
"Master, kami sudah berhasil menemukan lokasi tersangka yang telah menipu PT. Bhakti Jaya"
Rei yang sedang bersantai di taman langsung menatap San "Dimana?" tanyanya dengan nada dingin dan datarnya, tersirat kemarahan didalamnya
"Tersangka ada di Bandung, dan dia juga anggota ******* yang saat ini menjadi buronan pemerintah negara"
"Jika sampai menjadi buronan, apa organisasi diminta untuk turun tangan juga?"
"Benar master, pemerintah meminta organisasi untuk menangani ******* yang sudah sangat meresahkan masyarakat"
Rei mengganguk dan berdiri dari duduknya, merenggangkan otot-ototnya karena sepertinya ia terlalu lama duduk "Aku akan terjun ke lapangan, siapkan semuanya"
San terkejut mendengarnya "Anda benar akan terjun langsung master?"
"Sudah lama seperti nya aku tidak terjun ke lapangan, sekalian saja sebagai refreshing"
San hanya bisa menghela nafas, bukan kah mereka akan menghadapi ******* yang cukup berbahaya. Tapi sang master menganggap ini hanyalah sebagai refreshing
Ia pun pamit undur diri untuk menyiapkan segala keperluan dan persiapan. Terutama persiapan anggota organisasi yang juga ikut untuk membantu
***
"Panglima, semua persiapan sudah selesai" lapor seorang pria berpakaian militer pada atasannya
"Angel Night juga ikut dalam misi ini?" tanya pria yang merupakan atasan
"Benar, saya mendengar jika pimpinan organisasi juga ikut andil dalam misi kali ini"
Pria tersebut mengangguk "Kau bisa kembali dengan pasukan"
Setelah kepergian bawahan nya, pria itu menatap sebuah foto yang selalu terpajang di meja kerjanya. Mata tajam nya berubah menjadi pandangan sendu "Padahal sudah 7 tahun lamanya, tapi aku belum bisa melupakan mu Nay"
Ia mengusap foto dalam bingkai kecil itu, foto dua orang dan salah satunya adalah dirinya saat masih muda. Dan disampingnya seorang gadis berwajah datar dan dingin
__ADS_1
***
"Master, kita sudah sampai" ucap San yang berpakaian hitam dan topeng perak merpati nya
Putri mengangguk, kali ini ia tidak memakai penyamaran nya sebagai laki-laki. Ia berpakaian serba hitam dan rambutnya yang berwarna biru tua dikepang menjadi satu. Tidak lupa topeng merpati berwarna emas yang menandakan dirinya lah pemimpin organisasi
"Apa militer juga akan ikut misi kali ini?"
"Benar master, misi kali ini akan di pimpin oleh panglima tertinggi sekaligus tentara yang dijuluki sebagai penjinak bom paling handal"
Putri mengangguk dan keluar dari mobilnya
"Zero" begitu keluar, Putri disambut oleh sepuluh orang anggota organisasi nya
Misi kali ini adalah menangkap kumpulan ******* yang sudah melakukan tindakan teror yang meresahkan masyarakat. Dan Putri sendiri hanya membawa sepuluh anggota organisasi nya, mereka bukankah anggota biasa. Setiap ada misi yang berbahaya, mereka lah yang akan menjalani nya
"Aku percaya dengan kemampuan kalian. Jadi lakukan yang terbaik, tetap ingat dengan peraturan yang aku buat. Utama kan nyawa kalian bukan kemenangan, selalu saling menjaga antar anggota bukan saling menjatuhkan. Kalian paham"
Para anggota akan mengikuti perintah atasannya. Yang mereka tau, atasan mereka ada dua yaitu master dan juga Zero. Karena itulah perintah Zero sama juga dengan perintah master mereka. Tapi tanpa mereka ketahui jika dua orang itu adalah satu
Hanya anggota inti saja yang mengetahui tentang ini
"Lapor Zero, pemimpin militer sudah sampai" lapor salah satu anggota yang merupakan ketua dari kelompok itu
Putri mengangguk dan menatap seorang pria yang menghampirinya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas karena disini merupakan hutan ditambah hanya ada cahaya bulan
Matanya membola sejenak, ia terkejut melihat pria yang saat ini berdiri beberapa langkah darinya. Tapi dengan cepat ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi tenang kembali
"Senang bertemu anda" ucap panglima militer itu mengulurkan tangannya
"Zero, anda bisa memanggil saya seperti itu panglima" balas Putri menerima uluran tangan tersebut
"Aidan" jantungnya berdetak kencang melihat tatapan mata Putri dibalik topengnya itu 'Apa yang terjadi padaku? Kenapa jantungku berdebar saat melihat tatapan matanya. Tatapan yang sama seperti... Itu tidak mungkin. Mungkin aku salah melihat karena sangat merindukan nya' batinnya
__ADS_1
"Panglima Aidan" panggil Putri setelah beberapa kali tapi pria didepannya tidak merespon sama sekali
"Panglima" panggil nya cukup keras hingga akhirnya Aidan tersadarkan dari lamunannya
"Ada apa Zero?" tanyanya dengan enteng tanpa tau jika gadis didepannya saat ini sedang menahan emosinya
"Bisakah anda bersikap profesional dan segera selesaikan misi ini" sentak Putri cukup keras
Aidan segera menormalkan ekspresinya kembali menjadi datar dan dingin "Baik, saya sudah memiliki rencana" lalu ia mulai menjelaskan rencana nya
Disini tim akan dibagi menjadi tim A dan tim B. Tim A akan dipimpin oleh Aidan menyerang dari depan untuk mengalihkan perhatian para penjaga yang ada
Lalu tim B yang di pimpin Putri akan menyelinap masuk untuk menangkap para pemimpin dan anggota inti ******* termasuk orang yang menjadi tersangka dibalik kebangkrutan PT. Bhakti Jaya
Dengan gerakan yang cepat, mereka semua berpencar sesuai arahan. Hingga akhirnya tiba di sebuah masion yang dilihat dari luar seperti masion terbengkalai. Tapi siapa yang tau jika itu adalah markas *******
Mereka bersembunyi di balik semak yang cukup tinggi. Aidan memberikan kode pada Putri untuk menyelinap sementara dirinya dan tim akan melakukan penyerangan dari depan
Suara baku tembak terdengar menggema di malam yang sunyi dalam hutan
Meninggalkan Aidan dan pasukan yang sedang mengalihkan perhatian. Tim B dengan gerakan cepat tepat memasuki masion, seperti sudah sangat terlatih dalam hal menyelinap
Putri memberikan kode untuk anggota nya berpencar, sementara dirinya memasuki sebuah ruangan yang ia berspekulasi itu adalah ruangan pemimpin ******* terlihat dari pintu yang paling mewah diantara yang lain
Dengan perlahan ia memasuki ruangan itu dan berjalan mendekati pria yang sibuk bertelepon
Pria itu tidak tau jika diluar terjadi penyerangan karena ruangan ini yang kedap suara. Jadi tidak bisa mendengar keributan yang ada
"Baik Mr. A, saya akan membawakan bahan percobaan untuk anda. Saya juga sudah berhasil membuat PT. Bhakti Jaya mengalami kebangkrutan, dan saat keluarga itu tidak memiliki kekuasaan, saya akan menculik putri mereka untuk bahan percobaan anda" ucap pria itu tanpa menyadari jika Putri berdiri tak jauh darinya. Pria itu tidak menyadari jika Putri ada disana karena posisinya memunggungi Putri
Tangan Putri terkepal sangat kuat menahan semua amarahnya. Apa yang dia dengar tadi? Menculik putri dari keluarga Vandyke berarti akan menculik sahabat nya. Itu tidak mungkin terjadi selama dirinya masih hidup, dan ternyata pria itu bukanlah anggota saja melainkan pemimpin nya
Bersambung~
__ADS_1