
Elena yang sedang menyiapkan sarapan dikejutkan dengan pelukan sang suami "Ada apa? Aku sedang memasak"
"Kita kembali ke Rusia ya" pinta Elvaro
Kening Elena mengeyit "Untuk apa?"
Elvaro menghela nafas, sepertinya sang istri lupa dengan persidangan mereka "Membatalkan gugatan cerai"
"Astaga, aku melupakan itu. Baiklah nanti sore kita berangkat kesana"
"Aku akan menyiapkan kendaraan yang akan kita gunakan"
"Kenapa?" tanya Elena heran, bukankah tadinya sang suami akan menyiapkan keberangkatan ke Rusia? Tapi kenapa masih disini
Elvaro cemberut melihat istrinya tidak peka, bukankah biasanya laki-laki yang tidak peka. Lantas kenapa disini sang istri yang tidak peka
"Mana imbalan ku" tunjuk nya pada bibirnya
Elena terkekeh melihat kelakuan Elvaro yang seperti anak kecil
Cup
"Sudah bukan, jangan cemberut lagi" lalu ia melanjutkan kegiatan memasak nya
Senyum Elvaro mengembang, ia mengecup bibir sang istri baru pergi dari sana
"Dasar" gumam Elena tersenyum manis
Sore harinya, keluarga kecil Elvaro pergi ke Rusia menggunakan pesawat pribadi milik Elvaro. Ia meminta William untuk mengirimkan pesawat untuk keluarga dan dirinya
"Aku tidak sabar ingin bertemu opa dan oma" ucap Nayra antusias
Elvaro tersenyum dan mengelus kepala sang putri, lalu ia beralih pada Narendra yang nampak tenang di kursinya dengan tab kesayangannya. Apalagi jika tidak berseluncur ke dunia IT
Sementara sang istri beristirahat di kamar yang ada di dalam pesawat menemani Nathan yang tidur
Sekitar 10,5 jam untuk sampai di Rusia. Pagi menjelang saat mereka sampai di Rusia
Baru saja keluar dari Bandara, mereka langsung disambut oleh Reynard, Caroline dan juga Alexa
"Selamat datang kembali menantuku" sambut Caroline langsung memeluk Elena
"Terimakasih sambutannya mom, dan juga maafkan Elena karena meninggalkan kalian" sesal Elena, seandainya dulu dirinya tidak langsung percaya dan mencari kebenarannya mungkin tidak akan melakukan kesalahan ini
Tapi mau bagaimana lagi, ini memang sudah menjadi takdir nya
"Tidak perlu minta maaf El, mommy mengerti keadaan mu" hibur Caroline, lalu pandangan nya beralih pada triple twins
Tatapannya jatuh pada Narendra yang berwajah datar 'Dia benar-benar seperti Varo saat kecil'batinnya
Caroline tersenyum dan menatap Nayra yang bersembunyi di belakang Elvaro, sama seperti Nathan. Tapi tidak dengan Narendra yang hanya menatap datar sedari tadi
"Hai cucu cucu Oma, kemarilah. Oma ingin memeluk kalian"
Triple twins menatap sang papah dan mamah meminta pendapat. Keduanya menganggukkan kepala tanda setuju
__ADS_1
"Oma" seru triple twins langsung memeluk Caroline
"Oh cucu cucu oma sudah besar"
"Apakah opa tidak dipeluk?" ucap Reynard yang juga ingin memeluk ketiga cucunya
Triple twins langsung memeluk Reynard
"Hai keponakan aunty, ayo peluk aunty" pinta Alexa
"Hai juga aunty, aunty namanya siapa?" tanya Nayra dengan wajah menggemaskan
Alexa merasa gemas, ia mencubit pelan pipi gembul sang keponakan "Nama aunty Alexa, kalian bisa memanggilku aunty Alexa. Aunty cantik juga boleh"
Setelah itu mereka pergi ke masion De Vegas
Ketika membuka pintu kamar Elvaro, Elena terkejut melihat semua tatanan barang dan yang lain masih sama seperti saat dirinya pertama kali memasuki kamar ini
"Aku tidak merubah apapun, karena hanya dengan melihat kamar ini. Aku merasa kamu berada disini" ucap Elvaro memeluk Elena
Air mata keluar dari mata Elena, sungguh ia merasa terharu dengan semua tindakan Elvaro
Drt drt drt
Elena mengambil ponselnya yang berada di tas "Sebentar aku angkat dulu telepon"
'Ck menggangu saja' batin Elvaro kesal karena keromantisan nya terganggu
"Halo Rei, ada apa?"
Entah seberapa besar kuasa adik iparnya hingga bisa menyembunyikan Elena darinya yang merupak seorang hacker terkenal dan CEO DV Corporation yang merupakan perusahaan terbesar di Eropa
"Ya baiklah, sampai ketemu lagi" sambungan telepon pun terputus
"Ada apa?" tanya Elvaro yang cukup penasaran
"Hanya menanyakan apa kita sudah sampai di Rusia. Dan katanya dalam beberapa hari, dia akan kesini dan mengobrol empat mata dengan mu"
Elvaro mengenyitkan dahinya "Apa yang ingin dia bicarakan?"
Elena mengedikkan bahunya "Aku juga tidak tau" meskipun saat ini dirinya memiliki alibi kemungkinan besar apa yang akan diceritakan sang adik, tapi itu hanyalah sebuah alibi saja
Siang harinya, mereka berdua pergi ke pengadilan. Elena mencabut semua gugatan cerai pada sang suami
"Semoga pernikahan kalian berjalan hingga tua dan jangan sampai ada kata cerai lagi" ucap kepala pengadilan
"Terimakasih atas doanya, kalau begitu saya permisi" pamit Elena pergi dari ruangan bersama Elvaro
"Surprise"
Elena yang baru masuk masion langsung dikejutkan dengan sambutan yang dilakukan Reynard Caroline dan Alexa, juga triple twins
Senyum manis terbit di bibirnya melihat kata yang tergantung di sana 'Welcome Back Elena'
Ia tersenyum haru melihat hal ini "Terimakasih semuanya" ucapnya dengan nada yang bergetar
__ADS_1
Caroline mendekat dan memeluk menantunya "Selamat datang El"
"Terimakasih mom"
Setelah itu acara penyambutan dilanjutkan dengan makan bersama
***
"Yeyy diantar papah mamah" seru Nayra yang merasa sangat senang
"Ayo pamit dulu sama opa dan oma" ucap Elena
Triple twins mengangguk "Dah opa oma, kami berangkat sekolah dulu"
"Dah cucu-cucu opa oma, belajar yang rajin ya"
"Baiklah princess, waktunya berangkat sekolah" ucap Elvaro ala-ala kerajaan dan langsung menggendong Nayra
Sementara Elena menggandeng Narendra dan Nathan
Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Nayra terus berceloteh mengisi keheningan
"Baiklah sayang, belajar yang rajin ya. Nanti papah dan mamah akan menjemput kalian" ucap Elvaro lalu mencium pipi gembul mereka
"Dah sayang, belajar yang giat" Elena melambaikan tangannya pada triple twins
Terlihat wajah senang dan bahagia triple twins, karena impian mereka diantar kan papah dan mamah telah terwujud. Bahkan Narendra yang biasanya berwajah datar, tersenyum sepanjang perjalanan menuju kelas
***
William terus menghela nafas melihat tingkah tuannya yang seperti anak kecil
Bagaimana tidak jika Elvaro datang bukannya mengerjakan dokumen-dokumen yang sudah menumpuk, malah bergelayut manja dengan Elena
'Nasib jomblo kek gini' batinnya merasa miris. Di umurnya yang sudah kepala 3 ini tapi sampai sekarang belum mendapatkan pasangan, jangankan pasangan setiap hari saja selalu berkutat dengan pekerjaan pekerjaan yang semakin hari semakin menumpuk
"Tuan, sebentar lagi ada rapat"
"Ck menyebalkan" umpat Elvaro
Elena terkekeh pelan melihat tingkah suaminya yang terkenal dingin dan datar tapi di hadapannya seperti kucing "Semangat kerjanya" bisiknya lalu mencium pipi Elvaro
Senyum cerah terbit di bibir Elvaro "Aku tidak akan melepaskan mu nanti malam" bisiknya
"Ehemmm" dehem William cukup keras karena jujur saja jiwa jomblonya ini meronta-ronta melihat keromantisan didepannya
"Jangan kemana-mana, aku akan segera kembali" setelah mengatakan itu barulah Elvaro pergi dari ruangan
Drt drt drt
Elena langsung mengangkat telepon yang ternyata dari sang adik "Halo Rei"
Raut terkejut terlihat di wajah Elena "Baiklah, aku akan mengatakan nya" setelah itu sambungan telepon terputus
Elena menghela nafas, ia berfikir apakah Elvaro dapat melewatinya. Entahlah, ia juga tidak bisa mengubah keputusan sang adik
__ADS_1
Bersambung~