
"Dengan keluarga pasien"
Aidan yang sedang duduk di kursi tunggu langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar dari IGD
"Bagaimana kondisinya dok?"
"Kami harus melakukan operasi untuk mengangkat peluru yang ada di bahunya, jadi mohon anda menandatangani surat persetujuan ini sebagai keluarga nya" ujar sang dokter memberikan surat persetujuan
"Tapi saya bukan keluarga nya dok"
"Kalau begitu kami tidak bisa melakukan tindakan sebelum keluarga pasien datang. Jadi anda bisa menghubungi keluarga nya dulu, kalau begitu saya permisi" pamit dokter itu pergi dari sana
Tidak lama kemudian seorang suster menghampiri Aidan dan memberikan barang pasien. Hanya ada ponsel dan juga dompet saja karena barang lain yang berbahaya sudah ia lepas sebelum tiba ke rumah sakit. Tidak mungkin dirinya membawa pasien yang membawa barang berbahaya ke rumah sakit, jika hal itu terjadi bisa-bisa rumah sakit akan gempar
Aidan menerima nya dan kembali duduk di kursi ruang tunggu
Ia terpaksa menggeledah kedua barang itu untuk mencari identitas keluarga gadis itu
Tapi di dalam dompet nya sama sekali tidak ada identitas apapun, hanya ada uang tunai saja
Kini harapan nya hanyalah di ponsel si gadis, tapi lagi-lagi ponsel itu terkunci
Tiba-tiba ponsel itu berdering dan akhirnya Aidan mengangkat nya berharap itu adalah salah satu dari keluarga gadis ini
***
Elena yang sedang melakukan meeting tiba-tiba dadanya terasa sakit, wajahnya langsung putih pucat
"Ada apa honey?" tanya Elvaro dengan berbisik melihat raut wajah sang istri yang sangat pucat
Elena tidak menjawab dan meraih ponselnya dengan tangan bergetar 'Kumohon ini tidak seperti yang kupikirkan' batinnya
"Apa yang terjadi tuan Elvaro?" tanya Arka
Elvaro menggelengkan kepalanya dan semakin cemas ketika sang istri menangis
"Putri" gumamnya dengan wajah ketakutan menatap sang suami
"Apa yang terjadi?"
"Kita harus ke rumah sakit sekarang, di dia disana" suara Elena bergetar dengan air mata yang terus mengalir
"Maaf tuan Arka, saya tidak bisa ikut meeting dan akan dilanjutkan oleh asisten saya. Sekali lagi maaf" lanjut Elena
__ADS_1
"Tidak apa-apa nona" sahut Arka
Sebelum meninggalkan ruangan, Elena berpesan pada Arta untuk melanjutkan meeting tanpa dirinya karena telah terjadi sesuatu pada adiknya
"Saya akan menyusul anda setelah selesai"
***
Elena langsung keluar dari mobil setelah sampai di depan lobi rumah sakit. Saat ini tidak ada yang ia pikirkan kecuali keadaan adiknya
Hanya itu
Elvaro dan triple twins mengikuti di belakang Elena hingga sampailah ia didepan pintu ruang IGD
"Anda yang mengangkat ponsel adik saya?" tanya Elena pada seorang pria yang menunduk
Pria itu mendongak dan terkejut melihat kakak iparnya "Kak El"
"Aidan"
"Bagaimana kak El ada disini?"
"Seharusnya aku yang bertanya. Tidak itu bukanlah hal yang perlu dibicarakan saat ini, sekarang dimana adikku?"
Ia harus menanyakan ini pada Elvaro nanti
"Dia ada di dalam, kata dokter operasi harus segera dilakukan untuk mengangkat peluru yang bersarang di bahunya. Jika tidak cepat dilakukan tindakan, nyawanya akan dalam bahaya"
"Kenapa tidak langsung dilakukan hah?" kesal Elena
"Aku tidak bisa melakukannya karena aku bukan keluarga nya. Dan harus keluarganya yang memberikan tanda tangan setuju" balas Aidan memberikan surat persetujuan
Tanpa pikir panjang, Elena langsung menandatangani nya
"Aidan" seru Elvaro yang terkejut melihat sepupunya
"Bagaimana kau bisa disini?"
Belum sempat Aidan menjawab, perhatiannya teralihkan pada suster yang keluar dari ruangan dan tidak lama kemudian dokter yang menangani Putri masuk ke ruang IGD dengan wajah panik
"Apa yang terjadi?" tanya Aidan mencegah suster yang akan masuk
"Pasien yang anda bawa mengalami kejang-kejang dan lukanya terus mengeluarkan darah. Saat ini kami sedang menangani pasien" setelah mengatakan nya suster itu langsung masuk ke ruangan dengan membawa kantong darah
__ADS_1
Elena hampir luruh ke lantai jika saja tidak ditopang oleh Elvaro, memang ia tidak tau apa yang mereka bicarakan tapi melihat situasi seperti nya keadaan sang adik dalam keadaan genting. Begitupun triple twins yang memeluk sang mamah untuk menguatkan
Dokter yang menangani Putri keluar dan menghampiri Elena "Anda keluarga dari pasien?"
Elena tidak memahami apa yang dikatakan
"Mereka adalah keluarga pasien dok, maaf mereka tidak memahami bahasa Indonesia jadi anda bisa menggunakan bahasa Inggris" sahut Aidan
Sang dokter mengangguk "Kondisi pasien saat ini kritis dan harus segera dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang. Anda bisa menandatangani surat persetujuan dulu" ucapnya menggunakan bahasa Inggris
Elena langsung menyerahkan surat yang sudah ditandatangani "Saya mohon selamatkan adik saya"
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, kalau begitu saya permisi" pamit dokter itu untuk mempersiapkan ruang operasi
Elvaro menuntun Elena untuk duduk di ruang tunggu "Apa yang terjadi hmm?" tanyanya dengan suara lembut
"Aku tidak tau, tapi saat aku menelpon Putri. Pria yang mengangkat nya dan bilang jika saat ini kondisi Putri sedang kritis dan membutuhkan segera penanganan, tapi dokter tidak bisa melakukan hal lebih tanpa persetujuan keluarga nya"
Elvaro mengerti bagaimana perasaan sang istri saat ini
"Gadis itu adik kak Elena? Tapi bukankah-" Aidan tidak melanjutkan ucapannya dan menatap kakak sepupunya
Elvaro mengerti apa yang dimaksud oleh Aidan "Dia memang adik dari Elena"
"Tapi bukankah kak Elena tidak memiliki sanak saudara?"
Elvaro tidak menjawab "Bagaimana kamu bisa bertemu dengannya?" kilahnya
Aidan semakin bingung kenapa kakak sepupunya mengalihkan pembicaraan. Tapi hal itu tidak ia pikirkan untuk saat nanti, mungkin nanti saja ia tanyakan "Aku bertemu dia di pemakaman dan saat itu ada sekelompok orang berbaju hitam mengejarnya hingga sampai hutan. Dia bertarung dengan mereka dan berhasil selamat tapi salah satu orang ingin menembak ku dan dihalau olehnya. Setelah itu aku langsung membawanya ke rumah sakit"
Ia sengaja tidak menceritakan tentang identitas Putri yang merupakan pemimpin organisasi Angel Night. Dan hal itulah yang membuatnya mengejar gadis itu saat melarikan diri dari sekelompok orang itu
Pintu IGD terbuka, beberapa suster mendorong brankar Putri
Elena dan yang lain mengikuti belakang tapi tidak dengan Aidan yang membeku di tempat
Ini adalah kedua kalinya ia melihat wajah Putri dengan jelas, dan itu benar-benar mirip dengan Nayra
Saat pertama kali melihat wajah Putri dirinya tidak terlalu jelas karena gadis itu langsung menutup wajahnya
Dan kini ia melihat wajah gadis itu dengan jelas
Bersambung~
__ADS_1