Triple N Tuan De Vegas

Triple N Tuan De Vegas
Flashback (Janji pernikahan)


__ADS_3

Semua bertepuk tangan merespon ucapan janji suci Elvaro. Kini giliran Elena yang membacakan janji sucinya. Ia pun berdiri


Jasmine menyerahkan sebuah kertas berwarna merah muda yang berisi janji suci tulisan Elena. Padahal sebelumnya kertas itu hilang dan Jasmine sempat panik mencarinya namun beruntung sekali Elvaro telah menemukannya dan menyerahkan kepada Jasmine pas sebelum acara perjamuan makan malam dimulai


Seandainya Elena tau kertas itu sempat menghilang tentu saja nasib Jasmine tak aman lagi. 'Elena sangat menyeramkan bila sedang marah' batin Jasmine


Elena berdiri dan menyambut kertas yang diserahkan sahabatnya Jasmine. Dengan tangan gemetar membuka kertas tersebut dan membacanya


"Aku Elena, memilih mu Elvaro De Vegas sebagai suami dalam keadaan senang atau sulit juga dalam keadaan sehat atau sakit. Janjiku padamu, aku akan pa..patuh dan ta...taat pada setiap ucapan mu?" Elena mengangkat kedua alisnya tak percaya


"Me-mengabdikan seluruh hidupku padamu Elvaro"


Glekk, Elena menelan saliva nya sendiri. Janji suci yang telah ia tulis isinya telah berubah. Elena menatap horor pada Elvaro


Sementara Elvaro berusaha menahan tawanya namun masih bisa dilihat dari ekspresi wajahnya


"Go on, ayo teruskan. Baca sampai habis" perintah Elvaro setengah berbisik. Mati-matian lelaki itu menahan tawanya


Elena mendelikkan matanya menatap Jasmine, namun Jasmine hanya mengangkat bahunya tanda Jasmine tak mengerti


"Dan aku akan menjadikan Elvaro sebagai suami dan satu-satunya lelaki dalam hidupku" ucap Elena menyelesaikan janji sucinya. Wajah nya berubah sendu dan tangannya masih gemetar


Janji ini adalah janjinya didepan banyak orang yang bersaksi. Tuhan pun mendengar dan menyaksikannya. Maka Elena merasa harus benar-benar melaksanakannya meskipun sangatlah berat


Tepuk tangan kembali menggema setelah pembacaan janji suci Elena dan pembawa acara pun mengambil alih untuk melanjutkan acara


Elena mendudukkan dirinya di kursi sebelah Elvaro dengan wajah sendunya


"Aku akan melaksanakan janjiku Elena karena aku adalah lelaki penuh tanggung jawab dengan apa yang aku ucapkan" ucap Elvaro angkuh. "Dan kamu pun harus melaksanakannya" lanjutnya dengan penuh penekanan


"Bagaimana kamu bisa merubah isinya Elvaro? Apa kamu sudah mau terikat selamanya denganku?" tanya Elena dengan perasaan yang tak karuan


"Elena kamu telah lama terikat denganku, dan akan selamanya begitu" jawab Elvaro dengan senyum smirknya


"Sudah kukatakan nona Elena El Bacas, kamu tak bisa bermain-main dengan ku" lanjut Elvaro tegas dengan tatapan tajamnya


Seketika bulu kuduk Elena meremang dan ia menelan ludahnya paksa. Perkataan Elvaro membuatnya takut. Bagaimana mereka bisa hidup bersama selamanya bila tak saling mencintai

__ADS_1


Seandainya tidak adanya perjodohan ini, mungkin tak akan seperti ini jalan hidupnya. Tapi mau gimana lagi, ini juga adalah wasiat dari ayahnya sebelum tiada. Dan tugasnya adalah untuk memenuhi permintaan terakhir dari sang ayah


Setelah pengucapan janji suci, saat ini adalah waktu untuk mengucapkan selamat kepada pengantin


"Selamat El, aku tidak menyangka jika kamu akan menikah duluan sebelum aku" Jasmine pun memeluk Elena


"Terimakasih Jas" ucap Elena dengan senyumannya


"Selamat El, semoga kamu selalu bahagia. Bunda sangat bahagia akhirnya kamu tidak sendirian lagi" Ucap bu panti yang hampir meneteskan air mata haru


"Terimakasih Bunda. Elena tidak akan melupakan jasa bunda dalam membesarkan Elena. Meskipun Elena sudah menikah Elena akan tetap mengunjungi rumah panti" mata Elena berkaca-kaca, satu kedipan saja air matanya pasti akan jatuh


"Saya titip Elena" ucap ibu panti kepada Elvaro


"Anda dapat mempercayakan kepada saya, saya berjanji akan membuat Elena bahagia" ujar Elvaro


Ibu panti dan Elena pun berpelukan


Banyak tamu yang memberikan ucapan selamat atas pernikahan Elena dan Elvaro


***


"Selamat atas pernikahan mu Varo, mommy sangat bersyukur kamu mau menerima perjodohan ini. Mommy harap kamu selalu menjaga dan mencintai Elena selamanya" ujar Caroline


"Daddy sama dengan mommy mu, kamu harus menjadi lelaki yang bertanggung jawab" timpal Reynard


"Iya mom dad, Varo janji akan selalu melindungi Elena" ujar Elvaro menatap kedua orang tuanya


"Hai kak, perkenalkan namaku Alexa adik dari kak Elvaro. Kita sudah bertemu tadi siang, tapi aku masih malu untuk menyapamu. Karena kau sudah jadi kakakku, jadi anggap saja aku sebagai adik kakak sendiri" Alexa pun menjabat tangan Elena tidak lupa senyuman terbit di bibirnya


Elena pun menyambut tangan tersebut dan berkata "Hai, namaku Elena. Kamu bisa memanggilku kak El, semoga kita bisa akrab kedepannya layaknya kakak adik" Elena memberikan senyuman menawannya


Elena sangat bahagia karena dirinya diterima oleh keluarga De Vegas, awalnya ia mengira akan mendapatkan penolakan dari mereka. Namun hal itu ditepis dengan fakta keluarga Elvaro menerima dirinya apa adanya


"Ayo makan, kamu butuh banyak tenaga malam ini" bisik Elvaro tepat di telinga Elena. Hembusan nafas Elvaro yang hangat mampu membuat tubuh Elena bergetar


"Te.....tenaga buat apa?" tanya Elena polos. Ia mengerutkan alisnya saat bertanya

__ADS_1


Elvaro meraup wajahnya frustasi, ia tidak ingin memohon dan mengiba pada Elena. Elvaro ingin istrinya sendiri yang menyerahkan dirinya dengan suka rela. Dengan kesal Elvaro meninggalkan meja makan padahal makanan di piringnya masih tersisa banyak. Seleranya hilang begitu saja. Entah kenapa berdekatan dengan istrinya sendiri membuat hati Elvaro tak karuan


"Kamu mau kemana?" tanya Elena pada Elvaro yang tiba-tiba berdiri


"Aku mau menemui teman-temanku, dan para kolega ku" jawab Elvaro dengan nada ketus


Elena mendelikkan matanya pada Elvaro


"Kamu ini kenapa selalu bersikap menyebalkan Elvaro? Baru beberapa jam menjadi istrimu aku sudah dibuat pusing, bagaimana kita akan selalu bersama selamanya?" lirih Elena dengan kepala tertunduk berusaha menikmati makan malam


Elvaro mendekati teman dekatnya Juan yang menjadi bestman nya hari ini juga teman-temannya yang lain


"Ini dia bintang kita hari ini, pengantin pria datang!!" sorak Juan menyambut Elvaro yang mendatangi meja mereka


Elvaro tersenyum tipis mendengar sambutan itu, ia mendudukkan dirinya di kursi kosong sebelah Juan. Kemudian mulai mengobrol dengan teman-temannya itu dengan ditemani beberapa botol sampanye


Tapi tidak dengan Elvaro, ia tidak akan meminum minuman yang beralkohol di hari pernikahannya. Lagipula Elvaro adalah tipe orang yang tidak terlalu suka dengan minuman yang berbau alkohol


Ketika semua orang sibuk dengan minuman mereka, Elvaro sibuk mencuri pandang pada istrinya Elena


Ya.... Pandangan matanya tak bisa lepas dari istrinya itu. Bahkan Elvaro ikut tersenyum tipis ketika melihat Elena tertawa lepas bersama temannya Jasmine


Semua begitu menikmati obrolan mereka sampai dengan sahabatnya Juan yang mengatakan hal yang Elvaro tak suka


"Istrimu sangat cantik, andai saja dia tidak dijodohkan denganmu. Pasti aku akan meminangnya menjadi istriku" ucap Juan dengan memandang Elena dari kejauhan


Sontak hal itu membuat Elvaro merasa kesal hingga ia menatap tajam Juan. "Siapa yang kamu bilang sangat cantik Juan? Dan kenapa kau pandangi istriku?" tanya Elvaro dengan nada tak suka. Wajah datarnya terlihat dingin dan tak bersahabat ditambah tatapan tajam Elvaro yang seketika membuat atmosfer di dekatnya menjadi turun drastis


Seketika riuh keramaian terhenti di meja itu


Bersambung~


Untuk Visual tempat, gaun yang Elena kenakan saat makan malam juga jas yang Elvaro kenakan ada di Ig aku @amw_gemini


( ꈍᴗꈍ)


Oh ya, jangan lupa mampir di novel kedua ku berjudul Nayra Putri (Mencari Jati Diri). Novel kedua ini masihlah berhubungan dengan novel ini yah, jadi jangan lupa kalian mampir (◍•ᴗ•◍)

__ADS_1


Happy Reading (≧▽≦)


See You 😘


__ADS_2