Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Meretas data sang papah


__ADS_3

Di kamar lantai 2 terlihat sesosok anak kecil yang mengendap-endap memasuki kamar Nathan, ia adalah Narendra. Setelah membangunkan Nathan, Narendra melanjutkan untuk membangunkan Nayra


Dan kini triple twins sudah berada di kamar Narendra, lebih tepatnya di depan komputer


"Kak, kenapa kakak bermain komputer malam-malam nanti mamah marah lo" tanya Nayra, ia sama sekali tidak tau alasan kenapa dibangunkan malam-malam oleh sang kakak


"Kakak tidak bermain komputer untuk game, tapi kakak akan mencari tau tentang informasi papah" jawab Narendra tanpa menoleh ke Nayra dan fokus pada layar komputernya


Nathan dan Nayra sontak membuka mata lebar-lebar kala mendengar ucapan sang kakak


"Apakah kakak sudah mencari tau nama papah?" Tanya Nayra


"Sudah"


"Apa?? Kenapa kakak tidak bilang pada kami sebelumnya" pekik Nathan dan Nayra


"Shttttttt, jangan keras-keras nanti mamah dengar" Narendra langsung menoleh pada Nathan dan Nayra


Nathan dan Nayra sontak menutup mulut mereka dengan tangan mungilnya


Nathan menghela nafas dan mulai bercerita "kakak sudah mencari tau nama papah dari beberapa hari yang lalu. Kalian masih ingat kan mamah selalu kaget dan melarikan diri dari laki-laki yang pernah berpapasan di bandara dan mall?"


Nathan dan Nayra terlihat sedang mengingat kejadian waktu itu, beberapa saat mereka pun menggangukan kepala

__ADS_1


"Apakah kalian merasa kalau aku dan laki-laki itu mirip? Kakak merasa seperti melihat diri kakak versi dewasa" ujar Narendra


Nathan dan Nayra berfikir sejenak, lalu mereka menggangukan kepala


"Karena itulah kakak mencoba mencari tau tentang laki-laki itu lewat rekaman cctv yang kakak retas dari bandara dan mall, dan baru kemarin kakak menemukan informasi tentangnya, kakak merasa kalau laki-laki itu papah kita, tapi sebelum itu kita harus memastikan apakah memang benar dia papah kita" lanjutnya


Nathan dan Nayra pun terlihat bahagia. "Lalu siapa namanya kak?" Tanya mereka bersamaan dengan mata berbinar


"Namanya adalah Elvaro De Vegas, CEO dari perusahaan Vegas Group dan juga perusahaan dimana mamah sekarang bekerja. Tapi kakak belum bisa memastikan apakah ia benar papah kita oleh karena itu kakak malam ini akan meretas dan mengambil data pribadi miliknya termasuk foto-foto masa kecil"


"Lalu kenapa mamah tidak bersatu lagi dengan papah? Padahal mereka bekerja di satu perusahaan yang sama. Apakah papah tidak tau tentang mamah dan kita?" Tanya Nayra beruntun


"Kakak juga tidak tau, karena itu kakak mengajak kalian meretas data milik papah, siapa tau nanti kita menemukan alasan mamah pergi dari papah dan jawaban dari pertanyaan mu"


Narendra baru melancarkan aksinya hari ini. Kenapa tidak dari 1 Minggu yang lalu? Karena komputer milik Narendra baru datang pagi ini, sementara untuk meretas rekaman yang ia butuhkan Narendra hanya menggunakan ipad. Pikir Narendra meretas data pribadi sang papah akan membutuhkan komputer daripada iPad karena pasti keamanannya sangat ketat dan susah untuk diretas


Kini Narendra mulai melancarkan aksinya, matanya fokus menatap komputer dan mulai memasukkan kode-kode aneh pada alamat surel


Sementara Nathan dan Nayra fokus menatap layar komputer meskipun mereka tidak tau tentang IT. Dan sesekali melihat jari kakak mereka yang cekatan pada keyboard


Kini Narendra mulai tersenyum kala hampir mendapatkan apa yang ia inginkan, namun detik berikutnya wajahnya terlihat muram dan panik karena tiba-tiba ia mendapatkan serangan balik dari sang papah, secepatnya Narendra langsung merubah ekspresinya ke mode sangat serius. Narendra pun langsung menambah kecepatan jari nya pada keyboard dan kembali menyerang sang papah dengan mengirimkan virus. Dan terjadilah aksi saling menyerang antara Narendra dan sang papah. 'Mari kita lihat siapa yang menang Me or Dad?' batin Narendra


Nathan dan Nayra yang melihat gerakan jari sang kakak yang sangat cepat dari sebelumnya dibuat bingung

__ADS_1


"Kak kenapa layar komputernya tertulis 'eror'?" Tanya Nathan


"Papah menyerang kakak, dia tau kalau kakak meretas data pribadinya" jawab Narendra tanpa menoleh dan tetap fokus pada layar komputernya


Seketika Nathan dan Nayra ikut panik, hingga Nathan mengatakan sesuatu yang membuat mereka tambah panik


"Kak mamah sedang menuju ke kamar kita, dan sekarang mulai naik tangga" ujar Nathan, ia sangat panik karena takut sang mamah marah karena mereka tidak tidur.


Bagaimana Nathan tau jika Elena menuju ke kamar mereka? Jelas Nathan tau karena ia memiliki indera pendengaran yang sangat tajam, mungkin karena latihan bela dirinya yang membuat dia bisa memiliki kemampuan itu. (Hanya imajinasi author)


Seketika kepanikan terjadi, Narendra langsung menghentikan komputernya dan mematikan komputer tersebut. Sebenarnya ia sedikit merasa kesal karena harus menghentikan aksinya meretas, jujur saja kalau Narendra merasa senang karena mendapat lawan yang sepadan dan bisa menyeimbanginya. Namun apa dayanya, ia harus menghentikan aksinya daripada sang mamah marah karena ia belum tidur, dan juga ia tidak ingin menyeret adiknya karena masalah yang ia timbulkan


"Kalian cepat kembali ke kamar dan tidur kita akan melanjutkannya besok" ujar Narendra


Nathan dan Nayra pun mengangguk mengerti dan langsung menuju kamar masing-masing. Dengan langkah pelan mereka membuka pintu kamar mereka dan kembali ke ranjang untuk tidur


Kini Elena sudah berada di lantai 2, ia langsung menuju ke kamar triple twins. Sebenarnya tadi ia sudah tertidur namun tiba-tiba ia bermimpi buruk kalau triple twins dibawa pergi oleh papah kandung mereka, dan karena itulah ia ke kamar triple twins untuk memastikan mereka ada di kamar masing-masing


Elena tersenyum kala melihat triple twins yang tertidur lelap, ia hanya berdoa agar mimpi buruknya tidak terjadi. Elena pun kembali ke kamarnya dan mulai tidur


Setelah kepergian Elena triple twins pun sedikit membuka mata mereka 'maafkan kami mah karena berpura-pura tidur' batin mereka


Mereka pun langsung memejamkan mata dan mulai terbang ke dunia mimpi

__ADS_1


__ADS_2