langsung menghampiri Elena dan memeluk nya erat "Pah calon menantu kita cantik banget"
Elena yang mendapat pelukan tiba-tiba juga mendengar ucapan Caroline terdiam
__ADS_1
"Mah udah, jangan menakut-nakuti calon menantu" tegur Reynard "Ehemm maaf dengan perilaku dari istri saya, jadi kedatangan kami kesini untuk melamar Elena menjadi istri dari anak saya Elvaro"
"Maaf, tuan dan nyonya. Maksud kalian apa?" Tanya ibu panti
"Jadi dulu saya dan istri saya sudah membuat perjanjian pernikahan dengan orang tua Elena, dan akan menikahkan mereka di umur Elena yang ke 20 tahun. Saat itu Elena berumur 2 tahun, tapi setelah 1 tahun, kami mendengar jika orang tua dan adik mu yang masih berusia 6 bulan kecelakaan dan meninggal ditempat. Kami juga tidak tau keberadaan Elena, dan baru beberapa hari kemarin kami mendengar kabar jika Elena tinggal di panti asuhan setelah kejadian kecelakaan tersebut" jelas Reynard panjang lebar
"Sebagai bukti perjanjian, kami memberikan sebuah kalung yang terukir nama Elvaro. Dan kalung tersebut adalah kalung yang digunakan oleh Elena" kini Caroline yang angkat suara menjelaskan
Elena pun meraih kalungnya dan melihat memang benar ada ukiran nama Elvaro di kalung tersebut. Elena sungguh tidak tau tentang perjodohan ini
"Maaf om dan tante, tapi saya tidak mengetahui hal ini. Dan saya belum bisa untuk memutuskannya" ucap Elena
"Om tau, tapi om hanya bisa memberimu waktu 1 minggu. Karena minggu depan kamu akan menikah dengan anak om. Mungkin ini terdengar egois, tapi om tidak bisa menentang wasiat dari ayahmu" mengambil jeda "Sebelum kecelakaan itu terjadi, ayahmu berpesan jika Elena harus menikah dengan anak om ketika umur 20 tahun. Karena ia merasa tidak bisa selalu melindungi mu"
Tangis Elena pecah mendengar hal itu, apakah mungkin ayahnya sudah merasa tidak bisa melindunginya sampai dewasa. Bahkan saat itu ia masih berusia 3 tahun dan wajah kedua orang tuanya tidak terlalu jelas di ingatannya
Caroline pun memberikan pundaknya sebagai sandaran untuk Elena. Ibu panti juga ikut menenangkan Elena
Setelah Elena mulai tenang, ia meminta izin kembali ke kamarnya. Disusul Reynard dan Caroline yang pamit undur diri
***
Usai mengantar tamu sampai depan rumah, ibu panti pergi ke kamar Elena
"El bunda masuk ya" ibu panti pun masuk kedalam kamar Elena dan terlihat Elena yang menangis diatas ranjang dengan menekuk kakinya
Elena juga memegang sebuah kalung dengan liontin berbentuk bulan, yang diketahui adalah kalung pemberian kedua orang tuanya
"Elena tidak menyangka Bun, jika ayah meninggalkan pesan seperti itu sebelum tiada. Dan juga aku sangat sedih kehilangan adik perempuan ku, masih teringat di ingatan ku dia juga memiliki kalung yang sama denganku dengan liontin matahari. Seandainya mereka masih ada disini Bun" tangis Elena semakin pecah seiring mengalirnya semua kesedihannya
Ibu panti pun langsung memeluk Elena "Bunda tau jika kehilangan seseorang yang kita sayangi rasanya sangat sakit. Tapi kita hanya bisa menerimanya, karena itu sudah menjadi takdir"
Setelah menangis di dekapan ibu panti, akhirnya Elena tertidur. Masih ada sisa air mata pada sudut matanya
***
Pagi yang cerah, matahari mulai masuk lewat celah gorden. Seorang gadis cantik mulai terganggu dengan sinar matahari itu. Perlahan-lahan ia membuka matanya
"Sudah baikan El?" tanya ibu panti yang baru saja akan membangunkan Elena, dan ternyata ketika masuk Elena sudah bangun
"Sudah Bun" jawab Elena
"Kamu mandi gih, terus sarapan baru berangkat kerja"
Elena pun langsung turun dari ranjang dan menuju kamar mandi
Umur 20 tahun kok udah kerja? Lulusan SMA? Sebenarnya Elena memiliki otak yang jenius dan pintar, oleh karena itu ia sudah lulus kuliah ketika berumur 18 tahun. Dan karena kejeniusannya itu ia bisa lompat kelas. Sekarang ia juga sedang menempuh S2 semester akhir. Pekerjaan yang ia dapat adalah sebagai direktur disalah satu perusahaan. Bisa dibilang Elena kuliah sambil kerja. Tidak ada yang mengetahui jika Elena sedang menempuh S2, bahkan ibu panti. Elena sengaja menutupi hal itu, agar saat wisuda bisa dijadikan kejutan untuk ibu panti
"Elena berangkat kerja dulu ya bun" ujar Elena
"Iya hati-hati di jalan"
__ADS_1
***
Sepanjang jalan Elena tidak fokus, ia sedang memikirkan tentang lamaran pernikahan. Hingga tidak sadar hampir saja ia menabrak seseorang
Langsung saja ia keluar dari mobilnya dan menghampiri seseorang tersebut untuk meminta maaf "Maafkan saya" ucap Elena dengan menundukkan kepala
"Iya tidak apa-apa" seseorang tersebut pun menengok ke asal suara tersebut "Elena"
Elena pun mengangkat kepalanya, ia pun terkejut dengan apa yang ia lihat "Jasmine" ucap Elena pelan tapi masih dapat didengar oleh orang didepannya
"Kau Elena kan, astaga tidak ku sangka akan bertemu dengan mu lagi setelah sekian lama" langsung saja Jasmine memeluk Elena
Elena pun membalas pelukan tersebut "Kapan kau pulang?" Tanya Elena ketika pelukan sudah terlepas
"Baru kemarin malam, ahh lebih baik kita ke restoran langganan kita dan mengobrol. Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu" ajak Jasmine
Elena pun menatap jam tangan yang melingkar di tangan kirinya 'Hmm sepertinya cukup, masih ada 1 jam sebelum jam masuk kantor'' batin Elena
"Elena" panggil Jasmine
"Eh ya, ayo"
"Kau kenapa? Apa kau telat masuk kerja. Jika iya kita mengobrol kapan-kapan saja" ucap Jasmine
"Eh tidak, masih ada 1 jam sebelum masuk jam kerja. Jadi masih ada waktu, ayo kita pergi"
"Baiklah"
Mereka pun pergi ke restoran untuk sarapan juga untuk mengobrol
Tanpa Elena sadari sejak tadi ada yang mengawasinya
Bersambung~
Hello para reader (。•̀ᴗ-)✧
Salam author buat kalian semua, muachhh
( ˘ ³˘)♥
Oh ya, author mau kasih tau kalau cerita flashback kali ini agak panjang. Ya karena author pengen para reader tau kisah Elena dan Elvaro sebelum berpisah
Udah itu aja sih, oh ya author juga ada rencana buat cerita yang bakalan nyambung sama novel ini
Hmm lebih tepatnya cerita karakter yang sangat dekat dengan Elena, tapi untuk sekarang karakter itu belum keluar sih hehehe
Ya udah segitu aja sih, karena author juga nggak tau mau ngomong apa lagi
Happy Reading (≧▽≦)
See You 😘
__ADS_1