
"Senang berbisnis dengan anda tuan Vegas" ucap seorang pria mengulurkan tangannya
"Sama-sama semoga kerjasama ini berjalan dengan lancar" ucap pria tersebut yang diketahui bermarga Vegas dengan menyambut uluran tangan tersebut
Setelah itu pria tersebut Vegas keluar dari ruangan VVIP dengan cukup tergesa-gesa, ia yang sangat dilandasi oleh rasa penasaran akan anak kembar tiga dan mamah nya harus menelan rasa kecewa tatkala restoran tersebut sudah agak sepi dan tidak terlihat 'mereka berempat'
Untuk pertama kali Vegas merasa penasaran terhadap urusan orang lain padahal ia tidak suka ikut campur terhadap urusan orang lain tetapi hal itu tidak berlaku terhadap 'mereka berempat'
"Ada apa tuan?" tanya asistennya dengan nafas yang cukup terengah-engah karena sang tuan yang tergesa-gesa keluar dari ruangan tadi
"Tidak ada apa-apa" jawab nya dengan nada dingin
"Setelah ini masih ada jadwal lain Will?" timpal Vegas pada sang asisten
"Tidak tuan, setelah ini anda bisa kembali ke negara Rusia" jawab sang asisten yang diketahui bernama Williams
"Aku akan kembali besok pagi siapkan semuanya hari ini aku akan menginap di hotel"
"Baik tuan"
***
Selama perjalanan ke hotel, Vegas terus melamun dengan menatap keluar jendela. Ia terus kepikiran dengan tiga anak kembar yang ia lihat di restoran seperti ada perasaan familiar yang ia rasakan tetapi ia sendiri tidak tau perasaan apa itu. Hal itu membuat ia tambah bingung hingga tanpa sadar ia menghembuskan nafas yang pelan
Sang asisten yang melihat keanehan tuannya lewat kaca yang ada didepan kursinya hanya bisa mengerutkan dahinya, ia penasaran apa yang sedang terjadi hingga sang tuan seperti memiliki beban pikiran yang sangat berat. Diantara rasa penasaran dan takut mendapatkan omelan dari sang tuan, tetapi dengan segala keberanian yang sudah dikumpulkan ia bertanya pada sang tuan
"Ada masalah tuan? Kenapa sedari tadi anda selalu mengembuskan nafas"
Vegas yang mendengar ucapan asistennya menaikkan satu alisnya, apakah ia terlihat seperti orang yang banyak pikiran. Ia pun melihat dirinya sendiri di kaca tepat di depan kursi pengemudi dan melihat dirinya sendiri yang memiliki raut wajah banyak pikiran
"Emm tidak apa-apa kau lanjut kan saja menyetir jangan terlalu banyak bertanya seperti wartawan" ucap Vegas dengan nada dinginnya
William hanya mengangguk sebagai tanda mengerti namun ia mengumpat dalam hati tentang sifat tuannya padahal ia hanya mengajukan satu pertanyaan dan itu langsung dianggap bagai wartawan yang banyak bertanya
__ADS_1
Keheningan terjadi hingga tanpa sadar kini mobil sudah ke area hotel, setelah sampai di hotel William dengan sigap segera keluar dari mobil dan membuka pintu mobil tuannya. Vegas pun keluar dengan penuh wibawa dan aura dingin yang ia pancarkan
"Will besok penerbangan ku ke negara Rusia jam berapa?" tanya Vegas dengan nada dinginnya yang hanya melirik sekilas ke arah sang asisten
"Jam 8 tuan"
"Hmm" hanya deheman yang keluar dari Vegas
Vegas pun berjalan masuk hotel meninggalkan sang asisten dan ia pun memasuki kamar hotelnya dengan menggunakan sidik jari saja pintu sudah terbuka. Karena hotel ini adalah salah satu asetnya di negara Inggris dan terlebih kamar yang ia gunakan adalah kamar khusus, hanya dia yang bisa membuka pintu akses dengan sidik jarinya
Setelah memasuki kamar ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur king size. Dengan menatap langit-langit ia malah kepikiran tentang kembar tiga yang ia lihat di restoran, karena pikirannya yang dalam suasana kacau ia memutuskan untuk mandi.
Setelah selesai dengan acara mandinya ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Langsung kembali merebahkan tubuhnya di ranjang, ia selalu kepikiran dengan tiga kembar hingga ia lama kelamaan merasa kantuk dan tertidur
***
Setelah kejutan ulang tahun, mereka pulang karena waktu yang sudah larut sedangkan besok Elena akan berangkat pagi dan twins yang sudah mulai mengantuk
Elena, Jasmine dan triple twins memakai satu mobil yang sama dengan Jasmine yang menyetir sedangkan Elena yang ada di kursi penumpang dengan triple twins
"Mamah bawa saja Nayra aku bisa jalan sendiri" Narendra pun langsung keluar dari mobil dan kini ia sudah berdiri disamping Jasmine
Elena pun mengangguk dan mulai menggendong Nayra. Dengan perlahan Elena menurunkan Nayra diatas ranjang dan menyelimutinya, Jasmine pun melakukan hal yang sama. Sementara Narendra ia kini sudah berada di ranjangnya dengan posisi sudah berbaring
Elena pun mengecup puncak kepala Nathan dan Nayra, setelah itu ia langsung ke Narendra dan melakukan hal yang sama. Dengan belaian lembut di kepala Narendra, ia langsung merasa kantuk dan tertidur. Elena yang mendengar dengkuran halus dan teratur dari Narendra langsung tau jika Narendra sudah ke alam mimpinya dan sekali lagi ia mengecup puncak kepala Narendra dan mengucap selamat malam
Setelah memastikan jika si kembar sudah tertidur pulas Elena langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan diikuti oleh Jasmine. Dengan perlahan ia menutup pintu kamar si kembar agar tidak membangunkan mereka
***
Drt drt
Elena yang baru aja selesai mandi, langsung mengangkat telepon nya yang berdering. Senyum manis terbit di bibirnya dan langsung mengangkat panggilan vidio dari sang adik
__ADS_1
[Halo kak, selamat ulang tahun kak] teriak pemuda di seberang sana dengan antusias
"Terimakasih, bagaimana kabarmu dan Putri?" tanya Elena pada adik bungsunya
[Aku baik-baik saja kak, tapi tidak dengan kak Putri. Semenjak tadi terus berada di ruang kerja. Padahal hari dua hampir dini hari]
Elena mengangguk, memang adiknya itu seperti gila kerja "Al, bisakah kau memberikan teleponnya pada Putri. Aku yakin meskipun menelepon nya tidak akan diangkat"
Al pun langsung pergi ke ruang kerja tanpa mematikan panggilan nya
"Putri, sudah kakak bilang jangan terlalu banyak bekerja. Bukankah sekarang sudah dini hari disana. Tapi masih saja bekerja hahh" cecar Elena memarahi seorang gadis yang duduk di kursi kerja
Sementara di seberang sana, gadis yang bernama Putri langsung mengusap telinganya yang terasa berdengung karena teriakan sang kakak. Bagaimana tidak berdengung jika ponselnya dalam volume tinggi ditambah langsung ditempelkan di telinganya
Ia langsung menatap tajam Al yang sekarang cekikikan. Lalu beralih pada layar ponselnya dengan raut dibuat polos "Aku hanya sedang mengerjakan sedikit pekerjaan kak, jadi jangan marah ya" pintanya
Elena menghela nafas lalu menatap sang adik dengan tatapan sendu "Kakak hanya tidak ingin kamu sakit, jadi jangan diulangi lagi ya"
[Kak, apa kau lupa jika kak Elena berulang tahun?]
Putri langsung menepuk dahinya, sungguh ia melupakan hal itu. Melihat tanggal sudah berganti membuatnya merasa bersalah karena melewatkan hari ulang tahun sang kakak karena terlalu sibuk dengan pekerjaan
[Selamat ulang tahun. Maaf aku melupakannya] sesal Putri
Elena mengangguk lalu menatap kedua adiknya "Aku tidak marah, sebaiknya kalian segera tidur. Al bukankah sebentar lagi kamu ujian akhir sekolah dan Putri. Jangan terlalu kelelahan karena pekerjaan" pesannya
Setelah berbincang sebentar, panggilan tersebut terputus. Elena menatap langit-langit kamar dengan perasaan bersalah karena tidak memberitahukan tentang kepindahannya
Sudah dipastikan Putri tidak akan mengizinkan nya ditambah mungkin akan ditentang oleh Al
Bersambung~
Jangan lupa kasih like😉 dan dimasukkan sebagai novel favorit
__ADS_1
Happy Reading (≧▽≦)
See you 😘